Belenggu Cinta Sang Penguasa

Belenggu Cinta Sang Penguasa
Emosi


__ADS_3

Alex sudah mendarat di Negara I, Dia bahkan tidak tidur sedikit pun selama perjalanan.


Dia terus saja termenung dan memikirkan keadaan istri nya saat ini yang kata nya tengah koma.


Ya, Tuhan...inikah balasan atas dosa dosa nya di masa lalu ?


Jika iya, Alex akan menebus nya, Alex akan bertaubat, memohon ampun atas segala dosa yang telah dia lakukan...


" Langsung kerumah sakit Joe. "


" Tapi Bos---"


" Aku bilang langsung kerumah sakit ! Apa kau tuli huh ???" Bentak Alex.


Joe memaklumi nya, Karena memang kondisi Alex sedang tidak baik baik saja saat ini.


Mental nya terguncang dengan keadaan saat ini. Tapi dia adalah pria hebat yang tetap kuat berdiri dengan pendirian nya sendiri.


" Baik Bos..." Joe Mambawa Alex ke arah mobil.


Dan saat hendak membantu nya, Alex menolak dan dia masuk ke mobil nya sendiri dengan keadaan sebelah kaki kiri nya saja.


Hal itu membuat Joe merasa bersalah karena telah menyakiti hati Bos nya.


" Maaf Bos, Bukan maksud saya untuk --"


" Diam dan tutup mulut mu rapat rapat !" Joe kembali terdiam.


Dia merasakan sikap Alex semakin kejam dan dingin setelah kejadian itu.


Di tambah Bagian bagian penting dalam tubuh nya tidak berfungsi dengan baik, keadaan istri nya saat ini ?


Joe tidak bisa membayangkan bagaimana jika dia yang berada di posisi pria itu.


Sepanjang perjalanan Alex terus saja diam menatap keluar jendela, Dia sangat merindukan istri nya, Tapi kenapa harus takdir seperti ini ?


Mereka sudah sampai dirumah sakit, Alex kembali menaiki kursi roda nya, Joe sendiri yang mendorong nya dari belakang.


Mereka sudah sampai di lorong menuju ruangan Risa.


Dari jarak 20 meter, Tom sudah melihat aura menyeramkan disini.


Wajah tak bersahabat Alex, Di tambah keadaan Nyonya mereka saat ini.


Siap tidak siap Tom dan barisan para penjaga harus menyiapkan diri dan mental mereka.


Jarak tinggal 5 meter lagi, Dan udara di sekitar nya semakin sesak dan menyeramkan.


Saat Kursi roda yang di dorong Joe sudah semakin dekat dengan Tom, Kepala Penjaga yang di tugas kan nya untuk menjaga keluar nya itu.


Tanpa di duga siapa pun, Alex menendang Tom hingga terjungkal.


Dugh...


Hanya dengan sebelah kaki kiri ? Bahkan keadaan dan kondisi tidak sehat Alex bisa melumpuhkan Tom yang berdiri tegak ?


Luar biasa !


Itu lah yang ada di pikiran para penjaga saat ini.

__ADS_1


" Katakan ! Hukuman apa yang pantas aku berikan karena kau telah lalai menjaga istri ku ! Dan kau berani menyuruh istri ku untuk mengemudi ? Ada berapa nyawa mu ? Hingga kau berani lancang ???"


Deg !


Jantung Tom berdetak lebih cepat. Bukan dia takut, Tapi kebenaran yang di katakan nya pada Markus membuat nya berada dalam bahaya.


Tapi jika dia tidak jujur juga akan lebih parah bukan ?


" Seret dia ! Bawa ke ruang bawah tanah. Ikat dan rantai kaki tangan nya !" Alex melirik ke arah Joe.


Joe hanya mengangguk dan mendorong kursi roda Alex masuk ke ruangan Risa.


Mencoba menguatkan hati nya, Alex masuk dan kini sudah berada di sisi pembaringan Risa.


" Pergi !" Titah nya pada Joe.


" Baik Bos, Kalau perlu sesuatau--"


" Pergi kataku !!!" Ucap nya lagi.


Kali ini lebih dingin dari sebelum nya, Joe membungkuk dan pamit keluar.


Setelah dia keluar, Dia memberi semangat pada Tom, Dan Tom mengakui kesalahan nya yang telah membuat Risa hingga dalam keadaan begini.


Inilah saat saat yang di tunggu nya.


" Risa..." Kata pertama yang keluar dari bibir tebal Alex.


Dia semakin mendekatkan kursi roda nya ke sisi sang istri.


Kini dia meraih tangan istri nya, Di cium nya dnegan sayang, Bahkan sebelah tangan nya lagi mengelus perut Risa yang sudah mulai membulat.


Namun dia merasakan sakit dan berdenyut di pergelangan tangan nya yang di jadikan penopang untuk dia berdiri .


" Aah, Sshhh..." Ringis Alex kembali terduduk di kursi roda nya saat merasakan denyut dan nyeri sekaligus di pergelangan tangan nya.


