
Ini adalah hari terakhir kencan Sky dan Mawar, Dimana hari ini juga Sky meminta kepastian atas apa yang telah mereka rasakan dan mereka jalani selama seminggu ini pula.
Dan hari ini juga, Sky ingin Mawar tau, Bahwa dia benar benar memiliki perasaan Cinta ala anak remaja, Dan semoga berubah menjadi Cinta orang Dewasa seiring bertambah nya usia mereka.
Entah lah, Entah mengapa Sky bisa sampai berpikir sejauh itu, Hanya dia yang mengetahui nya sendiri.
" Huh ! Kau harus bisa mengendalikan diri mu Sky, Jika Mawar menolak mu, Kau harus bisa mengerti nya, Tapi...Ahhh...Mawar harus menerima ku ! Apa yang harus di tolak nya dari mu ? Kau Tampan, Sudah jelas ! Kaya ? Sudah bukan lagi kebohongan, Bak hati ? Kurang apa kau selama ini ? Inti nya semua yang ada pada diri mu itu sempurna Sky, Kau adalah langit terindah di Galaxy ini. " Ucap nya sombong sambil terus berkaca melihat penampilan nya malam ini.
" Ketampanan yang sempurna !" Gumam nya lagi.
Jika sudah begini, Siapa lagi yang bisa menandingi ketampanan nya ? Satria ? Boleh lah jika beradu tampan dengan nya, Lalu Thunder ? Sih wajah dingin itu ?
Walau dia tampan, Tapi senyuman nya sedikit, Dan itu membuat wajah nya menjadi suram.
" Let's go Sky ..Kau sangat tampan seperti baisa nya. " Sky terus memuji diri nya sendiri, Sampai dia tidak sadar bahwa kakak nya sudah berada di sofa kamar nya.
Dan saat dia berbalik, Betapa terkejut nya Dia saat melihat Prince Ice sudah duduk disana menatap dingin ke arah nya.
" Batas toleransi hanya sampai jam 10 malam. Dan besok jam 8 kau harus sudah sampai di bandara, Jika tidak ingin orang orang Papa yang akan menyeret mu untuk pulang !"
" Are you kidding me bro ? Mana mungkin papa memberi ku pengawalan !" Matheo hanya menatap nya saja tanpa ingin bicara.
" Apa kau yakin ? Jika tidak percaya itu terserah mu ! Tapi aku Berani bertaruh, Jika setiap saat nya, Ponsel atau iPad Papa di penuhi dengan berita mu. Entah itu kencan mu, Atau semua yang kau lakukan selama disini !"
" Oh **** !" Umpat Sky baru menyadari kebodohan nya selama ini.
Mana mungkin Papa nya tidak memberi nya pengawalan ? Sial ! Sky ingat saat dia bersama Mawar menepi di emperan, Lalu makan jajan, Main di puncak, Makan bakso, Sate Madura, Dan hal hal konyol lain nya lagi.
Bahkan saat ini ???
" Aaahhhkkk....Papa !!!!" Teriak nya lagi merasa kesal dengan Papa nya yang selalu menjaga nya begitu posesif, Sky bisa menjaga diri nya sendiri.
Tidak perlu memakai orang lain lagi !.
Tapi amarah dan rasa kesal nya hilang, Saat dia kembali teringat kencan nya dengan Mawar.
Dan senyuman kembali menghiasi wajah nya, Bahkan malam ini Sky tidak membawa motor nya, Dia membawa mobil kakak nya lagi, Dia meminjam nya, Ya walau harus banyak drama terlebih dahulu.
" Kau terlambat !" Ucap Mawar saat Sky baru sampai dirumah nya Dan masuk ke dalam mobil.
Sky hanya tersenyum saja.
" Sorry, Macet tadi. "
__ADS_1
" Biasa nya bawa Motor, Kenapa bawa mobil ? Ini lagi, Sport Car , Kau gila ya ?"
" Tidak terlalu gila, Tapi bisa gila jika tanpa mu. "
" Kau mulai membual lagi. !" Mawar memilih melihat ke arah kaca mobil yang di ke darai oleh Sky malam ini.
Dan penampilan kedua nya pun terlihat sangat cocok dan serasi. Gaya Kencan ala anak remaja .
" Kita Kemana ?" Tanya Sky mencoba membuka penawaran untuk Mawar.
" Terserah kau ! Asal jangan membawa ku ke kuburan malam malam, Kehutan dan ke--"
" Aku akan membawa mu ke hotel !" Bola Mata Mawar langsung melotot menatap ke arah Sky.
Sementara yang di tatap hanya biasa saja.
Sky sudah menyiapkan segala nya, Dia akan membawa Mawar ke Gedung Perusahaan Kakak nya, Dimana disana nanti mereka akan bicara di Rooftop gedung pencakar langit itu.
