
Bu Lia melempar jas ke arah Reyhan, lantaran pria itu bukannya menjawab malah melongo saja.
"Habis ngapain kamu? Bekas lipstik siapa ini?" Cerca bu Lia
"Nggak ma, aku nggak habis ngapa ngapain beneran sumpah. Aku juga nggak tahu kenapa ada noda lipstik." Jawab Reyhan panik
Bu Lia menatap tajam sang anak.
"Ma, beneran aku nggak tahu. Kalau aku tahu ya udah aku lepas itu jas dari pulang tadi." Ucap Reyhan lagi
"Kamu ini ya, baru tadi bilang kalau kamu udah nggak main wanita. Sekarang lihat, malah ada bekas lipstik di jas kamu. Kamu nggak mikir apa, istri kamu sedang hamil, dia hamil anak kamu. Kalau Siti tahu gimana? Bisa stress dia, bisa mikir yang nggak-nggak. Kalau terjadi sama janinnya gimana?" Omel Bu Lia
"Ya Allah ma aku benar-benar nggak tahu itu lipstik siapa." Ucap Reyhan lagi berusaha meyakinkan ibunya. Sedetik kemudian ia teringat sebelum pulang kerja di tabrak Mawar dari belakang
"Oh aku ingat. Ini pasti bekas lipstik Mawar ma. Aku ta....." Belum selesai Reyhan menjelaskan bu Lia sudah memukul lengan Reyhan dengan keras
Plak
"Kamu habis ngapain sama wanita bermuka dua itu. Habis ngapain kamu." Teriak Bu Lia
"Nggak ngapa-ngapain ma. Mangkanya mama diem dulu aku jelaskan. Jadi pas pulang kerja tadi tuh dia nggak sengaja nabrak aku dari belakang dan bisa jadi lipstik dia ketinggalan di jas aku ma." Ucap Reyhan menjelaskan
"Itu pasti trik dia biar kamu berantem sama Siti, licik sekali dia. Untung aja Siti nggak ngeh kalau disini ada bekas lipstik. Jas ini biar mama yang urus, lain kali hati-hati Rey. Jangan bodoh please. Menghadapi wanita seperti Mawar juga harus pakai taktik." Ucap Bu Lia menasehati
"Kalau memang benar Mawar sengaja melakukan itu. Berarti aku harus mengikuti drama yang dia buat ma. Lihat saja nanti siapa yang jadi pemeran utamanya di drama yang dia buat sendiri." Ucap Reyhan percaya diri
Plak
"Apa sih ma, sakit lah." Ucap Reyhan mengelus lengannya
"Kamu jangan sok sok an mau mengikuti apa yang dia mau ya. Kalau kamu yang baper malah ribet urusannya. Nggak usah sok jadi pemain kalau nanti kamu yang dimainin malah runyam." Ucap bu Lia keluar dari ruangan kerja Reyhan.
Reyhan mengikuti langkah ibunya, namun ia berjalan menuju kamar. Ia tak menyangka Mawar cerdik juga.
__ADS_1
"Udah selesai mas?" Tanya Siti seraya mengunyah salad buahnya
"Udah sayang. Mau dong." Ucap Reyhan duduk di dekat Siti seraya membuka mulutnya
"Jas kamu mana?"
"Ada, dibawa mama tadi. Kotor soalnya."
Siti mengernyitkan tak percaya, namun sedetik kemudian ia tak mau ambil pusing.
"Sayang." Panggil Reyhan
"Hm." Jawab Siti
"Mau lanjut yang tadi." Bisik Reyhan
Siti meletakkan piringnya ke meja lalu menuruti keinginan suaminya.
Di pagi hari Reyhan berniat akan menunjukkan pada Mawar bahwa rencananya untuk membuat dirinya dan Siti bertengkar sudah gagal total. Ia berencana akan mengajak istrinya ke kantor pagi ini.
"Sayang ikut aku kantor ya." Ucap Reyhan pada Siti yang sibuk memasang dasi di leher suaminya
"Kenapa aku harus ikut?" Tanya Siti
"Ya nggak apa-apa, aku pengen ditemani kamu aja." Jawab Reyhan membelai pipinya Siti
Siti mengangguk, "Iya aku temani. Kamu turun, aku ganti baju." Ucapnya
Reyhan dan Siti berjalan bergandengan tangan melewati koridor kantor, Reyhan sengaja berlama-lama berjalan untuk mencari keberadaan Mawar. Beberapa langkah berjalan ia menemukan Mawar yang sedang mengepel lantai. Pria itu mulai menjalankan aksinya.
