
Setelah pembicaraan malam tadi sebelum tidur , Kini kedua nya sedang bersiap untuk menyambut hari baru mereka yang bertambah ada nya Theo.
Alex sudah memutuskan bahwa Matheo akan di panggil dengan Theo.
" Apa kita benar akan mengantarkan Theo ke sekolah ?" Tanya Risa yang kini sedang menyisir rambut suami nya.
Alex memeluk pinggang Risa dengan erat. bahkan sesekali dia mengusap kan wajah nya di perut istri nya.
Alex menjadi semakin manja jika bersama risa Alex akan menjadi suami yang haus akan kasih sayang istri nya.
Alex bahkan tak segan merajuk Jika Risa terlalu lama menidurkan Sky.
" Iya ! Aku ingin pensiun dini. Tapi kasihan Markus. " Risa kaget.
" Pensiun Dini ? "
" Iya, Aku ingin menikmati hari hari ku bersama anak dan istri ku tanpa memusingkan dokumen dokumen itu "
" Markus dan Lisa baru memukai semua nya, Kasihan Jika mereka harus mengurus perusahaan. "
" I Know it !" Jawab Alex dengan enteng nya.
" Sudah ayo,. Kamu sudah tampan " Puji Risa tersenyum tulus untuk suami nya.
" Every Day !" Lagi lagi Risa hanya tersenyum saja.
Suami nya benar, Setiap hari dia memang selalu terlihat tampan.
Bukan setiap hari, Bahkan setiap saat.
Dan yang sangat Risa sukai adalah saat wajah damai suami nya saat terlelap, Itu lah wajah yang tidak akan di bagi nya pada siapa pun.
Risa tidak ingin mereka melihat bagaimana tampan nya sang suami saat sedang terlelap dalam damai nya malam berbintang di temani Bulan.
" Iya, Every Time Sayang..." Risa mencubit gemas pipi suami nya.
" Ayo. " Mereka bergandengan tangan menuju kamar Sky, Dan di dalam kamar Sky dia melihat Sky di gendong oleh Theo yang sudah siap dengan seragam sekolah nya .
" Maaf, Tuan...Pengasuh Adik Sky sedang di toilet. "
" Im Your Dad, Call me Papa. " Theo masih merasa canggung dengan keadaan ini.
" Tapi Tuan--"
" Call me Papa !!"
" Baik, Papa..." Risa tersenyum saat Theo bisa dan menerima mereka...
Lihat, Anak nya saja langsung akrab dengan Theo, Betapa manja nya Sky berada di gendongan sang a.
" Maaf, Tuan..Nyonya...Saya tadi ke toilet sebentar. "
Alex tidak menjawab nya, Tapi dia mengambil Sky dari gendongan Theo dan mulai turun ke bawah untuk sarapan pagi nya.
Setelah sarapan, Mereka semua mengantarkan Theo untuk ke sekolah, untuk pertama kali nya mereka pergi berempat dan di temani supir.
Markus dan Lisa sudah berangkat lebih duku ke Kantor.
" Apa kau tidak nyaman dengan sekolah nya ? Tau mobil nya ?" Theo melihat ke arah Papa angkat nya itu.
" Bukan begitu Pa, Mobil dan sekolah nya sangat bagus, Hanya saja--"
" Mulai sekarang, biasakan diri mu dengan ini semua. Kau bisa terbiasa. "..
" Bisakah aku sekolah di tempat lama ku ?"
__ADS_1
" Dan mendapatkan bullyan atas status mu ?" Theo kaget.
Bagaimana bisa Papa angkat nya ini mengetahui segala nya ?
Segala yang di alami nya selama ini ?
Theo tertunduk malu, Dia merasa rendah diri lagi.
" Kau anak ku saat ini ! Dan anak ku tidak boleh menundukan kepala nya di hadapan orang lain ! Kau harus patuh pada ku, Istri ku dan Markus !"
" Mengerti ?" Theo mengangguk dan menjawab.
" Baik Pa..." Jawab nya mantap.
Dan setelah acara perkenalan di sekolah baru nya, Sekolah elit, Theo mulai membiasakan diri nya untuk berbaur dengan teman teman baru nya.
Banyak yang tidak tulus dengan nya hanya karena dia anak dari seorang Penguasa seperti Alexander.
Banyak juga yang berbisik tentang asal usul nya, Tapi ada satu anak yang memakai kacamata disana.
" Hey..." Sapa Theo ramah.
Anak berkaca mata itu melihat ke arah nya.
" Hy..." Jawab nya santai.
" Nama mu siapa ?"
" Aku ?" Theo mengangguk.
" Iya, Kau. Siapa nama mu ?"
" Aku Oscar !"
" Hy Oscar, Aku Matheo. " Mereka pun berkenalan dan mulai terlibat pembicaraan.