" Bercanda !" Jawab Sky lagi saat melihat tatapan tak bersahabat dari Mawar.
Mawar hanya menggunakan celana pendek dan kemeja over size saja sangat cantik di mata Sky, Apalagi memakai gaun pengantin.
" Ayo turun !" Sky membuka pintu mobil mahal milik kakak nya untuk Mawar, Karena memang Mawar tidak mengerti cara membuka nya.
Bola mata Mawar masih menyusuri menatap daerah sekeliling nya.
Sampai saat satpam datang menghampiri mereka dan membungkuk hormat untuk Sky.
" Sesuai perintah Tuan Theo, Ini kunci Kantor, Dan di atas juga sudah di siapkan Den. " Sky membalas senyuman nya.
" Terima kasih, Ini untuk bapak. "
" Tidak usah Den, Saya hanya menjalankan tugas dari Tuan Theo. "
" Dan bapak mau Kakak ku marah karena bapak menolak adik nya ?" Sang satpam menggeleng dan lalu menerima apa yang di paksa Sky pada nya.
" Ayo masuk. "
" Jangan gila ya Sky, Aku gak mau !" Mawar sedikit risih, Dia memakai celana pendek di kira nya hanya kan jalan jalan saja dengan Sky, Tapi ini Aku membawa nya ke gedung tinggi ini ?
Mau apa dia ?
" Aku tidak akan melakukan hal bodoh yang akan ku sesali seumur hidup ku Mawar. Maka percaya lah pada ku. " Mawar pasrah saja saat Sky menarik tangan nya dengan lembut dan membawa nya ke atap gedung tinggi ini, Gedung yang terdiri dari 38 lantai, Full dari Base man menjadi 40 lantai.
__ADS_1
" Ayo disana. " Sekali lagi, Sky menarik tangan nya untuk membawa nya ke bangku yang sudah di siapkan disana .
Tak lama mereka duduk dan sampai, Kembang Api mulai meletup letup di udara, Berwarna warni menghias langit penuh bintang mal ini, Bahkan disini juga sudah di sediakan teropong Sama seperti yang di lihat nya dirumah Sky waktu itu.
" Kau suka ?" Mawar menatap ke arah Sky .
" Apa ini untuk ku ?" Tanya Mawar balik.
Sky hanya tersenyum tulus untuk nya dan mengangguk.
" For you !" Mawar tersenyum.
Indah, Itu lah yang bisa di katakan Sky untuk Mawar saat senyuman tulus itu di berikan kepada nya.
Senyum langka seorang Mawar.
" Besok aku berangkat jam 8 pagi. " Sky membuka percakapan mereka malam ini di temani bintang bintang, Letupan kembang api, Dan semilir angin sejuk di malam hari.
Sebenar nya Sky ingin mengajak Mawar makan malam, Tapi kata nya Mawar sudah makan. Maka dia menjalankan rencana kedua nya saja lah di Rooftop ini.
" Ya, Hati hati di jalan, Maaf tidka bisa mengantar mu. " Sky menatap ke arah Mawar.
" Benar benar tidak bisa ya ?" Terdengar kecewa, Tapi Sky memaklumi nya.
Bahwa Mawar juga sekolah, Bahkan tadi saat acara perpisahan di sekolah pun Sky terus diam, Dia lebih nyaman sekolah disini, Tapi itu tidak akan mungkin.
Karena sekolah nya hany akan terjadi setahun lagi. Dan juga sang penguasa tidak akan memberi nya izin untuk itu.
" Lalu perasaan mu?" Mawar menatap ke arah Sky yang bertanya tentang perasaan nya.
Perasaan apa yang di maksud Sky ?
" Selama seminggu ini kita berkencan ala anak remaja, Saling, mengenal dan mencoba mendekatkan diri. Jadi kau ingat bukan ? Apa yang ku katakan seminggu yang lalu ? sebelum kita kencan ?" Mawar masih diam di tempat nya
Dia bingung harus menjawab apa untuk sky ? Apa yang harus di jawab nya ? Mawar benar benar bingung untuk menceritakan apa yang di rasakan nya saat ini.
" Katakan saja yang sejujur nya Mawar, Agar aku bisa kembali kerumah ku dengan tenang, Jangan terus mengukur tali, Aku takut tidak bisa menggulung tali tali yang kau ulurkan. Aku takut, tali itu putus saat aku hendak menggapai nya. " Mawar tertegun.
Perkataan Sky membuat nya semakin ragu.
Apa yang haru di jawab nya saat ini ? sementara selama seminggu yang mereka jalani itu penuh dengan cerita ala remaja, Tolong beri tau Mawar, Apa yang harus di lakukan nya ??
Apa yang harus di jawab nya untuk Sky ?
...❤️❤️❤️...
__ADS_1