
Hari hari Rain dan Cloud begitu biasa saja, Setelah hari dimana Papa nya datang dan memberikan ancaman pada seluruh siswa disekolah nya, Baik Rain maupun Cloud, Mereka sama sama semakin di pandang sebelah mata oleh para siswa di sekolah asrama ini,.
Kenapa ??
Karena Hanya Orang Tua kembar Fenomenal itu lah yang Berani mengancam guru besar di sekolah mereka.
Bianca ? Dia sudah tidak terlihat lagi di sekolah ini, Dan hanya tinggal Darius saja lah yang ada di sekolah ini dan itu sangat menyebalkan bagi Rain.
Karena setiap hari nya, Darius akan memberikan nya sebatang coklat dan sepucuk surat untuk nya.
Aneh ?
Memang!
Mana ada anak SMA yang menyukai anak SD seperti nya ? Dan itu terjadi selama setahun penuh.
Kini, Rain sudah menjalani tahun pertama nya sebagai siswa di sekolah ini dan masuk dalam jajaran 3 besar di kelas nya, Namun dia tidak bisa menembus 10 besar dalam Umum seperti Cloud saudara nya.
Tepat hari ini juga, Rain menjalani wisuda kelulusan nya dan bersiap masuk ke SMP, Dan Cloud masuk ke SMA.
Lalu Darius ? Darius pun selesai dari sekolah ini dan akan menempuh pendidikan nya yang lebih tinggi lagi di sebuah universitas ternama dunia.
" Rain...Tunggu..." Suara ini ?
Suara menyebalkan ini membuat Rain benar benar muak, Dia sudah muak dengan pria ini, Yang selalu membuat nya di pandang sebelah mata oleh teman teman nya.
Gila bukan ? Pria itu terus menerus mengejar nya setiap hari dengan sepucuk surat.
" Mau apa lagi ? Belum puas membuat ku mu dengan semua kelakuan mu ? Kau membuat ku di pandang sebelah mata oleh mereka ! Kau membuat ku malu !" Tunjuk nya pada Darius.
Sementara Darius, Dia menurun kan tangan Rain yang dengan berani menunjuk tepat ke arah wajah nya.
Harus di akui Darius, Bahwa Rain bukan lah wanita sembarangan, Rain adalah gadis kecil yang sangat mempesona bagi nya..
" Rain tunggu..." Akhir nya terpaksa Rain berhenti dan menatap sengit pada Darius.
" Tolong ! Aku hanya ingin bersekolah dengan baik, ,jadi jangan ganggu aku dengan apapun itu ! Aku tidak ingin mendengar apapun tentang mu, Jadi tolong, Bersikap lah layak nya seorang kakak kelas pada adik nya. Jangan seperti ini !"
" Tapi Rain...."
" You know what ?" Tanya Rain dengan menatap datar Darius saat ini
" Because i hate you ! I hate you Darius Antonie ! I hate you !!!" Rain langsung meninggalkan Darius yang masih menatap ke arah punggung mungil gadis kecil yang sangat di cintai nya.
Gila memang, Tapi hanya 6 tahun bukan ? Bahkan Mommy dan Daddy nya memiliki jarak usia yang cukup jauh, 9 tahun.
Maka Darius akan terus mengejar Rain sampai saat nya nanti.
__ADS_1
Sementara Rain, Dia sudah meninggalkan Darius disana dan menuju taman , Tapi ada Amel yang datang membawa sebuah kotak hadiah untuk nya.
Entah apa isi nya, Tapi Amel mengatakan bahwa itu dari bagian surat, Dan kotak itu di tujukan untuk nya.
" Apa ini ?" Amel hanya mengendikan bahu nya saja karena memang dia tidak mengetahui nya.
Dengan perlahan Rain membuka kotak tersebut dan ada sebuah gelang yang di persahabatan.
Cantik, Tapi saat Rain membuka surat nya, Wajah nya langsung berubah menjadi kesal.
*Hay Raina Queen Alexander, How are you ?
Pasti baik ?
Rain, Aku mendapatkan juara 2, Aku bisa Rain, Aku bisa,.
Tidak kah kau ingin mengucapkan selamat pada ku ?
Ah tidak perlu, Oh ya, Aku dengar kau menjadi Queen disana ya ? Awan dingin itu mengatakan bahwa Hujan indah kembaran nya menjadi Queen disana ?
Benar kah* ?
" Ck, Dasar !" Cibir Rain membaca surat itu karena dia tau siapa yang mengirim surat ini.
