Baby Berondongku

Baby Berondongku
Bab 63. Bertemu Abbey


__ADS_3

Pertengkaran demi pertengkaran terjadi antara Anne dan Van. Hal itu membuat emosi Van meledak-ledak dan selalu menumpahkannya pada beberapa karyawan yang ada di kantor. Tentu saja hal itu berimbas pada Abbey yang baru saja kembali bekerja setelah mengambil cuti untuk pernikahan kakak iparnya, Eric.


"Wow, kau baru kembali, Abbey! Sudahkah kau bersenang-senang dengan liburanmu?" Van sengaja menyindir sektretarisnya itu.


"Aku tidak pergi berlibur, Van. Aku menghadiri pernikahan Helen. Kenapa?"


"Oh, ya, aku lupa. Maaf, kupikir kau sedang berlibur dengan suamimu dan pengantin baru itu."


Suara Van terasa berat, penampilannya kacau, terlihat sekali seperti orang yang sedang mabuk. Memang benar, sebelum sampai ke kantor, dia menenggak segelas minuman beralkohol. Meskipun tidak benar-benar mabuk, tetapi aroma itu bisa dicium oleh Abbey yang merasa semakin mual.


"Van, lebih baik kalau kau perbaiki penampilanmu hari ini. Aku muak mencium aroma alkohol dari mulutmu!" Teguran itu terang-terangan dilontarkan Abbey untuk atasannya.


Bukannya Van lekas pergi ke kamar mandi atau toilet terdekat, justru dia malah tertawa renyah. Seolah peringatan yang diberikan Abbey hanyalah candaan belaka.


"Kau itu aneh, Abbey! Bahkan kita tidak berciuman, tetapi kau selalu bisa mencium aroma alkohol dari mulutku. Benar-benar peka sekali! Oh, atau kau ingin merasakan sentuhan bibirku ini?" Van mulai meracau.


"Dasar bodoh! Kau tidak pernah berubah, Van. Kalau kau terus begini, sebaiknya aku berhenti saja dari perusahaanmu. Aku sedang hamil, tetapi kau sama sekali tidak menghargai wanita hamil. Aku heran, bagaimana Anne bisa tahan hidup denganmu? Kupikir keputusan Helen benar. Dia melepaskanmu demi mendapatkan pria yang bermartabat, seperti Eric yang akan memperlakukan mantan istrimu layaknya ratu!" Abbey mencerocos tanpa jeda.


Sekali lagi, Van tertawa terbahak-bahak. Dia menertawakan dirinya sendiri yang diombang-ambingkan kehidupan. Dulu, dia bersama Helen rasanya tak seperti sekarang ini. Anne berhasil membuat kehidupannya tidak menentu, bahkan wanita itu sudah berani menantang untuk bercerai dan sesekali mengancam akan menggugurkan kandungannya.


"Anne sama sekali tidak mencintaiku," ujar Van setelah tawanya reda.


Seketika Abbey membeku. Bukannya mereka saling mencintai? Mengapa semuanya berubah begitu cepat? Apakah ada sesuatu yang tidak diketahui Abbey selama ini?


"Oh, ya? Mengapa ucapanmu itu terdengar aneh di telingaku, Van. Sungguh, bukan bermaksud untuk mengejek atau mencecar berbagai pertanyaan. Hanya saja, mengapa itu terjadi? Apakah Anne mencintai pria lain? Oh, atau kau berselingkuh lagi?"


"Anne hanya ingin kembali pada Thanos."


Bersamaan dengan itu, ponsel Abbey berdering. Dia mendapatkan panggilan dari Zaylin. Panggilan pertama diabaikan, tetapi panggilan berikutnya masuk kembali. Rasanya Abbey ingin mengangkat panggilan tersebut, tetapi beberapa detik kemudian dia tersadar kalau di hadapannya sedang ada Van.

__ADS_1


"Angkat saja! Sepertinya sangat penting," ujar Van kemudian beralih dari hadapan Abbey.


Abbey menggeser tombol hijau lalu terdengar jeritan heboh Zaylin sehingga dia menjauhkan ponselnya sejenak.


"Hei, ada apa? Teriakkanmu sungguh memekakkan telinga!" protes Abbey.


"Thanos melamarku, Abbey! Bagaimana menurutmu? Apakah aku harus menerimanya?" Suara Zaylin terdengar sangat ringan, bahagia, dan sepertinya wanita itu terlalu gembira.


"Tunggu dulu! Thanos melamarmu?" Abbey bertanya.