" Hahaha...Kau lihat ? Aku Pria lemah saat ini. Bahkan untuk menggapai mu saja aku sulit. " Tawa penuh kesakitan itu jika ada yang mendengar nya pasti juga larut dalam suasana menyedihkan ini.


Sang Penguasa saat ini dalam keadaan tidak baik baik saja.


" Hanya untuk menggapai mu saja aku tidak bisa ?? Kehidupan macam apa ini ?? Katakan apa yang harus aku lakukan Risa ,???" Alex menelungkupkan wajah nya di sisi pembaringan Risa.


" Katakan pada ku, Apa yang harus aku lakukan ? Kaki ku lumpuh, kedua tangan ku bahkan tidak mampu untuk menggapai mu, Lalu apa yang harus aku lalukan saat ini ?" Lirih nya lagi.


Bahkan air mata nya sudah keluar saat ini.


Dia menangisi keadaan mereka saat ini, Bahkan untuk sekedar menggapai istri nya saja dia sudah tidak mampu ?


Lalu bagaimana cara dia melindungi istri dan anak anak nya nanti ?


" Kau tau ? Sedikit pun tidak pernah terbayang oleh ku berada di posisi ini, Jadi katakan pada ku apa yang harus aku lakukan ? Bagaimana aku ingin membagi rasa sakit mu ? Bahkan aku sendiri saja tidak mampu untuk menopang diri ku sendiri Tarisa, Katakan aku harus apa ???" Terisak.


Terguncang, Bahkan tubuh Alex bergetar, Dia menangisi keadaan mereka saat ini, Jika bisa, Biarkan semua rasa sakit itu dia yang merasakan nya, Jangan istri nya, Jangan anak anak nya.


" Apa Tuhan sedang menghukum ku ? Karena pendosa seperti ku ??? Apa ini Karma bagi ku ? Karena segala dosa dosa ku di masa lalu ?" Alex mengangkat wajah nya dari sisi Risa.


Kini dia berusaha untuk menggapai Risa.


Dia hanya bisa mengelus Pipi mulus itu.

__ADS_1


Sakit sekali dada Alex saat melihat alat alat penunjang kehidupan yang terpasang di bagian tubuh istri nya.


Ya, Tuhan...Alex tidak kuat.


Saat melihat Risa mengalami guncangan setelah melahirkan saja itu sangat menyakitkan untuk nya.


Apalagi saat ini ? Istri nya menutup mata dan tak bergerak sedikit pun.


Hanya suara monitor yang menandakan bahwa Risa nya masih hidup saat ini.


" Sayang...Alex ..Sakit.. " Risa mendengar suara suami nya.


Tapi kenapa suara nya kemah sekali ? Apa yang telah terjadi ?


" Aku merindukan mu Tarisa, Aku merindukan Mu Dear...Bangun ..Temani aku Dear, Tolong...." Alex kembali terisak...


Saat dia melihat wajah istri nya, Dia melihat Air mata Risa keluar dari sudut mata nya.


" Aku tau kau mendengar ku Dear, Bangun...Aku membutuhkan mu saat ini, Aku lapar, Aku merindukan roti isi Mix buatan mu, Aku merindukan susu hangat buatan mu, ayo bangun...Temani aku..." Alex terus bicara pada Risa.


Dia mengusap air mata yang terus keluar dari sudut mata istri nya.


" Tidak kah kau merindukan ku ??? Ayo bangun...Aku ada rahasia yang ingin ku katakan pada mu, Ayo bangun Dear...bangun Risa...aku membutuhkan mu saat ini. " Alex kembali terisak.


Dia terisak dengan sangat pilu, Sebelah tangan nya memeluk erat tubuh istri nya.


Dia benar benar merindukan istri nya.


" Ayo bangun...Bangun Tarisa ..."..


Ceklek...


Pintu ruangan terbuka, Dan para dokter serta Perawat datang untuk memeriksa keadaan Risa pun heran melihat seorang pria bule yang berada di kursi roda tengah terisak di sisi pasien koma itu.


Apa dia suami nya ? Mereka kagum dengan sosok itu.


Namun kekaguman mereka langsung sirna kala mendengar suara menakutkan itu.


" Keluar !"


" Maaf Tuan, Tapi kami harus memeriksakan keadaan pasien..."


" Aku bilang keluar !!! Aku ingin bersama istri ku !!!"


" Tapi Tuan, Ini sudah kewajiban ka--"


" Joe ! Seret mereka keluar !!! Aku tidak ingin melihat mereka. "


" Tapi Bos...mereka hanya ingin memeriksakan keadaan Nyonya. "


" Keluar kata ku !!!" Bentak nya menggelegar.


Karena hal itu Joe terpaksa membawa rombongan tim medis yang hendak mengecek keadaan Nyonya Bos itu.


Joe juga menjelaskan tentang keadaan Alex saat ini, Bahkan Joe juga meminta Risa di berikan Ranjang yang lebih besar untuk Alex berada di samping nya.


Karena saat ini Alex juga masih membutuhkan perawatan dan mereka paham akan keadaan saat ini.


...❤️❤️❤️...

__ADS_1


__ADS_2