
Markus telah memanggil kan ahli bahasa, dia dan Alex sudah berhadapan dengan Sang Ahli Bahasa,.
" Kita tunggu Joe. " Kata Alex lagi untuk meminta waktu.
Markus dan Tuan Fernando mengangguk.
Tak lama Joe sudah datang dengan pakaian santai nya masuk keruangan kerja Alex.
" Baik mulai. " Titah Alex.
Dia mengeluarkan Surat tadi, dan menyerahkan nya kepada Mr. Fernando.
" Ini Aksara Jawa Tuan. " Alex mengeryit bingung.
" Jawa ? Tunggu, Aku seperti pernah mendengar Jawa ?" Tanya Alex namun sedetik kemudian dia mengumpat.
" **** ! Indonesia ! Yeah, Indonesia. Jawa Is the Java Right ?" Tanya Alex.
Mr. Fernando mengangguk.
" Lalu apa masalah nya ?" Tanya Alex lagi.
" Ini Aksara Jawa, Dan hanya golongan dari mereka yang bisa membaca nya, Aku dengar di Indonesia masih berdiri beberapa kerajaan, seperti Solo, Dan Juga Jogjakarta, Kerajaan pasti nya aku lupa, Tapi Mereka masih ads kepemimpinan Raja nya, Disana juga mereka pasti memiliki salah sagu ahli bahasa atau juru kunci seperti itu. " Terang Tuan Fernando.
Alex nampak sedang memikirkan sesuatu, Helaan nafas nya terasa berat, Markus mengerti itu.
" Mari saya antar kan anda Tuan Fernando, " Markus membawa Mr. Fernando keluar setelah berpamitan pada Alex disana.
" Bos..." Panggil Joe memberanikan diri.
" Kemungkinan besar Theo adalah salah satu dari Klan Ular itu Joe, Di punggung Theo terdapat tatto ular berdarah, Dan Theo memiliki kalung ini, Ibu panti yang memberikan nya pada Theo. " Alex mengeluarkan Kalung Ular dengan berlian hitam di tengah nya.
Mata Joe membulat sempurna, Dia pernah melihat kalung seperti ini, Dia ingat betul.
" Kalung ini ada 3 Bos, Berlian Merah di pakai Pengabdi setan itu, Yang kedua Berlian Hijau yang kata nya di miliki oleh salah satu istri Pria itu, Dan ini Berlian Hitam nya, Jadi kemungkinan besar--"
" Kau sepemikiran dengan ku, Lalu surat itu ?" Tanya Alex memijat pelipis nya.
" Kita harus segera memecahkan ini semua, Bukan hanya Theo saja, Tapi mereka sudah berani bergerak mendekat ke arah ku, Aku tidak perduli dengan diri ku, Tapi mereka berani membidik istri dan anak anak ku !" Joe melihat kilatan emosi di wajah bos nya saat ini.
Markus telah kembali, Dia ikut kembali melakukan meeting dadakan bersama Bos dan Joe.
" Siapkan keberangkatan ku bersama istri ku ke Indonesia Markus, Langsung bawa kami ke Kota Jogjakarta. Aku ingin secepat nya mengupas misteri ini. Jika memang Theo anak klan ular itu, Kenapa dia bisa sampai di panti asuhan ? Dan siapa yang menulis surat aksara itu ? Java ? Bukan kah ini aneh ?" Tanya Alex lagi.
Dia masih mencari cari kemungkinan yang paling masuk akal disini.
" Atau pengasuh nya orang Pribumi Indonesia ? Jika dia bisa menulis ini dengan baik, Aku rasa dia juga bukan orang sembarangan, ini ada rahasia di balik nya, Jika tidak untuk apa di tulis dengan tulisan rahasia seperti ini ?" Alex kembali mengambil surat itu.
__ADS_1
Di amati nya benar benar surat yang sudah kusam itu, Di pandangi nya sekali lagi namun rasa penasaran itu semakin bertambah.
" Urus kepergian ku Markus ! Lakukan sebaik mungkin, buat seolah ini adalah Misi, Aku tau kau bisa melakukan nya. " Markus mengangguk.
Alex memeprhatikan segala nya pada Markus, karena Strategi perang Markus tidak di ragukan lagi oleh Alex.
" Aku harus menemui Theo di kamar. " Alex meninggalkan kedua anak buah nya dan menghampiri Theo.
" Papa..." Panggil Theo saat melihat Papa nya masuk.
" Apa kamu keberatan jika Papa membawa mu ke Indonesia ? Kita akan berlibur disana. "
" Indonesia ? " Tanya Matheo mengulang kata Indonesia.
Alex mengangguk dan kemudian mengelus kepala Putra nya.