Pria sombong yang pernah di tonjok nya saat di London dulu.
Ya, Aku akan datang Rain, Aku akan datang sebagai pria terhebat untuk mu, Tunggu aku Rain, Aku akan datang untuk mu dan menjadi pria hebat untuk mu..
See you Raina Queen Alexander Guero ❤️
Me, Brandon Smith*.
Rain langsung melipat surat nya kembali dan menutup kotak tersebut, Lalau menatap ke arah Amel.
" Apa ?" Tanya Rain saat dia melihat wajah penasaran Amel yang seperti ingin tau apa yang sedang di baca nya.
" Tidak, Aku hanya penasaran saja dengan surat yang kau terima, Dari siapa surat itu,. "
" Kau tidak perlu tau, Tapi yang pasti surat ini dari orang yang menyebalkan dan sok tampan !"
" Dia sok tampan atau memang tampan ? Mana mungkin jika dia tidak tampan berani mendekati mu. "
" Bukan urusan mu !" Rain langsung meninggalkan Amel dan kembali menuju kamar nya saja.
Dia ingin segera menghubungi Papa dan Mama nya, dia ingin memamerkan apa yang di dapat nya walau dia tau bahwa Cloud lebih di atas nya, Tapi setidak nya dia bisa melakukan nya.
Dengan semangat Rain menghubungi kedua orang tua nya, Dan dia melihat Mama nya yang masih menangis di pelukan sang Papa.
__ADS_1
" Sorry, Rain tidak tau jika Papa tengah sibuk. "
" Rain..." Suara lembut wanita berwajah cantik itu mengalun indah di telinga nya, Lalu dengan mata yang masih di banjiri air mata, Mama nya semakin menangis saat melihat nya, Dan Rain dengan bangga memamerkan apa yang di dapat nya saat ini.
Dan lihat, Betapa bangga nya sang Mama, Dan senyuman Papa nya, Rain pun ingin ikut menangis saat ini.
" Its oke my Queen, Kau hebat..."
" I Miss You, I Miss you more, Mom, Dad...I Miss you...hiks...hiks..hiks..." Pecah sudah tangis Rain.
Dia benar benar merindukan Mama dan papa nya, Dia sangat merindukan Mama dan papa nya, Walau setiap saat, Kapan pun dia menghubungi mereka akan selalu di tanggapi, Jam berapa pun itu, Tapi rasa nya beda.
Rain menyesal, Kenapa dia senakal itu dulu ? Jika dia tidak nakal dan tidak emosian, Dia tidak akan sekolah sejauh ini dan berjauhan dengan keluarga nya.
Risa sang Mama semakin menangis saat melihat dan mendengar tangisan putri satu satu nya yang terdengar sangat pilu, Sedih sekali hati nya saat ini.
" Rain, Jangan menangis sayang, Rain anak yang hebat, Rain anak yang kuat..."
" Rain rindu Mama, Rain rindu Papa, Rain---"
Brak !
Raina langsung mengalihkan pandangan nya saat mengetahui pintu kamar nya di buka dengan paksa.
Hanya Cloud lah yang dengan gampang masuk ke asrama putri, Terutama kamar nya, Karena memang mereka saudara kembar.
" Kenapa kau menangis ?" Cloud langsung menghampiri saudari nya dan memeluk nya.
Cloud memang adik nya Rain, Tapi dia yang selalu ada untuk nya, melindungi nya layak nya seorang kakak.
" Aku merindukan Mama dan Papa, Aku rindu Cloud, Aku rindu. " Tangis Rain begitu pilu , Saat dia melihat ponsel Rain yang masih menyala, Cloud langsung mengambil nya dsn masih tersambung dengan mama dan Papa nya.
" Cloud..."..
" Mama..."
" Hay Son, How are you ?" Di tanya seperti itu rasa nya Cloud juga ingin ikut menangis saat ini, Tapi dia menahan nya karena tidak ingin semakin membuat kakak nya menangis dan Mama nya juga.
" Cloud Mendapatkan peringkat 1 umum ! Dan kabulkan 3 permintaan Cloud sesuai janji Papa. " Alex mengangguk dengan itu karena memang sudah berjanji.
" Rain juga masuk sepuluh besar, Dan Rain juga menagih janji Papa. "
" Oke, Mana ? Dia mulai dari permintaan pertama !"
" No ! Kami akan meminta nya nanti, Ya kan Rain ?" Anggukan dari kepala Rain membuat Alex senyum.
...❤️❤️❤️...
__ADS_1