Bangkitnya Wanita Terhina

Bangkitnya Wanita Terhina
35. kejutan untuk Mawar


__ADS_3

Hari ini Reyhan tak ke kantor, ia memutuskan untuk bekerja dari rumah. Siti terlihat lebih baik setelah memaksakan mulutnya untuk melahap habis sup yang dibuat oleh ibu mertuanya.


"Aku udah enakan mas, ke kantor aja kalau mau ke kantor." Ucap Siti duduk bersandar di kepala ranjang


"Nggak, aku kerja dari rumah aja. Kamu nggak pengen sesuatu? Biasanya kan kalau hamil ada aja maunya." Tanya Reyhan


"Belum ada mau apa-apa mas. Mama belum pulang dari cari kontrakan?" Tanya Siti


"Belum kayaknya. Kenapa?"


"Tanya aja."


Tak lama kemudian yang dibicarakan terdengar berteriak dari luar kamar.


"Rey kamu di dalam nggak." Teriak Bu Lia


"Iya ma, masuk aja." Jawab Reyhan dari dalam


Bu Lia masuk dengan segelas susu ibu hamil dan juga beberapa potong buah yang sudah ia kupas.


"Ya ampun ma, kok repot banget sih. Harusnya biar mas Reyhan aja." Ucap Siti tak enak.


"Nggak apa-apa sayang. Kamu harus sering-sering makan, dikit-dikit aja." Saran bu Lia. Pandangannya beralih pada Reyhan yang masih fokus dengan laptopnya. "Rey kita bicara sebentar soal kantor. Mama tunggu di ruang kerja ya." Ucap Bu Lia lalu keluar kamar.


Bu Lia sengaja tak mau membicarakan soal Mawar di depan Siti, ia tak mau membuat menantunya itu mejadi kepikiran dan berpengaruh pada janin yang ia kandung.

__ADS_1


"Ada masalah di kantor mas, kok kayaknya mama serius banget." Tanya Siti penasaran


"Nggak ada yang serius sayang. Paling juga urusan karyawan, mama kan gitu orangnya. Semua orang yang kerja ikut dia harus sempurna, nggak boleh ada cacat." Jelas Reyhan


"Perusahaan kamu bukan sih?" Tanya Siti bingung


"Perusahaan keluarga mama, tapi aku yang jadi ahli warisnya. Jangan tanya kenapa, aku sendiri juga nggak tahu. Dari sekian banyak cucunya nenek kenapa harus aku. Padahal aku juga bukan satu-satunya cucu laki-laki. Aku nyusul mama bentar ya. Jangan kemana-mana, kalau mau apa-apa tunggu aku aja." Ucap Reyhan mengecup kening Siti lalu beranjak dari ranjang


Siti merasa ada hal serius yang ingin dibicarakan oleh ibu mertua dan juga suaminya itu, tapi karena menyebut naman kantor ia berusaha untuk berpikir positif. Ia tak mau berpikir yang tidak-tidak.


Bu Lia sudah menunggu Reyhan dengan melipat tangannya di depan dada. Ia duduk di salah satu kursi yang di depannya terdapat meja sebagai pembatas antara satu kursi ke kursi lainnya.


Tak lama kemudian terdengar pintu terbuka dan bersamaan dengan itu Reyhan masuk ke ruang kerjanya dan kembali menutup pintunya. Ia duduk di depan Bu Lia.


"Ada masalah apa ma di kantor?" Tanya Reyhan yang benar-benar percaya bawah ada masalah di kantor


"Kenapa dia?" Tanya Reyhan bingung


"Mama beberapa kali memergoki dia lagi natap kamu dengan tatapan suka. Mama takut kalau kamu merekomendasikan dia kerja di kantor, kamu ketemu terus tiap hari rasa suka itu berkembang menjadi cinta lalu obsesi, kalau sudah begitu dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan kamu." Ucap Bu Lia menyampaikan unek-uneknya.


Reyhan tertawa. "Mama ini lucu. Apa mama pikir aku akan tergoda begitu? Lagipula aku nyuruh kerja Mawar hanya karena menebus rasa bersalah. Biar dia nggak luntang luntung."


"Mama tahu maksud kamu tanggung jawab dengan apa yang sudah kamu lakukan. Tapi kalau ada udang dibalik batu gimana? Kita nggak tahu apa yang ada di pikiran orang lain Rey. Mama tahu betul wanita seperti Mawar itu hanya baik di wajah. Mama sudah khatam dengan wanita sejenis itu Reyhan."


"Iya mama, aku udah berubah. Mama percaya sama aku, aku nggak akan mudah tergoda." Ucap Reyhan menenangkan

__ADS_1


Bu Lia hanya khawatir dengan masa lalu Reyhan yang di kenal playboy oleh orang. Sebelum ia bertemu dengan mantan tunangannya ia dikenal mengoleksi banyak wanita, ia sering gonta-ganti pacar meskipun tak pernah ia bawa pulang.


Namun setelah tunangannya itu memutuskan untuk meninggalkannya, ia kembali ke jati dirinya yang suka bermain wanita. Itulah kenapa Bu Lia sangat takut jika Mawar terus menerus di dekatnya lama-lama ia akan tergoda.


**


Hari ini adalah hari pertama Mawar bekerja di kantor. Rupanya peringatan dari Bu Lia beberapa hari lalu tak di gubris oleh wanita itu. Ia berdandan secantik mungkin untuk menarik perhatian reyhan. Meskipun ia masih karyawan magang, ia harus bisa menarik perhatian dari pemilik perusahaan itu, pikirnya


Setelah berjalan 10 menit Mawar sampai di perusahaan Reyhan yang besar itu. Ia bangga bisa menjadi salah satu karyawan di perusahaan itu. Ia berjalan masuk dan bertemu dengan salah satu karyawan kepercayaan Bu Lia. Karyawan itu di utus untuk mengawasi kinerja Mawar.


"Mbak Mawar ya?" Tanya sorang wanita yang memakai hijab


"Iya mbak saya Mawar, karyawan baru." Jawab Mawar


"Saya Hana, sekretaris sekaligus kepercayaan pak Reyhan. Kalau begitu mari ikut saya, saya tunjukkan pekerjaan kamu disini." Ucap Hana berjalan lebih dulu agar Mawar mengikuti dirinya


Mawar mengernyitkan dahi, ia bingung kenapa harus dibawa ke ruangan yang dimana ruangan itu banyak para office boy dan girl.


"Ini seragamnya ya War. Kamu bisa ganti baju kamu dengan seragam ini. Untuk masalah pekerjaan kamu bisa tanyakan ke kepala bagian kebersihan ya. Saya tinggal, mudah-mudahan betah." Ucap Hana dengan senyum ramahnya. "Pak Karim, ini ada office girl baru, kasih tahu kerjaannya ya." Teriak Hana berbicara pada kepala bagian kebersihan.


"Baik Bu." Jawab pak Karim menghampiri Mawar


Mawar kesal, ia tak menyangka Reyhan akan memperkejakan dirinya sebagai office girl. Ia berjalan menuju ruang ganti dengan wajah kesalnya apalagi Mawar mendapat tatapan ejekan dari beberapa pekerja di sana tambah kesal saja hatinya.


"Emang di pikir mau diangkat jadi apa sih sama pak Reyhan? Kok dandan nggak sesuai jabatan." Bisik salah satu wanita yang ada di sana.

__ADS_1


Mereka hanya tertawa melihat tingkah Mawar yang sangat kentara bahwa ia sedang kesal lantaran dandanan dan seragam yang tak sinkron


Bersambung


__ADS_2