Bangkitnya Wanita Terhina

Bangkitnya Wanita Terhina
57. Kejutan


__ADS_3

Keesokan harinya Siti diam seribu bahasa, ia sama sekali tak menghiraukan Reyhan. Pria itu dibuat bingung oleh istrinya, ia berpikir bahwa seharusnya dirinya yang mendiami Siti seperti itu karena Siti yang ulang tahun. Kenapa ini jadi terbalik, pikir Reyhan menggaruk kepalanya.


"Sayang pakaian kerja aku mana?" tanya Reyhan saat keluar dari kamar mandi


"Ambil sendiri," jawab Siti datar


"Kamu kenapa sih, dari tadi kok aku lihat kayak marah gitu ke aku? Kenapa?" tanya Reyhan mendekati Siti


"Ganti baju sana, mau sampai kapan pakai lilitan handuk begitu," ucap Siti mengalihkan pembicaraan


Reyhan menurut, ia mengambil pakaian kerjanya di lemari. Pikiran sedang menerka-nerka penyebab istrinya marah. Kemungkinan besar karena ia mengira bahwa dirinya lupa dengan ulang tahunnya, apakah itu, pikir Reyhan bingung. Tapi Siti kan bukan tipe wanita yang gila dengan ucapan, pikir pria itu lagi.


"Siapa Clara mas?" tanya Siti tiba-tiba


Reyhan seketika memutar tubuhnya menghadap Siti.


"Kamu tahu nama itu dari mana yang?" tanya Reyhan berjalan mendekati Siti


"Kaget? Nggak penting mas aku tahu dari mana. Jawab aja pertanyaan aku," desak Siti


"Dia teman aku yang, bukan siapa-siapa. Teman biasa aja," ucap Reyhan menjelaskan


"Teman yang akhir-akhir ini sering nelepon kamu? Teman yang ketika kamu dapat panggilan darinya kamu pergi menjauh dari aku begitu?" ucap Siti melipat tangannya di depan dada


Kini Reyhan tahu dari mana Siti mengetahui nama Clara.


"Itu aku hanya ngomongin bisnis aja sayang," jawab Reyhan enteng seraya kembali ke depan lemari untuk memasang dasi.

__ADS_1


Siti dibuat semakin kesal dengan jawaban enteng yang keluar dari mulut Reyhan. Ia berjalan menghampirinya Reyhan dan memukul lengan pria itu.


"Baru kemarin kamu bilang kalau kamu nggak akan ninggalin aku meskipun fisik aku berubah kayak dulu. Baru kemarin kamu bilang kalau aku ini tidak hanya berharga tapi juga bagaikan jantung di hidup kamu. Tapi kamu punya wanita lain. Dasar pria hidung belang, dasar buaya buntung," ucap Siti melemparkan kata-kata sumpah serapah untuk suaminya.


Bukannya takut Reyhan justru dibuat tertawa oleh ucapan istrinya, namun ia berusaha sekuat tenaga untuk menahan tawa itu. Ia tahu istrinya tak benar-benar marah. Jika ia tertawa sekarang maka istrinya akan benar-benar merajuk.


"Sayang serius aku nggak ada apa-apa sama dia. Nanti akan aku ajak kamu ketemu dia untuk meluruskan ini. Ok, sekarang kamu ganti baju yang lebih rapi, habis sarapan kita pergi, aku ajak kamu menemui Clara," ucap Reyhan


"Nggak mau. Aku nggak mau ketemu dia," jawab Siti cepat.


"Ya sudah kalau nggak mau. Biar aku saja yang ketemu," ucap Reyhan enteng


Dengan cemberut dan Siti berjalan seraya menghentakkan kakinya menuju lemari untuk mencari pakaian.


Reyhan nampak masih menahan senyumnya


*


Selama di perjalanan Siti hanya diam menatap jalanan melalui jendela sebelahnya. Ia tak tahu Reyhan akan membawanya kemana, untuk bertanya pun Siti enggan.


Tak berselang lama, Reyhan membelokkan mobilnya ke pekarangan yang luas. Siti bingung kenapa Reyhan mengajaknya ke butik. Apakah ini butik wanita itu, pikir Siti.


"Ayo turun," ajak Reyhan


Mereka berjalan beriringan dengan tanda tanya besar di kepala Siti. Saat berjalan matanya tak sengaja menangkap gaun yang terpajang di patung.


"Itu kan gaun desain aku, bentuk, warna, dan detail-detailnya," batin Siti. Ia menatap Reyhan yang masih berjalan dengan wajah santainya

__ADS_1


"Surprise," teriak beberapa orang dari dalam butik itu.


Siti terkejut, saking terkejutnya ia nampak linglung dalam waktu sesaat. Ia melihat banyak orang di sana. Ada Arga dan Mawar, ada ibu dan juga ayah mertuanya, dan yang paling ia tak sangka ada keluarganya dari kampung yang baru saja ia tinggalkan kemarin.


"Selamat ulangtahun istriku sayang. Perkenalkan yang membawa kue ini adalah Clara, dia adalah desainer juga, aku sengaja menghubungi dia untuk membantu ku menyiapkan ini semua. Pasti kamu tadi bingung kan, kenapa ada gaun yang kami desain di patung itu. Aku minta bantuan Clara untu menjahitkannya untukmu," ucap Reyhan yang berhasil membuat Siti terharu.


"Aku sengaja memberikan apa yang kamu mau tepat di hari ulangtahun mu. Sebagai hadiah untukmu dan rasa terimakasih ku karena sudah melahirkan jagoan kecilku," ucap Reyhan lagi


Siti tak sanggup menahan haru, tak ada kata yang keluar dari mulut wanita itu. Ia hanya memberi pelukan pada suaminya sebagai rasa terimakasih. Semua orang nampak terbawa suasana.


"Terimakasih mas, maaf aku sudah mencurigai mu, tidak seharusnya aku berpikir begitu jauh," ucap Siti menyesal


"Curiga? Mencurigai apa?" tanya Clara


"Iya, jadi dia sempat berpikir bahwa kamu ini wanita simpanan aku," jawab Reyhan yang mendapat jawaban tawa dari semua orang


"Astaga Siti, aku ini sudah bersuami. Kebetulan suamiku dan Reyhan bersahabat jadi kita kenal dekat," ucap Clara terkekeh. "Udah, sekarang buruan tiup lilin. Capek nih," keluh Clara


"Maaf aku sudah berpikir yang tidak-tidak," ucap Siti tak enak hati


Setelah mengucapkan itu Siti memejamkan mata untuk berdoa lalu meniup lilin di depannya.


"Bapak, ibu bagaimana bisa kalian bisa sudah sampai sini?" tanya Siti pada kedua orangtuanya


"Suami kamu yang ngatur semuanya, begitu kamu berangkat ibu sama yang lain juga ke bandara, Reyhan memesan tiket pesawat untuk kita semua," ucap Bu Lastri mejelaskan


Siti lagi-lagi memandang suaminya penuh cinta. Ia tak menyangka akan mendapatkan kejutan sebesar ini. Sekarang semua impiannya sudah terwujud.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2