Belenggu Cinta Sang Penguasa

Belenggu Cinta Sang Penguasa
Mangsa


__ADS_3

Sebenar nya Alex sangat dan sangat sangat malas menghadiri acara seperti ini.


Terlebih Markus tengah memantau nya di balik layar, Dan kali ini Pin Dasi milik nya adalah Kamera canggih yang di kembang kan oleh orang orang tertentu nya saja.


Alex memiliki itu, Dan memakai nya.


Berjalan dengan gaya angkuh nya, Alex masuk ke dalam ruangan besar dimana dia sudah di sambut oleh orang orang yang siap menjilat untuk nya.


Semua akan mereka lalukan demi mendapatkan simpatik dari seorang penguasa seperti Alex.


Dan Dia tidak suka itu.



" Jika sampai aku menemukan nya disini, Aku tidak jamin akan memastikan nya baik baik saja. " Ucap Alex pada diri nya sendiri.


Dia sangat membenci pria yang akan menjadi lawan nya kelak.


Dia sudah tidak sabar menantikan waktu dimana mereka berhadapan langsung dan melihat siapa yang terkuat di antara mereka .


Alex sudah muak berada disini, Markus tidak bisa ikut dengan nya karena memang dia memantau semua nya.


Dan karena itu Alex terpaksa harus melakukan ini sendirian .


" Selamat datang Tuan Alexander ..Lama tidak bertemu, Aku dengan anda baru pulang dari libur panjang anda. " Alex menautkan sebelah alis nya.


Pria ini tau ? Apa dia salah satu rekan kerja nya ?


" Apa aku harus menjawab pertanyaan mu ?"


Deg !


Sombong sekali jawaban pria di hadapan nya saat ini.


Tapi kesombongan nya memang benar, Ada yang di sombongkan nya bukan ?


" Ahh ..mana mungkin anda mau menjawab pertanyaan orang biasa seperti saya ini. " Semakin muak Alex melihat semua kepalsuan yang di ucapkan orang di hadapan nya saat ini.


Jika membunuh orang di muka umum bukan tindakan kriminal, Maka Alex dengan senang hati menebas kepala nya saat itu juga.


Tapi ini Negara hukum ! dimana semua sudah tertera peraturan nya.


" Kau tau ? Lebih baik lagi aku bicara pada pengemis di jalanan yang memang dia cacat kaki tangan atau mata nya, Dari pada harus bicara dengan manusia manusia yang memiliki cacat mental !".


Skak !


Cacat mental ? Apa maksud sang penguasa itu ? Siapa yang cacat mental ?


" Kau, Berkaca lah lebih dulu. Percuma pakaian yang kau kenakan itu sangat mahal jika diri mu saja tidak mencerminkan bahwa kau layak dan setra dengan setelah Jas mu yang berharga puluhan juta. "

__ADS_1


Alex meninggalkan orang tersebut hingga dia menghidup kan sebatang rokok nya di halaman belakang gedung tempat acara itu berlangsung.


Alex berjalan mendekat ke sebuah arah, Arah dimana dia merasakan sesuatu disana, Apa dan siapa yang berani mengintai nya saat ini.


Grep !


" Aaa...hhhkkkk...." Pekik tertahan orang tersebut.


" Kau kira aku bodoh ? Serangga seperti mu hanya sampah yang mengotori udara saja. "


" Am-ampuni saya Tuan...."


Krak...


" Aaaahhhkkkk...." Jerit kesakitan menggema di halaman terbuka itu.


Tangan pria yang telah berani menatap dan memantau Alex itu patah saat dengan santai nya Alex mematahkan nya dengan sebelah tangan nya saja.


Luar biasa sekali kau Alexander, Mematahkan lengan seseorang dengan tak tau belas kasih nya.


" Membosan kan. " Gumam nya lagi terus menghisap Nokitin yang terus di hisap dan di hembuskan nya kepulan asap perusak. udara itu.


Tap...Tap....Tap


Alex menghitung derap langkah pria yang akan mendekat ke arah nya saat ini.


Alex menatap wajah angkuh itu dengan perasaan kesal nya.



Alex menyunggingkan senyuman setan nya saat melihat siapa yang berada di samping nya saat ini.


" Senang bertemu anda Tuan Alexander..." Sapa nya ramah.


Alex tidak menjawab, Melirik pun Alex enggan.


" Ahh, Ternyata rumor yang beredar itu benar, Bahwa anda sangat luar biasa. " Alex masih diam menatap ke arah lurus di depan nya.


