
Mereka sudah sampai dirumah sakit, Bahkan Risa sudah di tangani langsung oleh tim dokter dan Perawat disana.
Alex benar benar panik, Dia takut terjadi sesuatu pada Istri dan calon anak nya.
" Tuan ,Bersihkan dulu Diri anda,. Biar saya yang menunggu Nyonya disini. " Sebenar nya Markus juga kasihan lihat Istri tuan nya itu .
Sudah badan nya kecil dan mungil, Hati nya lembut dan mudah di sakiti, Memiliki Suami seperti Tuan nya adalah cobaan terberat untuk Risa mungkin.
Itu lah pikiran nya saat ini.
Alex tidak menanggapi nya, Dia masih berdiri berjalan kesana kemari dengan wajah Frustasi dan ketakutan nya.
30 menit berlalu, Pintu Ruangan IGD langsung terbuka dan saat itu Lah Alex semakin terlihat panik.
" Suami Pasien ?"
" Katakan ?" Ucap Alex dengan dingin.
Dia kembali bersikap layak nya dia diri nya.
" Mari keruangan saya Tuan. " Dokter baru tau bahwa itu adalah sang penguasa Kota.
Alexander dan yang di tangani nya tadi adalah istri dari sang penguasa itu.
Jika saja tadi dia melakukan kesalahan habislah dia. Pikir nya !.
" Katakan dengan jelas !"
" Begini Tuan, Nyonya mengalami banyak tekanan, Sehingga itu membuat nya Stres berkepanjangan dan membuat Janin nya ikut melemah. Saya mohon, Buat lah ibu hamil itu merasa nyaman dengan kehamilan nya. Ibu hamil tidak boleh stres berlebih dan banyak pikiran. Untung saja anda tepat waktu. Saya tidak bisa menjamin jika anda terlambat, Beruntung janin nya bisa di selamatkan. Untuk kesehatan pasien dan janin nya, Saya saran kan untuk di rawat intensif dulu di rumah sakit beberapa minggu Paling cepat satu minggu Itu pun jika keadaan nya sudah membaik. Kami akan terus memantau kesehatan nya. Dan setelah pasien Sadar nanti, Kita bisa melakukan USG lagi untuk melihat posisi janin dimana ? masih bisa di pertahan kan atau harus melakukan Proses kuret. !"
Alex merasa sangat bersalah, dengan keadaan istri dan calon anak nya.
Dia yang berniat untuk menjelaskan semua nya pada Risa malah menjadi seperti ini. Lucia sudah di anggap nya sebagai adik selama ini ternyata memiliki perasaan lain pada nya.
Selama ini, Sejak Alex keluar dari rumah Petaka itu dia tinggal bersama Paman Martin yang noteben nya adalah Sahabat sang Ibu.
Dia hidup bersama dengan Lucia sebagai adik nya. Tidak lebih dari itu. Tapi dia bisa apa ? Dia tidak bisa mencegah perasaan wanita itu.
Kini dia sangat menyesal telah datang ke sana dan membuat keadaan semakin memburuk.
" Satu lagi Tuan,.Untuk sementara jauh kan istri anda dari hal hal yang memicu diri nya untuk berpikir keras. Maksud saya jika ada masalah jika itu berat sebaik nya jangan di bicarakan dulu untuk menjauhi pemicu pemicu pendarahan lagi. "
" Baik ! Aku mengerti!" Alex langsung bangkit dan pergi meninggal kan ruangan dokter itu tanpa kata terima kasih sedikit pun.
Dia kembali menjadi diri nya yang kejam dengan daerah sekitar nya dan mulai melembut dengan Risa istri nya.
" Bagaimana Tuan ?" Tanya Markus sat melihat Alex sudah kembali dari ruangan dokter.
Alex tidak menjawab nya.
" Nyonya sudah di pindah kan ke ruangan rawat intensif. Mungkin Anda ingin membersihkan diri saya akan menghubungi pelayan untuk menyiapkan pakaian anda. "
" Ya. Lakukan itu ! Jangan biarkan siapa pun menyentuh barang milik ku dan istri ku kecuali bi Juli ! Jemput dia dan bawa kerumah ku !"
__ADS_1
" Baik Tuan. Saya permisi !" Markus segera pergi dari rumah sakit dan untuk menjemput Bi Juli dirumah Lama Alex yang kini di tempati ibu nya.
Alex masuk ke dalam ruangan istri nya . Di lihat nya wajah Mungil itu dengan kantung mata yang terlihat di area mata indah itu, Bibi itu tidak semerah biasa nya dan itu membuat hati Alex sakit.
" Dear..Hey...Wake Up..." Ucap Alex sangat lirih...
Di cium nya perut istri nya yang kini di balut pakaian pasien rumah sakit berbentuk piyama biru khas rumah sakit.
" Anak Papa. Hallo, Maafkan Papa nak, Maafkan Papa..." Alex berucap di perut istri nya.
Bahkan dia terus saja mengusap perut istri nya sampai Markus datang bersama Bi Juli dan membawa makanan dari rumah.
Markus berinisiatif sendiri untuk membawakan makanan untuk Alex dan Risa dengan takaran gizi yang di ketahui nya dari para Chef dan Dokter ahli Gizi.
