
Walaupun Helen sudah menyindirnya, tetapi Anne tidak peduli. Dia tetap pergi ke toilet yang ada di dekat dapur. Dia sama sekali tidak tahu kalau Van sudah ada di dalam toilet tersebut. Cukup mengejutkan, tetapi itulah kenyataannya.
"Van? Kamu di sini?" tanya Anne pelan.
Sementara Van membekap mulut wanita itu untuk tetap tenang dan tidak terkejut. Setelah suasana kondusif, Van mulai melepaskan tangannya.
"Aku merindukanmu, Anne."
"Aku juga, Van. Kupikir kamu tidak mau menemui aku lagi gara-gara Helen tempo hari."
"Tidak seperti itu, Anne. Aku hanya ingin meredam suasana hati Helen agar tidak terus curiga kepadaku."
"Lalu, kamu tahu aku akan ke sini?"
"Ya, aku menguping pembicaraan kalian."
Anne tidak tahan sehingga langsung mencium Van tanpa menunggu persetujuan pria itu. Ciuman panas yang semakin lama semakin menuntut. Tangan Van pun tidak bisa berhenti begitu saja, tetapi setelah menyadari bahwa seseorang mengetuk pintu dari luar, mereka menghentikan aktivitas meresahkan itu.
"Sayang, kamu baik-baik saja di dalam, kan?" tanya Thanos.
"Van, Thanos!" seru Anne, tetapi dengan suara yang sangat pelan.
"Tetap tenang dan jawab dengan baik," bisik Van.
"Iya, Sayang. Aku baik-baik saja. Tunggu saja di meja makan. Sebentar lagi aku akan kembali," ucap Anne dari dalam toilet.
"Baiklah. Segera kembali, ya!"
"Iya, Sayang."
Setelah Thanos pergi, Anne kembali lega. Dia memeluk Van lalu membisikkan kata-kata cinta di telinga pria itu.
"Aku mencintaimu, Van!" Anne membimbing tangan Van untuk masuk ke dalam perutnya yang masih rata. "Anak kita butuh sentuhan daddy-nya."
"Anak?" Van memandang Anne secara intens.
"Ya, aku sedang mengandung, Van. Buah cinta kita!" Anne meyakinkan.
Van ragu. Walaupun dia tahu kalau selama ini bertemu dan tidur bersama.
__ADS_1
"Benarkah? Bagaimana kamu bisa yakin? Mungkin saja itu anak Thanos."
"Tidak mungkin. Aku dan Thanos sudah sepakat untuk menunda memiliki momongan. Dia selalu menggunakan pengaman. Sementara kamu, kita melakukannya tanpa menggunakan apa pun. Apa kamu lupa?"
Van jelas ingat segalanya. Anne juga tidak membimbingnya untuk memasang pengaman dan mereka memang tidak memiliki persiapan apa pun.
"Baiklah. Kali ini aku percaya. Aku akan menjadi seorang daddy."
Sepasang kekasih itu tidak menyadari bahwa Helen bersembunyi tidak jauh dari toilet. Awalnya, Helen mencari keberadaan Van di dalam kamar. Setelah menyadari bahwa pria itu tidak ada di sana, dia langsung memikirkan satu tempat. Mungkin saja dia memang berencana sembunyi untuk bertemu dengan Anne.
Van sengaja meminta Anne keluar lebih dulu. Barulah dirinya supaya Helen tidak curiga. Baru beberapa menit Anne kembali ke meja makan, Van keluar bersamaan dengan suara Helen yang mengejutkan.
"Wow, ini luar biasa sekali, Sayang!" Helen mendekat dan tahu kelakuan suaminya.
"Helen? Sejak kapan kamu di situ?"
"Sejak kalian berdua di kamar mandi. Terbukti kalau kamu benar-benar menduakan aku. Sekarang, alasan apalagi? Aku akan bicara pada Thanos sekarang."
Van tidak mau Anne ribut dengan suaminya. Bisa-bisa rahasia tentang kehamilan Anne akan terbongkar saat ini juga.
"Helen, tolong jangan bicara apa pun pada Thanos!" Van mencekal lengan istrinya.
Sayang, Van tidak bisa menghentikan semua itu. Baik Rylee ataupun semua orang yang ada di ruang makan mendadak menyusul ke dapur. Suasana memang hanya tamu dan tuan rumah saja. Helen sengaja meminta para maid untuk beristirahat lebih cepat di kamar masing-masing. Itu sengaja dilakukan agar saat Helen memergoki suaminya, tidak ada maid yang tahu.
"Helen, ada apa?" tanya Abbey.
