
Hari ini adalah hari yang di tunggu tunggu sekaligus hari yang menegang kan untuk Alex dan Risa.
Kenapa ?
Karena hari ini adalah hari dimana Risa akan menjalani operasi nya.
Pencangkokan Jantung untuk nya.
Risa sudah masuk ruangan Operasi sejak sejam yang lalu.
Alex terus mondar mandir di depan ruangan operasi Risa.
Dan hari ini dia sengaja meminta ibu nya untuk datang kerumah bersama Bi Juli untuk bermain dengan Sky.
Semua berjalan dengan semesti nya, Entah lah, Tapi perasaan Alex saja yang terlalu takut.
Dia ketakutan sendiri di luar ruangan itu sampai saat jam sudah menunjukan pukul 4 sore, Dan lampu Ruangan tempat dimana istri nya berada sudah berubah.
Dari jam tadi nya berwarna merah, Kini berganti hijau.
Tak lama beberapa petugas keluar dari ruangan itu dengan wajah yang cukup melelahkan.
" Bagaimana keadaan istri ku ?" Alex bertanya dengan raut wajah datar nya.
Harap harap cemas memikirkan hal terburuk.
Dokter tadi berhenti di dekat nya dan membuka masker nya.
Tetap pada protokol kesehatan ya.
Jaga jarak Aman.
" Nyonya baik baik saja Tuan. Bersyukur semua nya bejalan lancar. Hanya tinggal sadar dan pemulihan saja. Untuk sejauh ini semua nya berjalan baik. Tidak ada tanda tanda komplikasi. Untuk pemeriksaan lanjutan, Akan di lakukan secara berkala. Kontrol setiap hari Dan setelah keluar dari rumah sakit, Akan ada kontrol lanjutan. Seminggu sekali selama setahun Full. "
Penjelasan singkat dari dokter tadi dapat di serap Alex dengan cepat.
" Baik. Terima kasih. " Dokter tadi melonggo, Dia sama sekali merasa kaget saat mendengar Alex berterima kasih pada nya.
" I-iya Tuan..." Dokter tadi menunduk hormat sebelum meninggalkan nya.
Alex ? Dia hanya menatap acuh saja dokter tadi.
Tak lama Ranjang pasien berisi istri nya di bawa keluar dari ruangan Operasi tadi dan di bawa ke ruangan VVIP, Ruangan rawat intensif.
Untuk sementara ini, Pasien tidak di biarkan untuk di kunjungi banyak orang dulu sebelum sadar.
Dan Alex mengerti prosedur rumah sakit, Walau dia bukan seorang dokter atau tim medis.
Tapi dia benar benar paham.
Di lihat nya Dada Risa yang menyembul membesar itu.
Dia tau, Pasti jika istri nya saat ini sadar, Dia akan mengeluh dan merintih sakit dan berdenyut karena Sky belum menyusu pada nya.
__ADS_1
Dan biasa nya dua jam sekali Risa memberi Sky Asi atau memompa nya.
Entah terlalu cinta atau bagaimana , Tapi Alex memang begitu memperhatikan istri nya.
Karena memang Alex benar benar mencintai istri nya itu.
" Kau akan sehat Dear, Kau akan sehat. Bertahan lah untuk kami..."
Cup
Alex mencium kening Risa dan keluar dari ruangan itu.
Dia sengaja meninggalkan Pengawal disana karena dia ingin sekedar membersihkan diri di ruangan lain yang memang juga di sewa nya.
Walau hanya untuk sekedar mandi dan memejam kan mata walau sejenak.
Lain dirumah Alex saat ini, Tepat nya dirumah lama nya.
Tuan Erick mengamuk karena tidak mendapatkan istri pertama nya itu.
Istri sah dan menantu kesayangan ayah nya, Karena Eline, Ibu nya Alex adalah wanita baik baik.
" Katakan dimana Istri ku ?" Bentak nya menggelegar.
Dia sudah di butakan oleh Almeera istri muda nya itu.
Entah cinta atau hanya obsesi semata karena Gaya bercinta ala Almeera adalah gaya sekss bebas dan tergolong ekstrem.
Dan itu yang di sukai nya ! Lebih tepat nya di sukai Tuan Erick yang memang juga termasuk dalam golongan maniak Sekss.
" Kami tidak tau Tuan, Kami hanya tau Supir Tuan Alexander menjemput Nyonya bersama Bi Juli. " Jawab Pengawal disana.
Di saat bersamaan di rumah sakit, Alex mendapatkan telepon dari Markus tentang kedatangan ayah nya yang mengamuk dirumah Nyonya Eline.
