Bangkitnya Wanita Terhina

Bangkitnya Wanita Terhina
47. Mawar mendatangi rumah Reyhan


__ADS_3

Keesokan harinya berita mengenai Siti yang di culik oleh Arga sudah menjadi buah bibir para karyawan di kantor Reyhan. Hingga Arga yang sedang di tahan pun juga tak terlewatkan dari perghibahan mereka. Dan akhirnya berita itu sampai di telinga Mawar.


Berita itu membuat Mawar bekerja dengan tak fokus. Ia memikirkan nasib nya jika Arga di penjara dalam waktu yang lama. Hingga akhirnya terlintas di kepalanya untuk meminta Reyhan mencabut tuntunannya itu.


Setelah berpikir seharian ia sudah membulatkan tekadnya untuk datang ke rumah Reyhan. Ia akan menceritakan yang sebenarnya pada Reyhan.


Pukul 6 sore Mawar menekan bel beberapa kali. Tak lama kemudian munculah Siti dengan perut besarnya.


"Eh Mawar. Ayo masuk." Ajak Siti, "sebentar ya aku minta bibi buat minum dulu." Ucap Siti lagi hendak berjalan ke dapur


"Nggak usah mbak. Saya nggak lama kok. Sebenarnya saya kesini ada perlu dengan pak Reyhan, apa pak Reyhan ada di rumah?" Tanya Mawar to the poin


"Ada, sebentar aku panggilkan." Ucap Siti menuju kamarnya yang berada di lantai dua


Begitu membuka kamar nampak Reyhan yang sedang duduk dengan memangku laptopnya.


"Mas, di bawah ada Mawar. Katanya ada perlu sama kamu." Ucap Siti berjalan mendekati suaminya


Reyhan mengernyitkan, "urusan kerjaan?" Tanyanya


"Nggak tahu juga, aku nggak nanya."


Reyhan turun dari ranjang untuk menemui Mawar, dalam hati ia bertanya tanya, ada perlu apa sampai wanita itu datang ke rumahnya.

__ADS_1


Begitu sampai bawah Reyhan melihat Mawar yang duduk di salah satu sofa seraya memilin milin ujung bajunya. Entah gugup atau karema apa Reyhan tak begitu mempedulikannya.


"Ada apa War?" Tanya Reyhan duduk di seberang sofa yang di duduki Mawar.


Reyhan melihat Siti yang turun dari tangga dan berjalan menuju dapur, ia pun memanggilnya. "Sayang mau kemana, sini aja?" Pinta Reyhan menepuk sofa di sebelahnya.


"Emang nggak apa-apa aku gabung." Tanya Siti berjalan ke arah suaminya


"Ya nggak apa-apa lah. Kamu kan istriku. Sini." Pintanya lagi


Reyhan beralih pada Mawar kembali, "ada perlu apa sampai kau datang kesini War?" Tanyanya lagi


Mawar semakin gugup, tapi ia tak ada pilihan lain. Ia harus berani mengatakan ini, batin wanita itu.


"Iya, kenapa memang?" Tanya Reyhan sedikit bingung


"Jadi selama dua bulan terakhir saya dan juga pak Arga sebenarnya menjalin hubungan pak." Ucap Mawar menghentikan kalimatnya untuk menetralisir kegugupannya


Reyhan sedikit terkejut namun ia berusaha menyembunyikan rasa keterkejutannya itu. "Ya terus?" Tanyanya lagi


"Jadi selama kami dekat kami tidak sengaja melakukan kesalahan yang fatal pak. Hingga akhirnya saat ini saya sedang hamil anaknya pak Arga. Kedatangan saya kesini saya berniat untuk memohon pada pak Reyhan dengan segala kemurahan hati bapak untuk mencabut laporan itu pak." Ucap Mawar takut


Reyhan dan Siti membuka mulutnya karena saking terkejutnya.

__ADS_1


"Kamu hamil anak Arga?" Tanya Siti mengulangi ucapan Mawar


"Iya mbak. Saya bingung harus bagaimana kalau pak Arga harus di penjara dalam waktu yang lama. Kalau saya tidak mengandung benihnya saya tidak mempermasalahkan berapa lama dia di penjara. Saya nggak tahu lagi bagaimana nasib saya dan anak saya nantinya mbak." Ucap Mawar mulai menangis


Siti berjalan dan duduk di sebelah Mawar. Sebagai sesama perempuan sudah pasti ia tahu perasaannya sekarang ini. Hamil di luar nikah bukanlah hal sepele.


"Kamu tenang dulu ya." Ucap Siti mengelus pelan punggung Mawar.


Siti menatap Reyhan yang sejak tadi diam saja.


"Mas, udah cabut aja tuntutannya. Kasian Mawar, nggak mungkin dia menanggung beban seberat ini sendirian. Arga harus tanggung jawab mas." Ucap Siti.


"Nggak, aku nggak akan cabut tuntutan itu. Salah sendiri siapa suruh main masuk tanpa ada ikatan. Tanggung dan pikirkan sendiri untuk masalah kalian." Ucap Reyhan lalu meninggalkan Siti dan Mawar


Kedua wanita itu sedikit terkejut dengan jawaban dari Reyhan. Terutama Siti, ia tak menyangka suaminya tak bisa memaafkan Arga dan tak mempunyai belas kasihan pada sesama manusia.


Sedangkan Mawar semakin menangis setelah mendengar jawaban Reyhan.


"War, ini sudah malam. Lebih baik kamu pulang dulu ya. Nggak baik buat janin di perut kamu. Untuk urusan mas Reyhan biar aku yang bicara, biar aku yang bujuk mas Reyhan ya. Kamu tenang aja, pasti Arga segera bebas." Ucap Siti menenangkan Mawar


"Terimakasih mbak sudah mau bantu saya. Saya pulang dulu mbak." Ucap Mawar pamit.


Mawar berjalan keluar rumah dengan rasa penyesalan yang menggunung. Dahulu ia gencar sekali berusaha membuat rumah tangga Siti dan Reyhan koyak. Melihat kebaikan Siti ia jadi malu pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2