
Alex masih merasakan jarak di antara mereka berdua.
Walau Rain dan Cloud sudah memaafkan nya, Tapi Risa nya masih diam dsn terkesan memberi jarak pada nya.
Seperti sat ini, Risa sibuk membereskan barang barang belanjaan nya tadi di Mall bersama anak anak nya.
Ini sudah malam, Kenapa tidak datang besok saja ? Lagi pula tidak tau kah Risa jika Alex merindukan nya.
" Kenapa memaksa melakukan nya ? Ini sudah jam 9 malam, Tidak kah kau ingin istirahat ?" Tanya Alex sambil duduk melihat kegiatan istri nya.
" Tidur lah lebih dulu, Aku belum menyelesaikan ini. " Alex kesal.
Risa tidak mengerti keinginan nya.
" Aku akan menunggu. " Putus Alex sesuka nya.
Tapi itu tidak berpengaruh apa apa pada nya. Risa tetap menyelesaikan pekerjaan nya.
Hingga setelah lama Alex menunggu nya, Risa hanya melewati nya saja.
Namun dengan cepat Alex menarik tangan Risa dan berakhir di pangkuan nya.
" Tidak kah merindukan ku ? Apa aku terlalu egois ? Hingga menyakiti hati mu ??" Risa tidak menjawab.
Jika di tanya sakit hati ? maka jawaban nya adalah iya !
Bukan perkara mudah saat mengandung, Bahkan saat mengandung Twins saja Risa sampai benar benar istirahat total karena sering mengalami flek dan harus mengonsumsi obat menguat kandungan.
Lalu dengan mudah nya Alex menyakiti hati anak anak nya ,? Risa tidak terima itu.
" Dear..."
" Tidur, ini sudah malam, Sikat gigi nya. Pakaian nya juga sudah aku siap kan. " Risa langsung pergi meninggalkan Alex yang masih menyesali semua perbuatan nya.
Dia merindukan Risa nya, Dia merindukan istri cerewet nya. Istri manja nya yang selalu meminta di gendong saat mereka di dalam kamar.
Bahkan Risa selalu minta di gendong jika Alex sudah bangun di pagi hari.
Tapi kini, Alex kehilangan jitu semua selama beberapa hari ini.
Alex ke kamar mandi dan membersihkan diri nya lagi dengan gosok gigi, Tapi saat kembali ke tempat tidur, Risa kembali tidak menunggu nya dan sudah terlelap duluan.
Alex lagi dan lagi harus menelan pil kekecewaan karena Risa memang benar benar kecewa dengan nya.
" Dear...Risa...." Panggil Alex lagi namun Risa tidak bereaksi sedikit pun.
" Maaf kan kesalahan ku...," Ucap nya lagi dengan penuh penyesalan.
Alex memeluk tubuh mungil istri nya dengan posesif.
Dia benar benar melakukan ke posesifan nya selama bertahun tahun lama nya.
Tetap sama tidak ada yang berubah.
Pagi kembali hadir, Setelah Risa melihat anak anak nya, Dia kembali ke kamar dengan keadaan yang sudah berbeda.
Suami nya duduk dengan tatapan kosong dan datar nya.
Bahkan tidak menatap Risa nya sedikit pun.
" Ayo mandi, Air nya sudah siap sejak tadi. " Ajak Risa mengambil handuk dan mendekat dengan suami nya.
__ADS_1
Namun Alex tidak menjawab nya.
Dia tatap Alex wajah yang sudah cantik dan rapi pagi ini. Risa nya sudah mandi dan bersiap.
" Apa aku harus menyembah mu ? Berlutut di kaki mu untuk meminta maaf ?" Risa tetap diam.
Dia membereskan tempat tidur mereka.
Mengambil segelas air putih dan menyodorkan nya pada Alex.
" Minum dulu, Pagi hari harus minum air putih dulu untuk menetralisir aliran darah. " Alex mengambil nya dan masih menggenggam nya erat.
" Katakan, Aku harus apa ?? Agar istri ku memaafkan ku ?" Tanya Alex lagi.
Risa tidak menggubris nya, Dia terus melakukan pekerjaan nya.
Sampai Alex mulai jengah, Dia membuka laci nakas di samping nya dan mengambil pistol nya.
Lalu di arah kan nya ujung pistol itu di pelipis nya.
Risa kaget, Alex benar benar nekat, Dia cukup kehilangan selama seminggu lebih ini.
Risa nya tidak menganggap nya ada sedikit pun, mengabaikan nya dan mengacuh kan nya.
" Letakan pistol itu, " Teriak Risa mendekat ke arah Alex.
Dia ingin mengambil pistol nya.
" Katakan dulu aku harus apa ? Apa aku harus terluka dulu dan merasakan sakit hati mu, Baru kamu memaafkan ku ?"
" Jangan bicara omong kosong. Letakan pistol nya. Anak anak dirumah. Jangan membuat kekacauan. "
" Apa kau menginginkan ku mati ? Baru memaafkan ku ?" Tanya Alex lagi.
