
Minggu pagi keluarga Reyhan dan Siti bersiap akan menghadiri acara reuni keluarga Brata yang di gelar lima tahun sekali itu. Mereka sudah nampak rapi dengan pakaian yang berwarna senada. Setelah semua siap mereka berangkat ke hotel delima, dimana acara itu diadakan.
Pukul 10 pagi mereka sampai di hotel. Nampak banyak keluarga yang sudah berkumpul di sana. Siti menggenggam tangan Reyhan, nampaknya ia tak terlalu percaya diri bergaul dengan keluarga besarnya.
"Ada aku sayang, jangan takut." Ucap Reyhan menenangkan istrinya yang nampak gusar
"Hey Rey." Sapa seroang wanita paruh baya
"Tante Karin, apa kabar." Tanya Reyhan basa-basi
"Tante baik, ini istrimu?" Tanya Bu Karin melihat seorang wanita di samping Reyhan
"Eh iya Tan, ini istriku, Siti." Ucap reyhan memperkenalkan istrinya
Siti menjabat tangan sang Tante untuk memperkenalkan diri.
"Cantik sekali. Lebih cantik dari Marisa. Pinter kamu cari istri." Ucap Karin memuji keduanya. "Tante permisi dulu ya, mau bercengkrama dengan yang lain." Ucap Bu Karin pergi meninggalkan mereka.
"Marisa siapa mas?" Tanya Siti
"Oh mantan aku." Jawab Reyhan enteng
"Kok Tante Karin kenal? Udah pernah di bawa ke pertemuan ini dong." Tanya Siti lagi
"Nggak sayang, jadi dulu itu aku hampir menikah dengan Marisa, sudah sebar undangan juga, tapi dia pergi ninggalin aku dan menikah dengan sahabat aku sendiri. Dan beberapa bulan kemudian waktunya reuni dan aku jadi bahan perghibahan disini karena gagal nikah." Ucap Reyhan menjelaskan
"Oh gitu ya. Kasian banget suamiku ini." Ucap Siti iba
"Sekarang aku udah punya kamu, sumber kebahagiaan dan surga duniaku." Bisik Reyhan di akhir kalimat
"Aaauuu." Pekik Reyhan lantaran mendapat cubitan di perut.
__ADS_1
Arga yang baru saja datang tak sengaja melihat keduanya yang tengah tertawa bersama. Kebencian Arga yang sudah mendarah daging berencana akan membuat Reyhan dan Siti hidup bak di neraka. Penguasaan perusahaan bukanlah hal satu-satunya faktor penyebab kebencian Arga terhadap Reyhan.
Dahulu apapun yang di inginkan Arga selalu menjadi milik Reyhan. Terutama soal perempuan, dari jaman SMA hingga kuliah perempuan manapun yang diincar oleh Arga berakhir menjadi milik Reyhan.
"Aku mau mangga muda, ambilin." Ucap Siti manja. Aku duduk situ ya." Ucap Siti menunjuk sebuah sofa panjang dengan dagunya
"Ya, aku ambilkan sebentar ya."
Arga yang melihat Siti duduk sendirian datang menghampirinya dan duduk di sebelah wanita itu.
"Hay." Sapa Arga
Siti nampak mengingat ingat wajah Arga, ia yakin pernah melihat wajah ini namun dimana, pikir wanita itu.
"Arga." Ucap pria itu menyodorkan tangannya untuk memperkenalkan diri
Mendengar namanya Siti seketika ingat bahwa pria yang kini duduk di sebelahnya adalah sepupu Reyhan yang berusaha merebut perusahaan yang sekarang sedang di pimpin suaminya itu.
Reyhan yang baru saja selesai mengambil mangga muda yang disediakan di sana langsung berjalan cepat ke arah Siti yang duduk bersama Arga.
"Mau apa kau dekati istriku?" Tanya Reyhan meraih tangan Siti mengajaknya berdiri
"Bukankah dia sepupuku juga? Tolonglah Rey. Aku tidak akan membawa siapapun ke dalam masalah kita. Masalahku hanya kau dan aku, jangan terlalu khawatir aku akan membawa istrimu ke dalam masalah kita."
"Aku nggak pernah anggap kita punya masalah Ar, kau yang menganggap kita punya masalah. Kau yang memulainya. Jangan hanya karena harta kau jadi serakah dan melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang kau mau." Ucap Reyhan menggeret Siti menjauh dari Arga
Arga menatap punggung meraka yang menjauh dan hilang di telan kerumunan orang. Ia menampilkan senyum liciknya, ia harus segera menyusun rencana untuk menghancurkan nama Reyhan agar perusahaan itu jatuh ke tangannya.
"Namanya hancur, ditinggalkan istri dan setelah itu frustasi." Gumam Arga sendirian
Reyhan memperkenalkan Siti dengan beberapa keluarganya di sana. Siti yang semula tak percaya diri berada di tengah-tengah keluarga besar suaminya kini sudah mulai mencair dengan beberapa wanita yang statusnya sama dengan dirinya, yakni datang sebagai menantu.
__ADS_1
"Kenal Reyhan dimana Ti?" Tanya Caca yang juga menantu
"Pertama ketemu di pusat perbelanjaan, tapi kenalannya di salon." Jawab Siti terkekeh mengingat perkenalannya dengan Reyhan
"Reyhan ke salon?" Tanya Caca
"Kayaknya sih jemput mama ya. Bukan mas Rey yang nyalon." Ucap Siti tertawa
"Kamu lagi hamil Ti? Tadi aku lihat kamu diambilin Rey mangga muda." Tanya Arum yang juga menantu di keluarga Brata
"Iya rum, jalan dua bulan."
"Kamu tadi nggak diapa-apain sama Arga kan?" Tanya Caca yang melihat Arga melintas dan jadi ingat bahwa tadi pria itu sempat ngobrol dengan Siti
"Nggak. Cuma kenalan aja. Emang kenapa? Dia jahat?" Tanya Siti yang memang paling baru jadi menantu diantara Caca dan Arum
"Bukan jahat sih Ti, tapi dia kan kayak musuhan gitu sama suami kamu." Ucap Caca
"Oh itu sih aku tahu. Aku juga pernah diceritain sama mas Rey."
"Bukan itu aja Siti, mereka musuhan dari jaman SMA. Soalnya Reyhan macarin semua gebetan Arga. Emang nggak kelihatan permusuhan mereka pas jaman itu. Kentara banget ya pas rebutan perusahaan ini." Jawab Caca menjelaskan
"Kok kamu tahu Ca."
"Semua orang juga tahu kali, nggak aku doang."
"Jadi dulu mas Rey playboy dong."
"Iya, kan emang aura Reyhan ya gitulah. Memancar dan membahana, kamu yang cantik begini aja kepincut. Salut banget sih sama kamu, bisa merubah Reyhan, kamu berhasil buat Reyhan tobat." Ucap Caca tertawa
Siti jadi ikut tertawa. Meskipun ia baru tahu suaminya dulunya seorang playboy ia tak mempermasalahkan itu, baginya itu hanya masa lalu yang tak perlu di bawa atau di bahas untuk sekarang dan masa depan.
__ADS_1
Bersambung