Bangkitnya Wanita Terhina

Bangkitnya Wanita Terhina
22. lamaran


__ADS_3

Melihat Siti yang masih terisak karena ia bentak membuat Reyhan tak ingin memaksakan kehendaknya.


"Ya udah kalau kamu masih mau kerja setelah kita nikah, aku ijinkan. Tapi nggak seperti sekarang ya. Aku maunya kamu tetap ada libur meskipun hanya hari Minggu. Aku tahu itu salon bukan milik kamu, nggak bisa kamu seenaknya begitu. Tapi kamu juga punya tanggung jawab lain kalau kita udah nikah. Biar aku yang ngomong sama mbak Yurike nanti, aku minta kelonggaran hari Minggu buat kamu libur. Aku cuma minta hari Minggu aja buat quality time kita." Ucap Reyhan memelas.


"Maaf mas, bukannya aku berniat untuk melawan sama kamu atau nggak menghormati kamu sebagai calon suami aku. Aku hanya ingin punya aktivitas setelah kita menikah, aku hanya ingin jadi wanita karir, aku nggak mau berpangku tangan sama kamu. Kamu tahu sendiri kan masa lalu aku gimana." Jawab Siti masih terisak.


"Iya iya. Ya udah nggak usah nangis lagi. Aku kasih ijin kamu kerja setelah menikah. Tapi aku nggak mau bunda momongan ya."


"Iya mas. Aku juga nggak ada niatan nunda. Makasih udah kasih aku kesempatan untuk berkarir." Ucap Siti memeluk Reyhan kembali


"Bulan depan aku bawa keluarga aku ke rumah kamu ya."


"Iya mas."

__ADS_1


Setelah pertengkaran itu Siti berusaha menyisihkan waktunya untuk Reyhan, ia menghubunginya setiap malam. Setiap ada waktu untuk memegang ponsel Siti selalu berkirim pesan pada calon suaminya itu. Ia berusaha berubah memberikan banyak perhatian pada Reyhan agar ia tak merasa kesepian.


Hari terus berlalu, tak terasa hari ini adalah hari yang di tunggu bagi Reyhan dan Siti. Keluarga Siti dan keluarga Reyhan kini sudah berkumpul di satu ruangan, tepatnya ruang tamu rumah Siti.


Reyhan tak henti-hentinya mengulum senyum serta pandangan yang tak teralihkan dari Siti. Sedangkan wanita itu hanya sesekali mendongakkan kepalanya, ia terlalu malu untuk menatap sang calon suami.


Beberapa saat kemudian Reyhan mengubah posisi duduknya menjadi lebih dekat dengan kedua orang tua Siti. Reyhan menghadap sang bapak yang berada di samping kanan Siti.


Reyhan sempat memejamkan mata sejenak dan menarik nafas dalam-dalam, ia sungguh gugup saat ini. Jantungnya seperti berlarian kesana kemari.


Semua orang nampak terharu bahkan Siti sudah meneteskan air matanya sejak tadi.


"Iya nak. Bapak dan ibu memberi kalian restu untuk ke jenjang pernikahan. Semoga Allah meridhoi niat kalian. Bapak hanya bisa mendoakan kalian yang terbaik, satu pesan bapak. Dalam kehidupan kita kedepannya pasti tidak akan mulus terus, pasti ada jalan yang membuat kita jatuh lalu terluka, entah itu kerikil atau batu yang besar. Jika itu sudah terjadi tak perlu menyalakan siapapun, tak perlu kita mencari siapa yang salah dan membuat jatuh. Fokuskan saja bagaimana kita untuk berdiri lagi dan menyembuhkan luka itu." Ucap pak Rusdi memberikan petuahnya. (Cuma bisa kasih petuah ini. Author nya belum cukup bijak untuk kasih petuah berat. Hehehe)

__ADS_1


"Iya pak, sebisa mungkin kami akan mengingat pesan bapak." Ucap Reyhan


Acara berlanjut dengan memasangkan cincin. Siti yang terharu hanya bisa menahan air matanya agar tak jatuh terlalu banyak. Siti merasa menjadi wanita paling bahagia hari ini.


"Terimakasih sudah mau menerima lamaran pria yang jauh dari kata sempurna ini, terimakasih sudah memberi kesempatan untuk aku membahagiakan kamu lebih lama. Terimakasih sudah bersedia menjadi calon ibu dari anak-anakku. Terimakasih sudah menyempurnakan ibadahku dengan mempercayakan aku sebagi imam mu. Mudah-mudahan kita selalu bersama di dunia akhirat."


Air mata Siti kembali bercucuran mendengar ucapan Reyhan. Terlebih lagi Reyhan mengatakan kalimat romantis itu dengan suara bergetar. Siti yang menunduk saja bisa merasakan bahwa pria nya juga terharu dengan kalimatnya sendiri.


"Aamiin. Aku yang seharusnya berterimakasih, kamu sudah memilihku diantara jutaan wanita di luar sana, kamu memilihku untuk menjadi ibu dari anakmu. Kita sama-sama jauh dari kata sempurna, cinta bukan hanya soal sempurna, tapi bagaimana kita berjuang untuk mempertahankan dan menumbuhkan cinta itu sendiri. Terimakasih sudah menerima segala kekuranganku. Aku pun berharap kita bisa terus bersama sampai ke surgaNya." Jawab Siti dengan menatap sang calon suami lekat-lekat.


Ingin sekali rasanya mendekap Reyhan seerat-eratnya.


Playlist : hal hebat-cakra khan.

__ADS_1


Tak lama kemudian keluarga Reyhan memutuskan untuk pulang. Mereka berencana akan dikampung halaman Siti beberapa hari lagi. Mereka memanfaatkan waktu yang jarang bisa berkumpul ini dengan liburan di kampung halaman Siti. Mereka kembali ke hotel pukul sembilan malam.


Bersambung


__ADS_2