Bangkitnya Wanita Terhina

Bangkitnya Wanita Terhina
63. hadiah untuk wanita kuat


__ADS_3

"Mama, papa," teriak Siti berjalan ke taman belakang dimana kedua mertuanya sedang bersantai-santai.


Siti berlari ke arah saung, dimana mertuanya duduk di sana dengan ditemani camilan. Mereka nampak ngobrol, entah apa yang mereka obrolkan. Perhatian mereka jadi teralihkan karena teriakan Siti.


"Kenapa Ti, ada apa? Kenapa kamu teriak-teriak?" tanya Bu Lia nampak panik melihat Siti berteriak


"Mama, papa, aku diundang di acara tv. Aku diundang di acara reality show, aku seneng banget ma," ucap Siti memeluk ibu mertuanya


Bu Lia dan pak Dani nampak terkejut, saking terkejutnya mereka hanya bisa menganga.


"Kamu serius? Kapan?" tanya bu Lia melepas pelukannya


"Minggu depan ma. Katanya kisah aku inspiratif untuk jadi pelajaran dan juga motivasi bagi kaum wanita," jawab Siti senang


"Selamat ya nak, kamu memang pantas untuk mendapatkan ini semua. Kisah hidup kamu memang bisa menginspirasi banyak orang. Mama sama papa senang dengernya," ucap Bu Lia memberi selamat


"Selamat ya nak. Kamu sangat membanggakan kami semua," ucap pak Dani juga memberi selamat


"Makasih ma, pa. Kalian juga turut andil dalam pencapaian aku, kalian selalu mendukungku dari belakang. Terimakasih," ucap Siti berkaca-kaca. "Aku masuk dulu ya ma, pa. Aku mau kasih tahu ibu," imbuhnya.


Siti berbalik badan dan meninggalkan taman setelah mendapat anggukan dari kedua mertuanya.


"Reyhan nggak salah pilih istri ya pa, menantu kita memang hebat bisa menginspirasi orang di luar sana," kata Bu Lia bangga


"Alhamdulillah, kita doakan yang terbaik untuk mereka. Mudah-mudahan bisa seperti ini terus," harap pak Dani


Siti kembali ke ruangan keluarga, dimana anak dan suaminya berada. Sejak kembali dari taman, Siti merasa kepalanya pusing.


"Kamu kok pucat yang? Perasaan tadi biasa aja," tanya Reyhan


"Nggak tahu nih agak pusing," keluh Siti


"Ya udah sana istirahat," titah Reyhan


Siti menurut, ia berjalan ke kamar. Begitu sampai kamar ia terlebih dahulu menghubungi Tini untuk memberi tahu bahwa dirinya diundang di acara tv. Setelah ngobrol beberapa lama Siti pamit untuk istirahat.


Sementara itu, Tini yang baru saja mendapat kabar membahagiakan dari Siti langsung saja memberi tahu ibunya.


"Ibu," teriak Tini

__ADS_1


"Ada apa tin, jangan teriak-teriak!" kata Bu Lastri.


"Bu aku seneng banget, Mbak Siti baru aja telepon aku. Katanya dia diundang di acara tv. Kita suruh lihat Bu," kata Tini girang


"Apa? Siti masuk tv lagi? Kapan, kapan Siti masuk tv lagi? Kapan?" tanya Bu Lastri antusias


"Minggu depan. Aku pasang alarm dulu ya Bu biar nggak lupa," kata Tini mengotak atik ponselnya.


*


Keesokan harinya Siti terbangun dan tergesa-gesa ke kamar mandi. Perutnya yang terasa di aduk sudah tak tahan lagi ingin segera mengeluarkan isinya.


Mendengar Siti yang muntah membuat Reyhan terbangun dan menyusulnya ke kamar mandi.


"Perut aku mual banget mas," keluh Siti begitu Reyhan berada di dekatnya


"Ya udah kita balik ke kamar, biar aku hubungi dokter Fan buat periksa kamu," ajak Reyhan seraya menuntun Siti keluar kamar mandi.


Sekitar pukul 8 pagi, dokter Fan datang dengan tas berisi alat medisnya. Bu Lia yang sudah diberitahu oleh Reyhan langsung saja mengantar dokter Fan menuju kamar anak menantunya.


Tok tok tok


"Masuk aja ma," jawab Reyhan


Dokter Fan masuk kamar dan mulai memeriksa Siti yang terkulai lemah.


"Bagaimana dok? Apa ada yang mengkhawatirkan?" tanya Reyhan tak sabar


"Sepertinya Bu Siti sedang hamil. Lebih baik periksakan ke dokter kandungan agar lebih jelas," kata dokter Fan memberi saran.


