
"Tin jangan lupa nonton mbak ya," kata Siti melalui sambungan teleponnya
"Iya mbak, ini aku sama ibu udah pantengin tv. Udah nggak sabar mau nonton mbak, selamat ya mbak. Kamu memang wanita hebat yang pantas untuk jadi inspirasi banyak orang," ujar Tini bangga
"Iya Tini, makasih ya. Ya udah mbak tutup dulu ya, ini udah mau sampai di lokasi. Salam buat ibu," ucap Siti memutuskan sambungan teleponnya
Mereka sedang berada di jalan menuju lokasi dimana acara reality show itu di adakan. Siti ditemani oleh suaminya, tak lupa Sean ia bawa.
Pukul setengah 6 petang mereka sampai di lokasi. Siti dan Reyhan disambut dengan baik oleh para kru dan juga pembawa acara tersebut.
Siti sangat gugup saat akan dimulainya acara, ia tak pernah duduk di depan banyak orang seperti ini. Kini ia duduk di antara pemandu acara dan juga banyak penonton di depannya.
Acara itu di buka dengan perkenalan Siti dan juga sedikit pertanyaan mengenai dirinya sebelum sampai ke titik ini.
"Mbak Siti, ini ada artikel yang mengatakan bahwa mbak Siti ini baru beberapa tahun hidup di ibu kota, apa benar?" Tanya pembawa acara
"Iya, saya baru beberapa tahun hidup di ibu kota. Dulunya daya tinggal di kampung, saya merantau karena ya seperti alasan kebanyakan orang. Ingin merubah perkonomian agar lebih baik,"
"Apa benar Mbak Siti dulu adalah wanita yang maaf sebelumnya, ini saya sebenarnya nggak enak ya kalau harus bahas fisik. Karena seperti yang kita tahu bahwa permasalahan fisik adalah hal yang sensitif bagi wanita. Namun jika saya membaca dari artikel ini justru Mbak Siti ini menjadi wanita hebat karena memulai dari perubahan fisik. Bisa dijelaskan mbak pengalaman mbak sebelum dan sampi akhirnya Mbak memutuskan untuk berubah,"
"Ya, jadi saya itu Dulunya memang gemuk, banyak jerawat di wajah, rambut yang keriting, warna kulit yang gelap. Banyak orang yang menghina saya dulu, mencaci maki, mencemooh tapi orang tua saya selalu bilang saya harus kuat, tak perlu membalas apa yang mereka katakan. Saya hanya perlu diam berdoa agar mereka segera sadar dengan perbuatan mereka yang salah. Tapi nyatanya meskipun saya berdoa siang malam mereka tetap menghina saya. Hingga suatu ketika saya benar-benar sakit hati dengan mereka, kesabaran saya sudah benar-benar diujung waktu itu. Akhirnya saya memutuskan untuk merubah diri saya dari yang mulai gampang dan sekiranya saya bisa melakukannya tanpa memerlukan waktu yang lama. Alhamdulillah beberapa bulan melakukan perubahan ada hasilkan meskipun tak nampak oleh mata. Lalu setelah itu saya ditawari pekerjaan oleh budhe saya yang kebetulan kerja di kota, saya berangkat ke kota bertekad ingin membuktikan pada mereka bahwa saya tidak sehina yang mereka bilang. Saya dua tahun kerja sebagai baby sitter, Alhamdulillah juga dapat majikan yang baik, beliau membantu saya untuk melakukan diet sehat dan juga perawatan tubuh lainnya. Hingga akhirnya saya seperti ini,"
"Untuk sampai di titik ini tentunya tidak mudah bagi Mbak Siti ya. Mbak bisa membagikan pengalaman dan pelajaran hidup mbak yang berharga bagi kita semua agar orang diluar sana terinspirasi dari kisah mbak Siti terutama kaum wanita,"
"Ya untuk mencapai di titik ini tentu saja saya melewati banyak rintangan baik besar maupun kecil jika kita melakukan pembaruan di hidup pasti ada ujiannya. Saya sebenarnya nggak mengira akan menjadi seperti ini ya. Saya hanya ingin butik saya di kenal banyak orang, disukai dan juga diminati oleh berbagai kalangan. Ini memang cita-cita saya dari kecil, jadi dari dulu kan memang saya ini nggak punya teman karena fisik saya, jadi saya menghabiskan waktu untuk menggambar, dari situ saya jadi hobi menggambar dan akhirnya lambat laun saya menjadikan hobi saya sebagai cita-cita saya,"
"Ada hal yang belum Mbak Siti capai?"