"Tanyakan saja pada Van, Abbey!" perintah Helen.
"Van, kekacauan apalagi?" Abbey sudah mengira bahwa ini ada hubungannya dengan Anne.
Anne terlihat diam tanpa sepatah kata pun. Dia tidak menyangka kalau Helen akan memergoki suaminya. Namun, dia mencoba tetap diam selama Van tidak bicara apa pun.
"Van, sebenarnya ini ada apa?" Thanos angkat bicara.
"Tanyakan saja pada istrimu, Thanos!" Kini giliran Helen melempar bola panas ke arah temannya.
Anne merasa tidak nyaman terjebak dalam posisi seperti ini. Bisa saja Helen mengatakan secara langsung, tetapi Anne tidak tahu, mengapa dia menahan diri seperti itu?
Van masih terdiam. Apalagi diawasi oleh banyak orang, sedangkan Abbey dan Zaylin lebih memilih diam.
__ADS_1
"Anne, ada apa ini?" Akhirnya Thanos mencoba membuka teka-teki terselubung itu.
Anne diam. Dia tidak berani menjawab apa pun karena Thanos pasti akan marah kepadanya. Anne harus pandai mencari akal agar terlepas dari masalah ini.
"Tidak ada apa-apa, Thanos. Kurasa Helen hanya mencoba memberikan kejutan untuk kita agar berkumpul di dapur," ucap Anne beralasan.
"Bohong! Van dan Anne berselingkuh, Thanos. Kamu tidak tahu, bukan?" Helen langsung menuding suami dan istri temannya.
Sontak tatapan Thanos tertuju pada Van lalu berpindah pada Anne. Beberapa waktu yang lalu, Abbey pernah mengatakan padanya. Namun, Thanos menganggapnya seperti angin lalu. Tidak seserius kali ini.
"Benar itu, Anne?" Tatapan mata Thanos tertuju pada wajah istrinya yang tertunduk. Dia tidak sabar lalu mencengkeram rahang istrinya sehingga membuat Van mengaku.
"Lepaskan Anne! Jangan buat dia takut seperti itu!" ujar Van.
Thanos menoleh ke arah Van lalu kembali melihat mata istrinya yang sudah berkaca-kaca. Antara ketakutan dan malu.
"Thanos, lebih baik kalau masalah ini kamu selesaikan di rumah saja," saran Rylee. Sebenarnya dia tidak rela melihat wanita disakiti di hadapannya.
"Tidak bisa, Rylee! Ini harus diselesaikan di sini. Sebelum Anne mengaku, aku tidak akan berhenti menyakitinya!" Suara Thanos meninggi.
Sementara itu, Helen melirik ke arah Van yang terdiam seribu bahasa. Dia merupakan sosok pria pengecut karena tidak berani memberikan pembelaan kepada selingkuhannya.
"Van, kenapa kamu diam? Hubungan kalian sudah terbongkar. Mau bagaimana lagi sekarang? Mau tetap berdiam diri dengan menjadi pria pengecut. Oh, atau masih mengelak lagi?" tanya Helen.
"Helen, lebih baik kita ke ruang keluarga. Dibicarakan baik-baik di sana," saran Abbey. Dia merasa tidak enak hati. Gara-gara kedatangannya, terjadilah semua kekacauan ini.
"Tidak bisa, Abbey! Aku sudah menuduhmu berselingkuh dengan pria yang kucintai, bahkan aku sampai memberikan pelajaran pada orang yang salah. Kalau Van atau Anne masih tidak mau mengaku, aku akan membuat mereka mengaku!" jelas Helen.
"Kamu mau apa, Helen?" Van tidak sanggup diam saja melihat Anne masih diperlakukan seperti itu oleh suaminya.
"Aku? Tentu saja mau membuat konferensi pers bahwa CEO perusahaan X telah memiliki skandal dengan model dari negara X. Bukankah itu akan menjadi kabar yang menarik?" tanya Helen.
Seketika mata Anne membulat sempurna. Dia tidak ingin kariernya hancur begitu saja.
"Tolong jangan lakukan itu, Helen!" Anne memohon dengan suara yang terbata-bata menahan sakit.
"Oh, jadi, kamu mengakuinya, Sayang? Apa yang ada di dalam pikiranmu?" Thanos tidak hanya mencengkeram rahang istrinya, tetapi dia juga menarik kuat rambut Anne. Ini pertama kalinya Thanos dipermalukan seperti itu.
"Thanos, tolong jangan kasar pada Anne! Dia sedang hamil! ucap Van.
__ADS_1