Belenggu Cinta Sang Penguasa

Belenggu Cinta Sang Penguasa
Hak Seorang Anak


__ADS_3

" Masuk !" Titah Alex dari ruangan nya.


Kini dia tau siapa yang akan datang, Markus dan Pasti nya Justin.


" Kak," Panggil Justin disana.


Alex hanya menatap nya malas, Masih ada rasa benci di hati nya kala melihat anak itu yang menjadi Saudara nya itu.


Walau begitu, Dia juga tidak akan rela harta kakek nya di kuasai oleh ular jahat itu.


Alex sudah tau, Bahwa ibu Justin hanyalah korban dari kebohongan Seorang Cristian Erick Guero.


Di jebak hingga tidur bersama dan menghasilkan seorang Justin.


" Duduk dan dengar kan aku. "


" Sayang..." Risa menyela ucapan Alex.


" Huh ! Baiklah. " Alex membuang nafas nya berat dan kembali bicara.


" Dengar kan ini baik baik ! Nanti jam 10 akan di adakan rapat pemegang saham di Guero OPS. Disana akan di adakan rapat pengalihan saham atas nama anak dari ular betina yang menjadi istri ketiga dari Ayah mu dan sial nya juga ayah ku !. " Ada jeda disana.


Justin masih menyimak dengan baik.


" Aku ingin menegaskan pada mu, Aku tidak akan meminta hak ku sebagai seorang anak dan keturunan dari Guero ! Karena harta ku sudah banyak dan saham sah dari kakek ku dan kakek mu sebanyak 35 %. Jadi milik Pria yang bernama Erick Guero itu sama besar dengan milik ku. Kau, " Tunjuk Alex pada Justin.


" Kau juga anak nya ! Minta bagian mu disana. Ibu mu juga istri nya. Akta kelahiran mu juga atas nama nya bukan ? Bersikap lah egois dan serakah ! Walau anak itu juga adik mu dan adik ku, Darah kita tetap berasal dari orang yang sama. Maka aku meminta mu untuk menuntut hak mu !"


" Disana nanti kau akan melihat bagaimana rupa dan tampilan seekor Ular betina. Maka jika itu harus, Bersikap lah licik seperti nya juga. Ambil apa yang menjadi hak mu !"


" Tapi Kak, Bagaimana Jika ayah marah aku datang kesana ?" Tanya Justin takut.


" Kau cukup bertahan dan ambil hak mu ! Aku akan menjamin keselamatan kau dan ibu mu ! Anak buah ku sudah menunggu disana. Kau cukup jalankan tugas mu !" Ucap Alex dengan tegas.


Justin masih melihat semua itu, Melihat ke arah Risa, Dia sedikit tertarik dan mengagumi kecantikan kakak ipar nya itu.


Sampai Alex tau tatapan mata itu, Dia melihat ke arah istri nya yang sih duduk di samping nya.


Alex ingin menegur Justin tapi takut menyakiti hati istri nya, Maka dari itu dia memilih menyuruh Risa untuk masuk ke kamar Pribadi nya dimana ada Sky disana.


" Dear, Lihat Sky, nanti anak pintar itu jatuh dan terjungkal. " Ucap Alex memerintah.


" Iya. " Risa pamit dan menuju kamar nya.


Setelah meninggalkan Alex dan Justin, Kini aura mencekam itu semakin terasa.


Bahkan Markus yang masih setia berdiri di samping Alex melihat itu merinding sendiri.

__ADS_1


" Kau tau dia Istri ku bukan ? Jadi secara garis besar dia adalah Ipar Mu ! Suka tak suka kau tetap adik ku. Mengerti dan sadar lah Dimana posisi mu harus berdiri !"


Deg !.


Jantung Justin seakan mau copot dari tempat nya, Aura kakak nya memang sangat menyeramkan saat ini hanya dengan tatapan mata nya saja.


Hingga membuat nyali Justin menciut seketika.


" Iya kak, Aku mengerti. Aku hanya melihat kakak ipar saja. Seperti nya kami pernah bertemu tapi entah dimana !" Jelas Justin.


" Kalian memang pernah bertemu. Saat kau dan Ayah mu makam di Restoran Shabu shabu . "


" Ah, Iya aku ingat "


" Sekarang pergilah lebih dulu ke Guero OPS dan tunggu aku disana. !"


" Iya kak. Aku pamit !"


" Hm, " Jawab Alex sekena nya.


Setelah berberes dan membawa Risa serta Sky menuju perusahaan Kakek nya, Alex dengan tegas menyatakan Jika sampai wajah anak nya di liput dan di Up ke media, Maka habis lah mereka semua. Itu adalah hal mutlak bagi nya.


Rapat pemegang saham sudah di mulai, Namun yang membuat Tuan Erick kaget adalah, Bagaimana bisa Justin datang kesini ?


" Apa ini Justin ? Untuk apa kau kesini ? Urus saja Hotel dan Villa itu. "


Suara sepatu Pantofel mahal serta hentakan Hells itu terdengar sangat nyaring di pendengaran mereka sampai Markus membuka pintu ruang rapat semua mata melotot ke arah nya.


Satu lagi pemegang saham terbesar disini sudah hadir aura dominan dari seorang Alexander sangat menguasai di dalam ruangan itu, Seperti julukan nya Sang Penguasa.


Almeera hanya bisa mengetatkan rahang nya dan menatap tajam ke arah Risa.