__ADS_1
"Tidak ada, satu persatu keinginan saya sudah terwujud bahkan jauh dari ekspetasi saya,"
"Terakhir Mbak Siti. Pesan untuk para wanita diluar sana yang ingin meraih kesuksesan,"
"Berusaha dan berdoa tanpa putus, jangan berhenti berusaha dan berdoa. Jangan dengarkan kata-kata mereka yang kemungkinan akan membuat kalian jatuh, jangan pernah dengarkan. Jika kita di pandang sebelah mata oleh sebagian orang, jangan hiraukan, lebih baik fokuskan diri kita untuk berubah. Kita hanya punya dua tangan, kita nggak bisa nutup mulut mereka semua. Tapi jangan lupa, dua tangan kita bisa untuk menutup telinga kita. Buah kesabaran dan ketabahan akan selalu nikmat, saya buktinya,"
Kata-kata itulah yang menutup acara malam itu. Ternyata tak hanya Siti yang bahagia, namun semua orang yang mendengar kisah Siti menjadi terinspirasi olehnya.
Dibelakang panggung banyak wanita yang ingin mengenalnya lebih jauh, ingin tanya jawab yang lebih detail. Namun karena hari sudah malam dan keadaan Siti yang sedang hamil membuatnya harus pulang.
Siti berjanji pada mereka akan membagikan kisahnya lebih detail saat sudah ada waktu lapang.
*
Beberapa bulan berlalu setelah menghadiri acara wanita hebat Siti semakin di kenal banyak orang, Siti sudah bak artis papan atas yang hasil desain bajunya di kenakan banyak model dalam negeri. Baju Siti pun sudah ia bawa ke mancanegara yang dipamerkan oleh model yang berjalan di karpet merah. Banyak acara fashion show yang diikuti oleh Siti.
Sudah dua hari ini Bu Lastri tinggal bersama dengan besan dan juga anak menantunya. Tak ada habisnya Bu Lastri menunjukkan rasa bangganya pada sang anak.
"Mas, bangun mas," ucap Siti di tengah malam
"Iya kenapa?" Tanya Reyhan
"Perut aku mules dari tadi. Kita ke rumah sakit yuk," keluh Siti dengan keringat yang sudah sebesar jagung di dahinya.
"Kamu nahan sakit dari tadi? Sampai pucat begini, kenapa nggak bilang dari tadi sih yang," kata Reyhan segera menggendong Siti
"Biar aku jalan sendiri mas, aku masih bisa," kata Siti ditengah-tengah tangga
__ADS_1
"Nggak, udah nggak apa-apa. Kita ke rumah sakit dulu ya. Orang rumah nanti aja dikasih tahu kalau udah sampai sana,"
Namun saat sampai di ruang tamu Reyhan berpapasan dengan asisten rumah tangga.
"Bibi ngapain malam-malam dari luar?" tanya Reyhan. Disaat genting seperti ini masih sempat-sempatnya ia bertanya
"Ini tuan, di kamar tadi ada tikus. Saya minta tolong satpam untuk ambil tikusnya, saya disini ya habis mengunci lagi pintu utama. Tuan sendiri?"
"Ah iya, ini saya mau bawa ibu ke rumah sakit, perutnya mules. Tolong kasih tahu sama semua orang ya Bi,"
Untuk kedua kalinya Reyhan menemani Siti untuk melakukan persalinannya secara Caesar. Namun kali ini Siti tak dibius total, jadi sepasang suami istri ini masih bisa saling pandang dalam diam.
Tak lama kemudian terdengar tangisan bayi yang menggema. Siti dan Reyhan senang bukan kepalang. Mereka sama-sama menitikkan air mata bahagia. Lengkap sudah keluarga mereka.
"Selamat ya pak, Bu, bayinya semua sehat dan sempurna, berat badan juga semua normal. Seperti yang sudah kita perkirakan sebelumnya. Mereka laki-laki dan juga perempuan. Sekali lagi selamat ya pak, Bu,"
Reyhan menggendong putri satu-satunya hasil buah cintanya dengan Siti. Sedangkan yang laki-laki masih dibersihkan.
Semua orang nampak bahagia, jika dulunya pak Rusdi dan bu Lastri berebut menggendong Sean kini giliran Bu Lia dan pak Dani yang berebut menggendong bayi perempuan yang yang masih di gendongan Reyhan. Sementara itu, Bu Lastri menggendong bayi laki-laki Siti dengan tatapan haru. Seandainya saja kakekmu masih ada nak, batinnya.
Tamat
Akhirnya selesai sudah perjalanan Siti, keinginan Siti sudah terwujud satu persatu dan sudah cukup masalah rumah tangga yang menguji Siti. Terimakasih yang sudah mendukung karya ini, mengikuti jalan cerita dari awal hingga akhir. Mohon maaf jika masih banyak kekurangan. Salam sehat dan sayang untuk kalian semua 😘😘😘
Mampir ke novel author yang baru ya
__ADS_1