Tak...
" Alexander !!!" Teriak Risa, Panik.
" Katakan jika kau mencintai ku, Katakan jika kau memaafkan ku, Katakan Risa..."
" Letakan dulu pistol nya. " Teriak Risa lagi.
Alex hanya tersenyum saja, Namun saat dia hendak meletakan pistol nya, Dia menyenggol gelas dan teko di nakas hingga jatuh pecah berhamburan.
Pyar...
Bola mata Risa membola, Saat kaki Alex terluka dan berdarah terkena serpihan kaca.
Risa panik, Panik luar biasa.
" Kenapa ceroboh sekali ?? Kenapa sampai terluka begini ? Lihat ini. " Risa mendorong Alex untuk duduk di pinggir ranjang mereka.
" Sudah, Biarkan itu, Nanti kau terluka. " Lex takut jika istri tercinta nya terkena serpihan kaca itu.
Risa tidak perduli, Dia langsung mencari kotak p3k dan membersihkan luka di kaki suami nya.
" Kenapa harus terluka ? Kenapa keras kepala sekali ?? Kenapa suka sekali membuat ku khawatir ?? Kenapa ???"
" Rasakan ini, Rasakan rasakan rasakan !!!" Risa terus menekan nekan luka di punggung kaki Alex dan memukul nya.
" Sudah jangan menangis. Kau nanti jelek..."
__ADS_1
Bugh...Bugh...Bugh...
" Kenapa jahat ??? Kenapa menyakiti hati ku ? Kenapa membedakan anak anak ku, Aku ibu nya, Aku yang melahirkan mereka, Jahat, kamu jahat !!!!" Risa sudah memukul Alex dengan brutal, Dia menangis sambil terus memukuli suami nya.
" Aaahhhkkk...."
" Rasakan itu !!! Rasakan..."
" Hey !!! Aini sakit !! Jangan keterlaluan, Kau suka sekali menggigit ku ya. Apa kau merindukan ku ? Merindukan pertempuran panas kita ? Rasa nya ranjang kita sudah lama diam, Bagaimana jika ,???"
" Dasar mesum ! Menyebalkan ! keras kepala ! Egois ! Arrogant ! Sombong ! Penjahat !!!" Alex hanya tersenyum saja mendengar semua umpatan Risa untuk nya.
Risa nya sudah kembali, Risa nya sudah memaafkan nya.
Risa nya sudah kembali lagi.
" Dasar suami---hhmmphhh " Bibir Risa di bungkam oleh Alex.
Kini, Bibir tebal nya mulai menyesap dan menghisap bibir mungil tipis istri nya.
Apalagi kini Risa nya sudah cantik dan berdandan untuk nya.
" Hmph---...." Risa mendesah dalam ciuman nya saat Alex terus mencium dan Melummat bibir nya, Sentuhan Alex sangat di rindukan nya.
Tangan itu sudah nakal dan berkeliaran, Bahkan kini sudah mengusap bagian paha istri nya yang di raba nya.
" Alex...." Desahh Risa sambil memejamkan mata nya saat Alex mulai bermain di bagian leher putih nya.
" Jangan di hisap...." Risa mendongak saat suami nya mulai panas.
Risa juga merasakan bahwa tombak sakti yang di duduki nya mulai menunjukan keperkasaan nya.
" Aaahhh...Alex ..." Risa semakin tak terkendali saat Tangan Alex sudah menurunkan resleting gaun nya di bagian belakang.
Ser....
Risa merinding Dan meremang saat tangan besar Alex mengusap punggung nya.
Cup...
Alex mencium tulang selangka istri nya dan kembali turun ke spot favorit nya.
" Aaahhh...Alex...." Risa kembali memejamkan mata nya saat Alex mulai memainkan Squisi lembut milik nya...
" Aaahhh....." Di tekan Risa lebih dalam kepala Alex di depan tubuh nya.
" Nikmati Dear...Aku alan memuaskan mu pagi ini..."
Brugh...
Alex sudah menelentangkan Risa di ranjang nya.
Kini posisi Risa sangat menguntungkan untuk Alex.
Langsung saja, Tanpa aba aba Alex menenggelamkan kepala nya Bagian ladang Risa hingga sang pemilik ladang menggelinjang tak karuan lagi.
" Alex ..Jangan..." Lirih Risa saat Alex terus mengobrak Abrik ladang nya degan lidah dan ludah nya.
" Aaahhh...." Alex dan Risa kembali melakukan kunjungan banteng Afrika di ladang nya, Hingga suara suara itu menggema di seluruh sudut ruangan ini yang tadi nya sunyi senyap tidak berpenghuni, Kini berubah menjadi ruangan panas berbagi suara dan peluh kenikmatan.
Hingga entah berapa lama mereka melakukan kunjungan di ladang, Hingga Banteng Afrika itu muntah dan mencapai kepuasan nya.
__ADS_1
...❤️❤️❤️ ...