Dia melakukan itu tanpa perintah dari Alex .
" Aku tinggal dulu Bi, Jaga istri ku !" Bi Juli hanya mengangguk .
Dia juga melihat betapa kacau nya Alex saat ini dan itu terlihat jelas di wajah garang nya yang biasa dengan rahang mengeras kini sedikit sendu dan memendam rasa bersalah yang besar.
" Nyonya, Anda sudah sadar ?" Tanya Bi Juli saat melihat pegerakan dari Risa.
Risa tidak menjawab dia hanya melihat sekeliling nya dan tangan nya yang di hiasi jarum infus.
Dia sudah tau dia berada dimana sata ini. Rumah sakit !
Ya Rumah Sakit !
Suami nya, Suami sedang bersama wanita lain. Dan wanita itu bilang mencintai suami nya, Dan posisi mereka.
Ceklek...
Alex keluar dari kamar mandi dengan keadaan sudah segar.
Risa melihat ke arah sumber suara dan Alex juga melihat Istri nya yang sudah sadar dan duduk bersandar di tempat tidur pasien nya.
Mata mereka bertemu, Alex tau istri nya memendam kekecewaan yang sangat besar pada nya.
Itu terbukti dari mata indah itu yang menatap nya dengan kecewa dan basah.
Alex berjalan hendak mendekat ke arah istri nya dan ingin memastikan istri dan calon anak nya.
" Sayang..Dear...Apa yang sakit ? Kau ingin apa ?"
" Keluar..." Ucap Risa dengan rasa skait yang menggerogoti hati nya.
" Sayang..Dear...Biarkan aku menemani mu--"
" Keluar !!"
" Sayang...Jangan begini..Ampuni aku...Ku mohon jangan begini...Ada anak kita disini " Tangan Alex hendak menyentuh perut Risa tapi di tepis oleh Risa.
Rasa sakit hati nya membuat nya berani melakukan itu pada Alex yang selama ini di takuti nya.
__ADS_1
" Ja-jangan menyentuh anak ku..."
" Sayang...Kau tidak bisa seperti itu ! Dia juga anak ku. " Jawab Alex dengan tegas.
" Dia anak ku ! Hanya anak ku ! Setelah aku keluar dari rumah sakit aku akan mengajukan surat perceraian di antara kita ! Aku tidak ingin hidup bersama Pria yang tidak cukup dengan satu wanita ! Aku tidak ingin menjadi seperti ibu mertua ! Yang terus merasakan sakit hati oleh suami nya !"
Rahang Alex mengeras ! Dia marah, Dia emosi dia kecewa dengan ucapan yang keluar dari mulut istri mungil nya.
" Sampai mati pun kau tidak akan ku biarkan pergi dari ku ! Ingat itu !" Ucap Alex dingin dia memilih keluar dari pada harus emosi dsn menyakiti istri nya itu
Dia sadar, Dia yang bersalah disini. Maka dia ingin dsn memilih keluar dari pada harus menyakiti dan menambah beban istri nya.
" Ingat satu hal ! Dalam hidup mu hanya aku aturan hidup yang harus kau patuhi ! Suka atau tidak suka aku tetap suami mu ! Jika bukan aku yang melepaskan mu, Maka jangan pernah bermimpi bisa pergi dari ku !"
" Maka lepas kan aku ! Dengan senang hati aku pergi dari mu !! " Jawab Risa yang sudah terlalu sakit.
" Dalam mimpi pun sekali pun aku tidak akan membiarkan nya ! Camkan itu baik baik di hati mu dan tanam kan itu dalam otak mu !"
Brak...
Pintu ruangan Risa di banting oleh Alex. Sebenar nya dia juga sakit mengatakan hal itu, Terlebih lagi Risa sedang mengandung anak nya.
Maka Dia melakukan itu agar Risa tidak berpikir bahwa dia lemah dan akan menuruti istri nya itu. Walau dia tau bagaimana sakit nya sang istri.
" Aku membenci mu...Aku membenci mu Alexander...Hiks...hiks...hiks..." Risa kembali menangis.
Bi Juli paham apa yang sedang terjadi di antara hubungan Tuan dan Nyonya muda itu.
Tapi mau bagaimana lagi ? Tuan Muda nya itu memang selalu di kelilingi wanita wanita berkelas dan siap menggoyah kan hati dan pikiran nya.
Maka jalan satu satu nya adalah Risa bersabar.
" Sabar Nyonya...sabar..." Bagaimana Cara nya Bi Juli mengatakan nya ?
Bahwa dirumah juga sedang memanas dengan pertengkaran antara ibu mertua dan ayah mertua Risa.
Di tambah kehadiran dua ular sanca yang membuat keadaan semakin memanas.
Bi Juli harus bisa menguatkan Risa demi Tuan Muda nya.
Alex !
...😭😭😭...
Sehat Sehat ya Risa...
Kamu kuat 😊
Banyak mamak mamak, kakak kakak, serta adik adik Online Yangs sayang kamu kok !
Vote ya, Biar Risa semakin kuat hehehehe 😂😂😂
Follow ige ibuk @amelia_falisha1511 ❤️
__ADS_1