Semua mata yang berada di ruangan itu terbelalak.


"Lebih cepat lebih baik, penanganan Bu Siti harus cepat. Kalau memang benar hamil bu Siti harus segera mendapatkan vitamin untuk menunjang kesehatan ibu dan janin," saran dokter Fan lagi


"Baik dok, saya akan bawa istri saya ke dokter kandungan. Terimakasih," kata Reyhan


"Kalau begitu saya permisi," ucap dokter Fan pamit


"Mari saya antar," kata Bu Lia

__ADS_1


"Mas, masak aku udah hamil lagi mas? Sean belum ada dua tahun," kata Siti sedikit khawatir


"Memangnya kenapa? Tuhan ngasih kita kepercayaan lagi buat punya anak kedua, ya kita terima dong. Harusnya kita bersyukur kita diberi anugerah berlimpah. Karir kamu bagus, karir aku bagus, Sean tumbuh menjadi anak yang cerdas, kita di beri kesehatan dan kalau sekarang kita diberi amanah lagi sama Tuhan, itu artinya memang kita ini dipercaya bahwa kita bisa jaga mereka, kita mampu merawat mereka," kaya Reyhan menggenggam tangan istrinya


"Sean masih kecil mas, dia masih butuh kita sepenuhnya,"


"Iya aku tahu. Kita masih bisa rawat Sean sepenuhnya, kita bisa kok. Tuhan milih kita ya artinya Tuhan percaya kalau kita bisa. Udah jangan dipikirkan, aku nggak mau calon anak aku yang disini kenapa-napa, kita ke dokter Sindi sekarang," ajak Reyhan


*


"Selamat ya pak Bu, kalian akan memiliki anak kembar," kata dokter Sindi menjelaskan


Reyhan dan Siti sedikit tersentak dengan ucapan dokter Sindi, rasa haru bercampur bahagia dan rasa tak percaya kini bercampur jadi satu.


"Kembar? Istri saya hamil anak kembar?" tanya Reyhan tak percaya


"Iya, ada dua janin di kandungan ibu. Mengingat persalinannya ibu yang pertama, saya sarankan untuk betres selama tiga bulan ke depan ya. Meskipun ibu kuat untuk melakukan aktivitas apapun, lebih baik ibu kurangi, ibu istirahat total. Saya takut jika kejadian waktu itu terulang kembali. Bukan untuk menakuti, tapi lebih ke kita waspada saja. Kita antisipasi agar kejadian beberapa waktu lalu tak terjadi lagi," jelas dokter Sindi


"Dok, apakah harus betres?" tanya Siti


"Sebaiknya iya Bu, tapi sesekali jika ingin melakukan sesuatu tidak apa-apa. Kandungan ibu tidak lemah sebenarnya, hanya saja riwayat ibu yang pernah komplikasi saat operasi membuat saya sedikit khawatir,"


Dokter Sindi menuliskan resep vitamin untuk Siti dan juga janinnya. Siti diam melamun memikirkan undangan yang akan dihadiri beberapa hari lagi.


"Mas, bagaimana ini? Kan nggak mungkin juga aku membatalkan undangan di acara tv itu. Yang akan ku lakukan adalah hal baik juga kan," tanya Siti saat mobil Reyhan mulai melaju


"Pengen banget kamu hadiri acara itu?" tanya Reyhan balik


Siti mengangguk


"Ya sudah gini aja, mulai hari ini sampai hari H itu tiba kami istirahat total di kamar. Nanti kamu keluar rumah pas acara itu aja ya, yang akan kamu lakukan adalah hal baik, aku yakin Tuhan akan melindungi kalian. Toh acara reality show nggak akan buat kamu melakukan aktivitas berat, hanya tanya jawab aja kan. Nggak apa-apa kamu hadiri aja jika itu membuat kamu bahagia," kata Reyhan mengelus puncak kepala Siti


"Makasih mas, kamu selalu mengerti aku. Kadang aku bingung, hal baik apa yang pernah aku lakukan sampai aku ketemu sama pria yang sangat mengerti aku," kata Siti meraih tangan Reyhan lalu menggenggamnya dengan erat.


"Anggap saja aku hadiah dari Tuhan untuk wanita hebat dan kuat," kata Reyhan mengecup punggung tangan Siti


Wanita itu merebahkan kepalanya di pundak sang suami. Ia merasa jadi wanita paling beruntung di dunia ini dengan memiliki Reyhan di hidupnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2