" Papa dengar disana banyak tempat yang bisa di jadikan edukasi, Disana banyak bangunan Prasejarah, seperti Candi Borobudur yang terkenal itu, Ada Jurassic Park nya Indonesia, Pulang Komodo,. "
" Benarkah Pa ?" Tanya Matheo antusias.
" Ya, Sekarang bersiap lah, Temui Aunty Lisa dan lihat pasar saham mu. Dia sedang meninjau setiap sudut Departemen yang ada. " Matheo bangkit dan mengangguk.
Dia sangat antusias jika belajar bersama Lisa, Selain Lisa pintar dan Lembut, Lisa juga sangat tegas jika mengenai bawahan nya.
Alex langsung menghubungi istri nya dirumah yang sedang bermain bersama Sky sih bayi gembul.
" Kemana saja kau hah ? Lama sekali ?" Tanya Alex kesal saat Risa lama mengangkat ponsel nya.
" Aku sedang spa, Sky bermain ." Risa menunjukan diri nya yang sedang di pijat,
Bahkan Risa dengan sengaja memperlihatkan tubuh nya yang polos di bagian atas, dia telungkup sambil menikmati pijatan di punggung nya.
Darah Alex mendidih disana, Dia terlihat seperti menahan sesuatu.
" Pergi tinggal kan istri ku. Kami ingin bicara berdua. " Titah Alex dengan tegas.
Para pekerja salon itu langsung meninggalkan Nyonya Alexander.
Setelah kepergian para pekerja salon itu Alex langsung meluapkan kekesalan nya..
" Kau membuat ku mendidih. " Ucap Alex dengan kesal.
Bahkan dia melihat Risa yang duduk dan mengikat tali handuk kimono nya, Dan Alex melihat gumpalan daging yang menantang nya itu.
" Aku tidak bermaksud begitu. " Jawab Risa.
__ADS_1
" Sekarang bersiap ! Malam ini kita akan berangkat ke Indonesia. "
" Apa ???!!!" Pekik Risa kaget .
Bagaimana tidak kaget ? Kenapa tiba tiba suami nya mengajak pergi ? Bukan kah rencana mereka akan ke Swiss ? Lalu ke Canada dan berakhir di Amerika ? Lalu kenapa tiba tiba berulah haluan ?
" Cepat bersiap dan datang ke kantor. "
" Apa ? Tapi bagaimana ? Kami belum packing sama sekali. "
" Jangan seperti orang susah Risa, Uang ku banyak !" Ucap Alex dengan sinis.
Dia selalu merasa kesal saat istri nya itu repot sendiri dengan barang barang bawaan.
" Tidak ! Pokok nya kami harus packing. Baju Sky dan Theo, Juga pakaian ku dan kamu. Aku harus packing dulu."
" Jika kau menyusahkan diri mu dengan koper koper sialan itu aku akan membakar nya. Kau dengar ???" Ucap Alex dengan sinis.
Dia selalu tidak habis pikir pada Risa, Yang harus selalu memilih merepotkan diri nya sendiri.
Padahal Alex selalu melarang itu.
" Bawa Nanny Sky dan dua orang pelayan dari rumah, Katakan pada mereka untuk ikut bersama kita, Dua orang penjaga akan ikut bersama kita. " Risa kaget.
Mereka ingin liburan atau pindah rumah ?
" Jangan membantah, Cepat bersiap ! Jangan lupa bawa Lingerie mu, Aku ingin kau mengerang nikmat di bawah ku saat kita sampai disana, Aku akan membawa mu berlayar di di kasur kita dan mendesah nikmat. " Seringai jahat mulai muncul di wajah suami nya.
Risa bergidik ngeri melihat itu semua. Dia sudah membayangkan bagaiamna diri nya berakhir tragis di bawah Kungkungan banteng kesayangan nya itu.
" Kau mempersiapkan diri mu untuk ku bukan ? Maka aku akan mengabulkan nya ! Aku akan membuat mu mendesah dengan penuh rasa, Aku pastikan itu Tarisa Sania Alexander .."
" Dan aku akan membuat mu tidak bisa melupakan nya. " Risa ikut menantang suami nya kini.
Sedang kan Alex, Dia menaikan sebelah alis nya dengan apa yang di katakan istri nya.
Jia tertantang nya semakin menggebu dan tak terkendali lagi.
" Kamu akan kalah Tuan Penguasa. " Risa dengan sengaja membuka kembali tali kimono nya dan menampakan kedua aset nya yang hanya di tutupi nya dengan rambut indah nya...
" **** !" Umpat Alex saat Risa menggoda nya dan memutuskan sambungan telepon begitu saja.
Sementara Risa dia kembali tertawa bahagia karena bisa menggoda iman cetek suami nya yang selalu kalah dengan pesona yang di miliki nya.
Lalu Risa bergegas untuk bersiap sesuai perintah Sang Penguasa.
...❤️❤️❤️...
__ADS_1