Sepertinya ada yang rumit di dalam hubungan mereka. Van dan Anne bertengkar, sedangkan wanita itu ingin kembali pada mantan suaminya. Sekarang, Abbey malah mendapatkan kabar kalau Zaylin telah dilamar pria itu. Apa sebenarnya yang sudah dilewatkan selama ini?


"Ya, dia melamarku, Abbey! Aku tidak tahu harus bicara ke siapa untuk mengungkapkan kebahagiaanku saat ini."


"Oh, kupikir kau sudah menerimanya. Bagaimana kalau kita bertemu setelah aku pulang kerja?"


Sebelum sahabatnya tenggelam dalam masalah yang rumit, sebaiknya memang perlu bicara sebentar. Sukur-sukur Abbey juga bisa berbicara dengan Thanos.


"Ajak Thanos sekalian!" perintah Abbey.


"No! Aku pasti malu bertemu dengannya sebelum memberikan jawaban itu."


"Hemm, baiklah. Terserah kau saja!"


"Oke, Abbey. Restoran X, pukul 02.00 PM." Zaylin memutuskan sambungan telepon sehingga membuat Abbey menghela napas.


"Hubungan yang sangat rumit. Mengapa Thanos tidak mencari wanita lain saja? Mengapa harus Zaylin?" Abbey menggumam.


Sepulang bekerja, Zaylin malah sudah tiba lebih dulu di restoran tersebut. Dia menyesap minumannya sambil sesekali melihat ke arah yang lain sebab khawatir kalau Abbey tidak akan datang. Ketika melihat wanita hamil itu muncul, Zaylin melambaikan tangannya.

__ADS_1


Abbey segera mendekat setelah tahu di mana keberadaan Zaylin. Wanita itu terlihat semringah dan sangat bahagia. Pelukan, ciuman pipi kiri dan kanan, kemudian Zaylin mempersilakan Abbey untuk duduk.


"Jadi, kapan Thanos melamarmu?" Topik pembicaraan belum berubah.


"Sepulang dari pernikahan Helen. Dia mengirimkan pesan padaku lalu meminta bertemu. Kupikir hanya pertemuan biasa, tetapi di tengah pembicaraan kami, dia langsung menyodorkan cincin padaku."


Sangat romantis sekali. Mungkin saja Anne mengalami kisah romantis yang sama sehingga wanita itu tidak bisa melupakan Thanos.


"Jadi, apa keputusanmu? Apakah kau setuju atau ada pertimbangan lainnya?"


Abbey melambaikan tangan pada pelayan untuk memesan makanan. Dia sangat lapar sekali sebab kehamilannya sudah terlihat besar. Hanya tinggal beberapa bulan saja Abbey akan melahirkan, tetapi Rylee sama sekali tidak mempersiapkan apa pun untuk istrinya.


"Sebelumnya aku minta maaf, Abbey. Aku sebenarnya sudah jatuh cinta pada Thanos setelah kita pergi bersama waktu itu. Aku cukup sadar diri, meski dia masih menjadi suami Anne, aku mencintainya dalam diam. Apa itu salah?"


Abbey menggeleng bersamaan dengan kedatangan pelayan. Pesanan dicatat begitu cepat sebab Abbey memang tidak ingin menunggu lama. Perutnya ingin segera diisi.


"Terima kasih," ucap Abbey pada pelayan.


"Tidak ada yang salah dalam cinta, Zaylin. Meskipun kau mencintainya dalam diam, momen yang seperti ini memang pas. Kalaupun kau mau menerima, itu sah-sah saja. Hanya saja, kau perlu tahu informasi penting yang baru saja aku dapatkan hari ini."


Zaylin memperbaiki posisi duduknya. Dia merasa gundah ketika mendengar kata informasi disebut. Apakah ini mengenai Thanos? Bagaimana kalau kenyataannya tidak sesuai dengan harapan?


"Apa pun itu, tetapi kalau misalnya aku terima lamaran Thanos, bagaimana? Lagi pula, dia juga sudah menduda selama beberapa bulan, sedangkan kau juga pernah jadi mantan kekasihnya di masa lalu."


"Zaylin, itu tak ada hubungannya denganku! Aku sudah lama tidak berhubungan dengan Thanos. Apalagi setelah aku menikah. Kami hanya bertemu kalau ada acara saja," sahut Abbey cepat. Dia tidak mau kalau Zaylin akan salah paham padanya.


"Ya, aku tahu itu. Apa yang ingin kau sampaikan sebenarnya?"


Abbey menatap wajah Zaylin penuh harap agar wanita itu tidak salah paham. Mungkin hanya untuk mengantisipasi ke depannya hubungan mereka akan seperti apa.

__ADS_1


"Van mengatakan padaku kalau Anne ingin rujuk dengan Thanos."


__ADS_2