" Apa kita bisa menjalin kerja sama ? sebagai rekan kerja mungkin ? Atau teman ?" Kali ini Alex melirik ke arah pria di hadapan nya saat ini.


Sorot mata tajam Alex memindai setiap inci dari tubuh besar pria di hadapan nya.


Jika soal badan, Badan Pria ini memang lebih besar dari tubuh tegap nya.


Tapi, Jangan pernah meremehkan sepak terjang seorang Alexander.


" Pertama, Aku tidak mengenal mu, Kedua dan ketiga nya. Aku tidak berminat menjalin kerja sama dalam bentuk apapun terhadap mu dan berteman dengan mu. " Pria itu hanya tersenyum saja mendengar ucapan pedas dari Alex.


Benar ternyata, Bahwa lidah seorang Alexander sangat tajam dan berduri mungkin.

__ADS_1


" Ah...sayang sekali kita tidak bisa bekerja sama, Padahal saya memiliki barang premium yang bisa membuat anda merasakan terbang . " Alex hanya menyunggingkan senyuman nya saja.


" Kau telah salah memilih lawan mu bung. Bahkan dengan kedua tangan ku saja aku bisa melakukan hal yang sama sekali tidak pernah kau bayangkan. Mungkin seperti memerahkan leher mu. " Ucap nya dengan santai tanpa rasa beban sedikit pun.


Tadi tangan orang di patah kan nya seakan sedang mematahkan ranting pohon yang rapuh.


Lalu ? Dia ingin kembali mematahkan leher pria yang sekujur tubuh nya di penuhi tatto itu.


Alex adalah penikmat seni lukis di kulit, Tapi jika untuk sekujur badan ? Alex tidak akan melakukan nya.


Karena Sang bidadari akan marah nanti nya.


Mengingat Risa dia jadi mengingat dan sangat merindukan kekasih hati nya itu.


" Wah...saya takut sekali, Apa salah saya Tuan sehingga anda ingin mematahkan leher saya ?"


" Kau tau ? Bahkan aku ingin mematahkan kaki kiri mu mungkin. Bagaimana jika aku bilang bahwa ada orang yang sangat menginginkan nyawa mu ? Apa kau percaya ?"


" Hahahaha...ternyata anda lucu juga Tuan, Selera humor anda cukup bagus. "


" Apa kau lihat aku seperti bercanda ? Dan aku pastikan tawa mu ini adalah awal dari sebuah kehancuran mu. Aku jadi ingin melihat nanti nya, Apa kau masih bisa tertawa seperti ini saat itu tiba ? Aku rasa tidak. " Alex berbalik arah dan bersiap meninggalkan Pria itu.


Namun langkah nya terhenti saat mendengar ucapan dai orang tersebut.


" Anda terlalu sombong, Tidak kah anda pernah mendengar bahwa di atas langit masih ada langit ?" Ucap nya penuh kesombongan saat melihat Alex berhenti melangkah.


" Dan langit yang ku pijak itu mungkin saja lebih tinggi dari mu ! Maka berkaca lebih dulu. Sudah ku bilang, Kau salah telah memilihku sebagi lawan mu Tuan Roy Martin..."


Deg !


Jantung Pria itu berdetak kencang saat Alex menyebutkan nama asli nya.


Siapa pria di hadapan nya saat ini ?


Kenapa dia bisa tau nama asli nya ? Bahkan tidak seorang pun mengetahui nama asli nya selain keluarga mantan istri nya yang habis di bantai oleh nya.


Semua orang hanya mengenal nya sebagai Juan James Ramon sebagai nama samaran nya.


Lalu kenapa Alex tau nama yang sangat di sembunyikan nya ?


Alex tersenyum setan saat tidak mendapatkan jawaban apapun dari pria yang akan menjadi lawan nya nanti.


" Dan saat itu tiba, Aku lah yang akan menjadi malaikat maut mu, Dan seseorang nanti yang akan menjalankan tugas ku untuk membutuh manusia pengabdi setan dan dunia kegelapan seperti mu. Kau telah menembak kan nyawa nyawa tidak bersalah hanya untuk kepuasan bejad mu. Dan kau hebat untuk itu. "


" Hahahaha...Anda terlalu percaya diri Tuan Alexander . "


" Dan insting ku tidak pernah meleset!" Setelah mengatakan hal itu Alex benar benar meninggalkan Pria yang bernama asli Roy Martin yang saat ini tengah mengumpat nya dengan segala umpatan umpatkan bejad nya.


...❤️❤️❤️ ...

__ADS_1


__ADS_2