Kali ini dia tak kalah sengit menatap Almeera. Dengan menggendong Sky dia menampilkan Aura nya sebagai istri sang Penguasa.


" Bisa kita mulai ?" Tanya Alex dengan aura dingin nya.


Dia melihat kesekeliling nya dan Alex tau mereka fokus pada bayi gembul milik nya.


" Kenal kan, Dia adalah Galaxy Sky Alexander ! Putra Mahkota kerajaan bisnis AX Corp milik ku !" Semua mengangguk patuh pada ucapan Alex.


Mereka begitu terpana melihat rupa dan pesona seorang Sky.


" Jangan memotret anak ku ! Siapa pun itu ! Jika aku menemukan wajah putra ku di media, Akan ku habisi kalian semua !" Ucap nya dengan tegas.


" Jangan berlebih-lebihan, Media hanya ingin tau bukan ? Mereka bekerja juga demi mendapatkan uang. !" Sindir Almeera masi menggendong anak nya.


Alex hanya tersenyum miring.

__ADS_1


" Anak ku bukan untuk konsumsi publik ! Jika mereka menginginkan uang sesuai dengan gaji mereka, Datang pada ku dan aku akan memberikan nya dengan suka rela ! Aku tidak akan jatuh miskin hanya dengan memberi uang seperti itu ! Bahkan gaji mereka tidak setara dengan jepit rambut milik istri ku !"


Duar !!!.


Terbakar lah hati Almeera disana. Dia melirik sekilas ke arah Risa dan benar saja, Jepit rambut Cristal itu terbuat dari berlian Asli.


" Mulai meeting nya. Tapi sebelum itu, Kenal kan, Ini adalah Putra ku, Cristian Arthur Guero dia yang akan menjadi pewaris ku setelah ini. " Alex menyeringai disana.


" Tidak kah ingin mengenal kan juga Putra mu yang lain Tuan Erick ? Kau memiliki 3 orang Putra, Dan Kau " Tunjuk Alex pada Justin


" Perkenalkan diri mu ! Bahkan Kakek ku juga pernah melihat mu bukan ? Kau tau ? Hotel dan Villa serta Resort di barat dan Pabrik Textile di Utara itu milik mu, Apa kah Ayah Kita sudah menyerahkan nya pada mu ?"


Deg !


Tuan Erick di buat mati kutu oleh ucapan Putra sulung nya.


Sementara Almeera sudah merah padam disana.


" Maaf semua, Perkenalkan Saya adalah Cristian Justin Guero. Saya adalah adik dari Cristian Alexander Guero. " Justin membungkuk Hormat.


Alex menatap sengit ke arah Ayah nya yang kini juga menatap nya dengan nyalang.


" Mulai Meeting nya!" Kali Ini Alex yang membuat meeting berjalan.


Tiba tiba suasana menjadi ricuh, Saat Almeera menyela ucapan Justin dan disitu menyulut emosi Alex.


" Sayang..." Panggil Risa.


" Markus Bawa Nyonya mu ke Ruangan kerja ku ! Pastikan Nyonya dan Tuan Muda mu aman. !" Markus mengangguk dan Alex menekan kata Nyonya agar Almeera sadar dimana posisi nya .


" Anda masih ingin melanjutkan meeting ini dengan istri anda Ayah?" Alex menekan kata Ayah disana.


Sejenak Tuan Erick melirik Almeera dan Almeera menggeleng..


" Jangan kalah dengan wanita Ayah, Kita ini Pria. Bersikap lah layak nya pemimpin ,benar bukan ? Terlepas seberapa bejat nya diri kita ?" Alex mencari pembelaan pada semua dewan Komisaris di dalam ruangan ini.


" Biar kan istri ku tetap disini !" Ucap Tuan Erick dengan tegas.


" Baik ! Kita mulai Perbutan hak dan tahta ini !" Alex menyeringai disana menatap ke arah Almeera.


" Jadi, Berikan Hak Justin yang sesungguh nya. Aku tidak meminta apa pun dari mu Tuan Erick. Disini Justin juga putra mu, mau tidak mau aku juga harus menganggap nya adik walau aku membenci nya ! Aku cukup kaya, Jadi aku tidak perlu harta milik mu. aku rasa 10 % Cukup untuk Justin ! Pabrik Textile,Resort,Hotel dan Villa serta lahan kosong di Utara juga milik Justin. Aku memegang surat wasiat kedua milik Kakek ku ! Cristian Jordan Guero ! Dimana disana tertulis apa yang menjadi Hak Justin. Oh satu lagi Rumah yang anda tempati saat ini juga adalah milik Justin ! Karena aku menolak rumah itu sewaktu kakek sakit ! Jadi Kau !" Alex kembali menunjuk Justin.


" Urus apa yang menjadi milik mu ! Ambil semua yang menjadi milik mu ! Jika kau sampai Lalai dan gagal, Aku akan mengambil alih semua nya ! Bawa ibu mu kerumah itu dan hidup lah dengan nyaman. Itu adalah hak seorang anak dan Seorang Cucu yang di tuliskan di dalam surat wasiat Kakek Kita ! Tidak ada nama cucu cucu berikut nya dan seterus nya di dalam surat wasiat itu. Hanya ada aku dan Kau ! Tapi selama aku masih hidup akulah aturan hidup mu yang utama !" Ucap Alex dengan tegas menampar Almeera


" Meeting selesai dan bubar !" Tegas Alex meninggalkan ruang meeting itu.


...❤️❤️❤️...

__ADS_1


__ADS_2