Dia sedang melangsungkan Meeting dengan jajaran nya.
Jajaran Guero Group.
Dimana disana juga ayah nya ikut hadir dan Justin juga.
" Berapa dana yang harus di siapkan mega proyek ini ?"
" Sekian Tuan..." Mereka menyerahkan berkas nya pada Alex untuk memberi semua rincian yang akan di bangun nanti.
Sebuah Taman bermain dan Resort mewah dengan segala Fasilitas nya.
" Berapa Kas perusahaan ?" Tanya Alex lagi.
Kemudian dia kembali mengambil map yang satu nya lagi.
" Timpang sekali ! Antara Kas dan Dana yang di butuhkan ! Apakah Ceo disini sudah kehilangan ketajaman insting nya ?" Sindir Alex pada Ayah nya.
" Apa maksud mu Alex ?"
" Seharus nya anda mengetahui ini semua. Data ini data yang asli dari pada data yang ku terima seminggu yang lalu !" Tegas Alex melempar Map tersebut.
" Apa perlu aku membawa Markus kesini baru semua terungkap ? Kemana Dana yang hilang ?" Tanya Alex menatap satu persatu peserta meeting kali ini.
" Kau !" Tunjuk nya pada salah satu Staff meeting umum ini.
Dimana di aula besar ini, Ada seorang yang sedang ketakutan saat ini.
Semua mata menatap ke arah nya kini, Pria itu sudah ketakutan setengah mati.
__ADS_1
Dia gugup, Dia takut dan dia gemetaran.
" Masuk keruangan kerja ku dan cari Map di Laci kerja ku ! Jika sampai dalam waktu 5 menit kau tak kembali, Aku akan membuat orang yang menyetir mu terkapar bersimbah darah di sini. "
Deg !
Pria itu sudah ketakutan setengah mati.
Keringat dingin juga sudah membanjiri kening dan pelipis nya.
Dia benar benar ketakutan saat ini.
Dia terus menerka apa yang akan terjadi selanjut nya ?
" Ba-baik Tuan..." Pria itu langsung bergegas ke ruangan Alex dan mencari berkas yang di maksud Alex.
Dia mendapatkan dokumen itu.
Dan alangkah kaget nya dia saat melihat apa isi nya disana.
Tangan nya semakin bergetar hebat.
Dia menangis melihat itu semua, Dia benar benar menangis kali ini.
Dengan air mata yang masih membanjiri mata nya, Dia datang membawa Dokumen yang di maksud oleh Alexander sang penguasa tadi.
" Tu-tuan...Terima kasih... Terima kasih Tuan..." Pria tadi sudah menangis senggugukan dan bersimpuh di hadapan Alex dan semua para peserta meeting siang itu.
Alex hanya diam bersikap datar saja. Dia tidak menanggapi ucapan terima kasih pria ini.
" Sekarang katakan pada ku siapa yang menyuruh mu membuat laporan palsu ini. " Semua orang kaget.
Siapa yang tidak kaget saat melihat dan mendengar semua itu ?
" Ibu mu ada di tempat yang aman ! Setelah ini akan ada anak buah ku yang akan membawa mu pada ibu mu ! Dan setelah ini kau tidak perlu takut lagi ! Aku dan Markus akan menjamin hidup mu. " Ucap Alex tegas.
" Nyo-nyonya Almeera !"
Duarrrt....
Alex tersenyum puas disini, Dia menatap remeh dan merendahkan pada ayah nya yang kini tampak terkejut.
" Jaga ucapan mu !!! Berani nya kau memfitnah istri ku !!!" Hardik Tuan Erick menatap horor pria tadi.
" Kau di pecat !" Pria tadi langsung mengangkat pandangan nya menatap iba dan memelas.
" Tidak Maslaah ! kau akan menjadi manager di hotel milik ku ! "
" Hidup mu akan jauh lebih aman disana !" Dia menatap Ayah nya saat ini.
" Apa maksud nya ini ? Istri ku tidak akan mungkin melakukan hak itu. "
" Meeting selesai dan bubar ! Kau tetap di tempat mu !" Ucap Alex dengan sangat tegas nya.
" Tapi Tuan..."
" Tetap di tempat mu kata ku !!! " Bentak Alex kali ini.
Pria tadi hanya bisa diam saja dan menurut.
Tak lama ruangan meeting itu di terbuka dan masuk lah Almeera bersama anak buah Alex.
Saat masuk dia heran, Tapi saat melihat seseorang itu dia menjadi takut dan gugup.
" Selamat datang Nyonya Almeera Erick Guero..." Sapa Alex dengan senyum iblis milik nya.
__ADS_1
Almeera menegang kaku dan gugup gemetar.
...❤️❤️❤️ ...