"Sayang, kamu nggak pengen apa-apa? Mau jalan-jalan ke luar negeri mungkin, atau mau kemana?" Tanya Reyhan seraya sesekali melirik Mawar
Siti sedikit bingung dengan pertanyaan yang di lontarkan suaminya, "ha? Nggak ada. Aku nggak ada keinginan ke luar negeri mas. Masih hamil juga, ntar aja kalau anaknya udah gedean. Masih lama tapi." Ucap Siti kembali mengunyah buah yang ia bawa
__ADS_1
"Kita merencanakan mulai dari sekarang yang. Eh ada Mawar, kerja yang rajin ya." Ucap Reyhan lalu berjalan lagi.
Mawar hanya mengangguk. Sedetik kemudian ia bingung dengan kemesraan Reyhan dan Siti. Bukannya bertengkar mereka malah menunjukkan kemesraan di hadapannya. Ia melanjutkan pekerjaannya dengan kesal karena gagal membuat Reyhan dan Siti bertengkar. Namun di sisi lain ia bingung apa yang membuat rencananya gagal.
"Aku rebahan di kamar istirahat kamu aja ya." Ucap Siti setelah sampai di ruangan Reyhan
"Iya tiduran aja." Jawab Reyhan mengecup kening Siti
Tak lama kemudian datang sekretaris Reyhan untuk menginformasikan bahwa sebentar lagi ada meeting di luar kantor. Ia keluar dari ruangan setelah meminta ijin pada Siti. Tak lupa ia mengunci ruangan agar tak ada yang masuk dan menganggu istirahat Siti.
Di koridor lagi-lagi ia di pertemukan oleh Mawar.
"Ini peringatan pertama, kalau kau ulangi lagi akan aku pastikan kau tidak akan berlalu lalang lagi disini." Ucap Reyhan di depan Mawar
"Maksudnya pak?" Tanya Mawar pura-pura bingung
Reyhan tersenyum kecut, "kamu menabrak ku untuk menciptakan noda lipstik di jas ku. Kau berharap aku bertengkar dengan istriku, iya? Tidak semudah itu. Kenapa kau melakukannya." Tanya Reyhan dengan tegas
Mawar mendadak gugup, "pak sungguh aku tak sengaja kemarin. Aku tak bermaksud untuk..."
"Kau ingin merusak rumah tanggaku?" Tanya Reyhan memotong ucapan Mawar. "Aku tahu, aku sudah melakukan kesalahan besar. Aku menampung mu di kantor ini bukan untuk merusak apa yang sudah ada aku bangun. Awalnya aku tidak percaya dengan apa yang diucapkan mama bahwa kau bermuka dua. Sejak kejadian kemarin, tidak ada yang aku ragukan lagi. Kau bukan hanya bermuka dua, tapi kau juga wanita tak punya malu. Aku kasian padamu, kau melakukan hal rendah untuk kesenangan mu. Sekarang katakan padaku apa maumu?" Tanya Reyhan
Mawar tak menjawab, ia terkejut dengan reaksi Reyhan yang begitu marah. Ia berpikir saat ini bukan waktu yang tepat untuk melawan, rendahkan dirimu sedikit Mawar, batin wanita itu.
"Saya nggak ada maksud begitu pak, saya benar-benar tak sengaja kemarin. Saya tidak tahu kalau lipstik saya menempel di jas bapak." Jawab Mawar memelas
Saat Reyhan akan membuka mulutnya sekretaris Reyhan datang kembali untuk memberitahu bahwa meeting segera berlangsung.
"Kali ini kau selamat, lakukan ini sekali lagi kalau kau berani." Tantang Reyhan dengan amarah lalu pergi
Mawar bernafas lega, ia tak bisa berpikir dari mana Reyhan tahu tindakannya kemarin adalah sebuah trik untuk membuat Reyhan dan Siti bertengkar. Ia harus lebih berhati-hati lagi dalam melakukan apapun, pikir wanita itu lagi.
Bersambung
__ADS_1