" Tuan, Ayah anda mengamuk mencari Nyonya Eline dirumah. Dan kata penjaga, Ayah anda mengancam ingin menghancurkan rumah itu." Alex mengendikan bahu nya yang kini.
" Kau tau aku tidak akan jatuh miskin karena rumah itu di hancurkan nya. Katakan pada nya, Rumah itu ku sedekahkan untuk nya jika dia tidak mampu membeli rumah lagi karena rumah utama adalah hak nya Justin dan ibu nya. Walau aku tau ibuku lebih berhak !" Penjelasan dari Alex di tampung Markus.
" Baik Tuan. Saya akan laksanakan. Lalu bagaimana dengan para pelayan dirumah itu ? Dan penjaga nya ?" Tanya Markus kini.
" Katakan pada mereka. Mereka akan bekerja di perusahaan sebagai Office Girl atau pengelola kantin. Terserah mereka. Masih ingin bekerja atau berhenti ! Kau tau apa yang harus kau lakukan !"
" Baik Tuan. Saya mengerti. !" Jawab Markus sopan dan dia langsung menuju lokasi tempat dimana Tuan Erick sedang mengamuk saat ini.
" Tangani dulu meeting bulanan ini Honey. Aku akan segera kembali. "
Markus langsung mencium dan melummat bibir Lisa istri nya itu.
Dan mereka berciuman cukup lama disana.
" Aku mencintai mu, Nanti malam pakai yang hitam ya. Kita akan melakukan nya di dapur kali ini. " Lisa hanya mengangguk saja.
Inilah Markus yang sebenar nya. Fantasi bercinta suami nya sangat luar biasa menurut Lisa.
__ADS_1
Markus telah pergi menuju rumah lama Tuan nya, Alexander sang penguasa.
Sementara Alex, Setelah pembicaraan nya dengan Markus terputus dia memijat pelipis nya berat.
Rasa kesal di hati nya semakin menjadi kala mendengar dan melihat ayah nya yang semakin tua semakin bodoh itu.
Bukan hanya sekali, Berkali kali ayah nya melakukan ini pada nya dan pada ibu nya Justin.
Mama Michel.
" Jika bukan ayah ku, Sudah ku pastikan Tua bangka itu ku cincang hingga habis !" Geram nya menatap nyalang ke arah keluar jendela kamar nya kini.
Dia hendak memejamkan mata nya barang sejenak saja. Tapi Rasa rindu nya pada bocah gembul itu teramat sangat di rindukan nya.
" Dimana Sky ?" Tanya Alex pada Maura Kepala pelayan dirumah istri nya .
" Sky sedang bersama Oma Eline dan Nenek Juli Tuan..." Maura menjelaskan nya.
" Bawa aku melihat nya. " Maura mengangguk mengerti dan menuju ruang keluarga yang kini sudah berserakan.
Kini panggilan Vidio sudah berganti dari panggilan suara biasa tadi.
Disana Alex dapat melihat Sky, Anak nya itu sedang bermain dengan kedua wanita yang berarti dalam hidup nya.
Lalu Alex menatap heran ke arah Dimana Anak nya kini sedang bermain mainan nya.
" Sky, Ini ada Papa..." Maura mendekat kan ponsel nya ke arah Baby Sky.
Sky menatap antusias wajah garang itu. Jika dia bisa bicara mungkin dia akan mengatakan dia merindukan Papa nya itu.
" Papapapa..." Alex tersenyum disana.
" Sky, Jangan nakal dengan Oma dan Nenek ya Nak. Papa belum bisa pulang. Mama belum sadar. Tolong doakan Mama ya Nak. Agar Mama lekas sehat. "
" Mamamama...." Alex kembali tersenyum saat mendapatkan respon dari anak nya itu.
Prak...
Ponsel Maura terjatuh karena di hempas oleh Sky.
" Hey, Siapa kau ?" Maura kaget disana.
" Aku akan mengganti ponsel mu. Sky masih kecil. Dia tidak tau barang apa itu. " Maura mengangguk.
" Baik Tuan. Tapi ponsel saya baik baik saja. "
" Terserah ! Aku akan mengatakan nya pada Markus ! Kirimkan nomor rekening mu pada nya. " Maura hanya mengangguk disana.
" Jaga anak ku dengan benar. Jika Sky sampai terluka dan lecet sedikit saja. Aku pastikan kalian mendapatkan balasan nya! " Belum sempat Maura menjawab.
Alex sudah mematikan Ponsel nya.
__ADS_1
Dan Kedua wanita berusia Senja itu hanya bisa menghela nafas nya berat dan geleng kepala saja mendengar ultimatum dari Alex.
...❤️❤️❤️ ...