
Alex sudah pulang dari kantor, Gurat lelah terlihat jelas di wajah suami nya saat memasuki kamar mereka.
Risa sendiri baru selesai mandi dan berdandan. Dia selalu berdandan saat akan menyambut suami nya pulang kerja.
Seperti saat ini, Dia mengenakan gaun rumahan dan make up tipis dengan lipstik yang membingkai indah di bibir mungil milik nya.
Senyum nya tak luntur saat menyambut kedatangan suami nya.
" Sayang, Mandi ya...Aku udah siapin air hangat nya. " Alex hanya bisa menghela nafas nya berat.
Di letakan nya tas kerja nya di sofa dan membuka jas nya.
" Sini aku bantu. " Risa membuka satu persatu kancing kemeja suami nya dan mengambil alih pakaian kotor itu dan membawa nya ke tempat pakaian kotor.
" Masuk duluan ya. Nanti aku nyusul kamu. "
" Sky kemana Dear ?" Tanya Alex saat tubuh bagian atas nya sudah tak ada penghalang lagi.
" Ada, Mandi dulu ya. baru main sambil nunggu makan malam. "
Cup
Alex mencium kening Risa dan masuk ke kamar mandi.
Risa keluar membawa keranjang pakaian kotor mereka dan meminta Minuman hangat untuk suami nya.
" Nyonya, Biar kami saja. " Risa hanya tersenyum memberikan keranjang pakaian kotor tadi
Pelayan mengambil alih keranjang itu dan membawa nya ke bagian Loundry dan Risa menuju dapur.
" Biar kami saja Nyonya. "
" Tidak apa. Aku hanya ingin membuatkan Teh hangat untuk suami ku, Oh iya. Tolong Bolu yang tadi ya. " Pelayan bagian dapur langsung menyiapkan apa yang di minta Risa.
" Tolong tambahkan buah juga ya. Sky belum ngemil kan sore ini ?" Mereka mengangguk dan menyiapkan segala nya.
" Tolong bawa ke atas ya. Saya ingin membantu Papa nya Sky dulu. " Pelayan tersebut mengangguk dan Risa kembali ke kamar mereka dimana disana suami nya sedang berendam di bathup sambil memejamkan mata nya.
" Dear..." Alex membuka kedua mata nya saat menangkap aroma tubuh dan Parfume milik istri nya.
" Sudah, Rilex saja. Maaf tidak bisa ikut bergabung. "
" Hm..." Alex kembali memejam kan mata nya menikmati sensasi pijatan tangan mungil itu di kepala nya.
Ajaib ! Rasa pusing dan penat nya langsung hilang dengan sentuhan istri nya.
Cukup lama mereka di dalam kamar mandi dan Risa menyudahi semua nya.
" Mandi ya. Aku akan menyiapkan pakaian mu. " Alex menahan tangan Risa yang hendak meninggalkan nya.
" Terima kasih...Aku mencintai mu. " Risa tersenyum disana.
Di elus nya rahang tegas itu dengan sayang dan lembut.
Cup...
__ADS_1
" Aku juga mencintai mu Papa nya Sky..." Risa mencium kening Alex.
Alex tersenyum di dalam bathup saat Risa meninggalkan nya dia langsung membilas tubuh polos nya di bawah Shower ruang bilang.
Selesai memakai pakaian nya, Alex menuju Balkon kamar mereka. Menikmati sore hari di rumah rasa nya sangat nyaman.
Walau pekerjaan nya tidak selesai dan malam ini dia harus lembur.
" Papa...." Alex meletakan minuman yang berada di tangan nya dan melihat kedatangan kedua malaikat dalam hidup nya.
Wajah Risa murung seketika. Dia melihat Suami nya memegang gelas kecil yang berisi Anggur putih disana.
" Hanya sedikit Dear..." Alex benar benar menjauhkan botol serta gelas nya.
" Aku sudah menyiapkan teh melati hangat, Kenapa malah minum Itu ?"
" Maaf, Ayo sini anak Pa--" Wajah Alex muram seketika kala melihat kening Putra kesayangan nya itu benjol dan membiru.
Risa yang melihat aura berbeda dari suami nya hanya bisa menghela nafas nya berat.
Dia menceritakan bagaimana kronologi terjadi nya benjolan di kening putra nya itu.
Alex hanya bisa menghela nafas nya berat, Dia memang tau seberapa aktiv nya bocah gembul berwajah Asia itu.
" Lain kali tolong lebih hati hati lagi. Bisa bahaya jika lepas kontrol dari Sky. " Alex mengambil alih putra nya dan melihat benjolan itu.
Sementara sang Putra hanya tertawa tawa sambil mengoceh ria disana. Papapapa...dan lain nya mulai mengisi telinga Alex.
Alex tersenyum disana saat Risa memberikan secangkir teh melati dengan aroma memenangkan nya.
" Sky, Jangan nakal Nak, Papa lelah sayang. "
" Biarkan Saya Dear...Aku tidak 24 jam bersama nya. Dia juga merindukan Papa nya. " Ini lah yang di kagumi Risa.
