
Di kediaman Siti kini sudah ramai dengan orang yang lalu lalang. Sedangkan Siti sendiri sedang duduk di kamarnya dengan seorang perias pengantin. Pagi ini Siti dan reyhan akan menikah. Mengucapkan janji suci sehidup semati di saksikan oleh para malaikat dan dipertanggung dunia akhirat.
Momen yang paling ditunggu oleh Siti sebentar lagi akan ia laksanakan. Menikah dengan orang yang mencintai dan dicintai olehnya, tak pernah terpikirkan dibenaknya dahulu bahwa pernikahan ini akan datang dalam waktu dekat.
Siti berdoa dalam hati, ia berdoa mudah-mudahan pernikahan ini adalah awal yang baik. Tinggal beberapa jam lagi, ibadahnya akan disemprot oleh Reyhan. Ia akan menjadi makmum satu-satunya yang dicintai oleh imamnya. Mulai hari ini mereka akan menghabiskan waktu bersama, memulai hari dan mengakhiri hari melihat orang yang sama.
Kebahagiaan yang sama dirasakan oleh Reyhan. Ia pun tak menyangka pernikahannya akan datang secepat ini. Setelah lima tahun terpuruk dan tenggelam dalam jurang patah hati yang menyakitkan, tak pernah terpikir di benaknya ia bisa menikah lagi. Sakit yang begitu dalam dan meninggalkan bekas luka yang menganga sembuh karena hadirnya seorang wanita sederhana yang berperan sebagai dokter cintanya.
Reyhan pun berdoa dalam hati, mudah-mudahan ia dan Siti mampu sama-sama menjaga hati mereka untuk saling setia dan mencintai sampai meraka sama-sama masuk dalam liang lahat.
Reyhan berdiri di depan cermin, ia nampak gagah dengan beskap coklat muda yang warnanya sudah pasti senada dengan kebaya Siti. Hari ini adalah hari pertama pertemuannya setelah dua Minggu terpisah oleh jarak. Disaat ia bertemu pertama kalinya nanti status mereka sudah berubah menjadi seorang suami istri.
Reyhan diapit oleh kedua orangtuanya untuk berjalan menuju tempat dimana dilaksanakannya ijab qobul. Jantung Reyhan yang semula tenang mendadak berdetak tak karuan saat duduk di depan penghulu.
Tak lama kemudian pak penghulu merapalkan kalimat janji setia seumur hidup yang diikuti oleh Reyhan. Pria itu dengan mantap dan tegas mengucapkan kalimat ijab qobul yang diikuti kata 'sah' dari beberapa saksi di sana.
Reyhan menghembuskan nafas lega, ia sudah menyandang status suami untuk saat ini, esok dan seterusnya. Matanya berkaca kaca saat melihat Siti berjalan ke arahnya. Wanita itu juga terlihat menahan haru, ia mengatupkan mulutnya untuk menahan tangis bahagia.
Retha berdiri menyambut istrinya, Siti bersalaman untuk pertama kali dengan Reyhan sebagai pasangan suami-istri. Matanya luruh seketika saat keningnya menyentuh tangan suami. Reyhan masih sanggup menahan air matanya, namun saat dirinya mencium kening istrinya, hal yang sama juga dirasakan oleh Reyhan. Air mata mereka sama luruh dalam kebahagiaan.
Setelah menyelesaikan prosesi ijab qobul mereka berjalan menuju pelaminan. Setelah melewati sungkeman yang membuat haru kedua mempelai dan juga kedua orang tua, mereka duduk berdampingan yang diapit oleh kedua orang tua mereka. Tangan Reyhan tak bisa lepas dari genggaman tangan Siti.
"Kamu cantik." Puji Reyhan
__ADS_1
"Biasanya nggak cantik emang?" Tanya Siti
"Cantik, tapi kali ini cantiknya berkali-kali lipat, aku sampai nggak mengenali kamu."
"Gombal."
"Serius sayang. Mau aku gombalin? Udah kangen sama gombalan aku? Mumpung aku ada stok nih." Goda Reyhan
"Jangan bikin ketawa ah. Ini momennya masih haru. Jangan ngerusak suasana."
"Kan tadi udah."
"Apanya?"
"Momen terharunya, sekarang ya momen untuk haha hihi. Yuk kita ke kamar aja istirahat." Ajak Reyhan menggoda Siti
"Baru kali ini. Kalau dulu kan aku mikirnya susu terus, jamunya ngambek. Sekarang udah suami istri mikir kamar di salahin lagi. Maunya apa sih? Langsung eksekusi?" Reyhan tiada henti hentinya menggoda Siti
Kedua orang tua Reyhan yang mendengar mereka ngobrol sejak tadi geli sendiri dengan obrolan mereka.
"Anakmu pa, nggak lihat situasi. Masak di pelaminan ngomongin kamar sama susu." Bisik Bu Lia
"Kayak mama dulu." Jawab suami Bu Lia enteng
__ADS_1
"Lah kok papa jadi bahas masa lalu, tapi papa seneng kan?" Goda Bu Lia
"Nanti malam mau kayak Reyhan sama Siti? Ya udah ntar papa atur jadwalnya." Ucap suami Bu Lia terkekeh
"Apaan sih papa ini." Jawab Bu Lia tersipu.
*
Pukul 8 malam Reyhan dan Siti kembali ke pelaminan dengan gaun modern yang lebih santai. Mereka sama-sama mengenakan pakaian serba putih. Penampilan Siti tak kalah anggun dari tadi pagi.
Mereka bersiap akan menyanyikan sebuah lagu duet romantis. Suara mereka ternyata tak terlalu buruk. Pasangan pengantin baru itu benar-benar terlihat romantis.
Kau yang terbaik untukku
Seluruh nafasku untukmu
Ku tak bisa bila harus tanpa kamu
Cinta kita cinta surga sampai mati tetap bersama
Kau dan aku kau dan aku selamanya
(Aurel feat Teuku Rassya-cinta surga)
__ADS_1
Mereka berpelukan setelah lagu berakhir.
Bersambung