Alex sangat kasar di luar sana, Tapi saat dirumah bersama mereka Alex menjadi sosok yang lembut dengan mereka berdua.
" Sudah mulai dingin. Ayo masuk. " Setelah menghabiskan secangkir teh melati dan sepotong Cake manis itu, Alex membawa anak dan istri nya masuk ke dalam kamar Sky, Dimana kamar itu di penuhi oleh mainan dan perlengkapan Sky.
Kamar bernuansa baby blue itu terlihat sangat kontras dengan warna putih yang mengimbangi nya.
Bahkan Warna Merah juga mendominasi disana.
Sejak kecil saja Sky sudah di kenal kan oleh Barang mewah dan mahal oleh Alex.
Lama mereka menghabiskan waktu di kamar Sky, Dan lanjut makan malam dan berakhir menidurkan Sky di kamar nya dan Nanny menemani nya di kamar.
Kamar mereka bersebelahan dan akan memudahkan mereka masuk kesana.
Dan Rencana nya nya Alex akan menjebol kamar mereka agar bisa langsung tersambung ke kamar Sky.
" Sudah ?" Tanya Alex dari Sofa sambil memangku laptop nya.
__ADS_1
" Sudah, Ini sudah malam ayo tidur. " Ajak Risa dan Alex hanya tersenyum saja.
" Iya sebentar lagi. Tidur lah duluan. " Risa mengganti pakaian nya dengan gaun tidur nya dan menemani suami nya.
Alex terkejut saat melihat Risa yang ikut duduk bersama nya.
Bahkan kini istri nya duduk di bawah beralaskan karpet bulu Persia yang harga nya sangat luar biasa itu.
" Aku bisa Dear..."
" Akau akan membantu mu. Tenang lah. aku lulusan terbaik di tahun ku. Hm, Hanya saja tidak di gunakan dengan baik. Hanya tersimpan di brangkas kamu . " Alex menghentikan gerakan tangan nya di atas Keyboard laptop nya.
" Bukan begitu, Maksud ku fokus lah dulu pada Sky. "
" Ya. Dan aku akan menunggu saat itu nanti ! Saat kamu membiarkan ku bekerja di luar sana. berkarier seperti yang ku impikan. "
" Apa semua ini kurang ? maksud ku tidak bisa kah dirumah saja bersama Sky ? Dia masih membutuhkan mu. "
" Aku tidak pernah bilang ini tidak cukup. Bahkan aku bingung bagaimana cara menghitung nya. Sepatu milik ku saja aku tidak pernah menghitung nya. " Alex menatap Risa disana.
Pandangan nya terlihat sendu dan entah lah. Perasaan apa yang di rasakan nya.
" Sudah, ayo kerja lagi. Jika ini selesai jam Sebelas, Kita masih bisa melakukan nya satu kali putaran di ladang. " Alex berubah semangat.
" Mari bekerja ! Dan habis lah kau malam ini !" Alex tersenyum miring melihat Risa mulai sibuk membaca berkas dan mengurutkan nya.
Tak lama ponsel Alex berdering dan nama Markus tertera disana.
" Angkat saja Dear..." Risa mengangguk dan Men Loudspeakers kan Ponsel Alex.
" Ada apa Markus ?"
" Tuan, Maaf mengganggu. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa Gudang sudah di bersihkan. Dan anak buah ada yang meninggal. "
" Urus mereka dan berikan santunan seperti biasa nya. Tanggung biaya hidup anak istri nya jika dia berkeluarga. !"
" Baik Tuan, Dan satu lagi .."
" Katakan ?"
" Nona Almeera sudah melahirkan. Anak nya laki laki, Dan Besok akan di adakan rapat pemegang saham utama ! Dan yang saya dengar, Nona Almeera meminta anak nya utama kan !. " Rahang Alex mengeras disana.
" Aku akan datang bersama anak dan istri ku ! Pastikan milik Justin tidak terusik sedikit pun ! Milik nya Ada berapa persen ?" Risa masih menyimak.
" 35 % Sama dengan milik anda Tuan ." Jelas Markus.
" Pastikan Justin mendapatkan Hak nya ! Cari dan bawa dia besok ke hadapan ku sebelum Rapat itu di mulai. Katakan pada nya untuk bersikap serakah !"
" Baik Tuan. Maaf mengganggu waktu malam anda. ,!"
" Kau memang menganggu ! Jika pekerjaan ku tidak selesai tepat jam 11 malam, Habis lah kau !"
Tut !
Markus mengeryit heran disana, Ada apa dengan Tuan nya ?
__ADS_1
Kenapa terlihat sensi sekali dengan nya ? Tak tau kah Kau wahai Markus yang budiman ? Bahwa Bos mu sedang berusaha menyelesaikan pekerjaan nya tepat jam 11 malam agar dia bisa membajak ladang nya malam ini ?
...❤️❤️❤️...