Belenggu Cinta Sang Penguasa

Belenggu Cinta Sang Penguasa
Understanding


__ADS_3

Saat Alex Pulang dari kantor Rumah terlihat nampak sangat sepi disana.


Kenapa sepi sekali ? Hanya ada beberapa penjaga dirumah ini.


Tiba tiba pikiran nya langsung buruk. Entah mengapa kejadian buruk tiba tiba menghantui pikiran nya.


" Dimana Istri ku ? Risa ? Risa ? Kau dimana ? Risa ?" Alex yang panik dan tremor pun langsung menuju kamar nya dan Risa.


Kosong ?


Dimana Risa nya ? Kamar Sky juga kosong ? Ya Tuhan...


Kemana mereka semua ? Pikiran Alex semakin buruk.


Kembali turun ke lantai dasar, Dia melihat salah satu pelayan sedang di dapur.


" Dimana Nyonya kalian ? Kenapa rumah tampak sepi sekali ? Dimana semua orang ?" Pelayan tersebut merasa bingung pun tidak bisa menjawab.


" Aku tanya dimana Istri dan anak ku ???" Banyak Alex.


Suara nya menggelegar di ruangan itu. bahkan Pel iniayan tadi sampai berjingkat karena kaget mendengar bentakan Alex yang sangat menggelegar itu.


" Nyonya dan Baby Sky Ada di taman Tuan..."


Wushh....


Alex langsung berlari menuju taman meninggal kan pelayan tadi.


Risa kaget saat melihat nafas suami nya memburu seperti itu, Alex maju hendak memeluk Risa nya tapi langkah nya tertahan disana.


Bahkan kedua tangan nya sudah terangkat untuk memeluk Risa yang kini menggendong Baby Sky.


" Maaf, Mengganggu. Aku akan pergi. " Alex pun langsung pergi dari sana.


Dia tidak ingin kembali membuat Istri nya tertekan. Dan Alex sudah berkonsultasi ke Desinta, Bahwa Alex harus membiar kan Risa untuk memiliki ruang waktu nya kembali. Sampai dia benar benar bisa menerima kehadiran nya lagi.


Dan mau tidak mau Alex harus melakukan itu.


Sesampai nya di kamar nya, Alex langsung menuju kamar mandi dan bersiap. Kali ini dia akan pindah ke Apartement nya atau Villa pribadi nya dulu yang sering di kunjungi nya saat masih berstatus lajang.


Ceklek...


Kedua nya saling mematung disana. Risa hendak masuk ke kamar nya dan Alex hendak keluar.


" Oh, Maaf..." Mereka semakin kikuk saja.


Saat Alex ke kanan Risa ke kiri, Saat Risa kenanan Alex kekiri dan itu membuat langkah kedua nya menjadi kikuk.


" Oh, Maaf. Aku akan pergi dari sini. Kau tidak perlu takut. Aku akan pergi. " Alex tersenyum disana dan senyuman itu adalah senyuman penuh dengan kesakitan.


" Aku mencintai mu..."


Cup.


Alex memberanikan diri untuk mencium bibir yang dulu selalu tersenyum dan merajuk manja pada nya dan kini sudah hilang.

__ADS_1


" Maaf, Aku hanya merindukan mu saja. Jika butuh sesuatu hubungi saja aku. !"


" Aku pergi ya..." Alex mengusap pipi yang sangat tirus itu dan Alex merasa hati nya sakit sekali saat merasakan itu.


" Aku mencintai mu. " Setelah mengatakan itu Alex benar benar pergi dari kamar dan membawa Koper yang tidak terlalu besar. Hanya Pakaian santai milik nya dan beberapa Mainan Sky, Dan Foto Pernikahan mereka dan Juga Foto Diri nya dan Risa sewaktu menjalani Foto Maternity masa kehamilan Risa saat mengandung Sky tempo lalu.


Para pelayan yang melihat Tuan nya pergi dari rumah dengan membawa koper pun merasa heran.


Ada Masalah apa sebenar nya ? Bukan kah Nyonya mereka baru sembuh ? Lalu kenapa Tuan mereka meninggalkan Baby Sky dan Nyonya Risa ?


Bukan kah juga selama ini Tuan Alex sendiri yang mengurus Nyonya Mereka ? Bahkan tak jarang juga Tuan Mereka yang menggendong dan menidurkan Sky yang selalu menangis setiap malam nya.


Tak jarang juga Tuan nya kurang tidur dan kurang enak badan mengurus semua masalah ini.


Sebenar nya ada apa ini ? Apa yang terjadi ?


Maura sih ketua genk perserikatan Para Pelayan rumah ini pun merasa harus mengetahui apa yang terjadi sesungguh nya.


Alex memberhentikan langkah kaki nya saat mendengar suara tangisan Sky disana. Seakan anak nya itu tau bahwa sang Papa akan pergi dari rumah ini.


" Biar aku saja." Alex mengambil Sky dari Nanny nya dan membawa anak nya ke Dalam gendongan nya.


" Ada apa Son ? merindukan Papa ? Ah, Maaf. Papa sibuk, Jadi belum sempat menyapa mu..." Sky masih menangis disana.


Alex merasa kasihan, Ada apa dengan anak nya ?


" Buat kan Susu nya, Mungkin Sky haus. "


" Baby Sky, Sudah kembali mendapat kan ASI dari Nyonya Tuan. Dan sejak pagi tadi produksi ASI Nyonya terus keluar dan berproduksi dengan baik. Bahkan kami membantu nya untuk memompa nya dan menyimpan di Kulkas. !" Alex kaget saat mendengar penuturan dari Maura Pelayan Risa dan menjadi kepala pelayan dirumah ini karena Risa yang mengangkat nya.


" Benar kah ?" Ada Rasa bahagia disana.


Alex terus membujuk nya sampai anak itu merasa lelah dan diam dalam dekapan nya.



" Sudah bisakah Papa pergi ? Besok Papa kesini lagi ya. " Anak itu kembali menangis dengan kencang.


" Sky, Anak Papa--"


" Tinggal saja disini, Maksud ku Demi Sky, Aku belum bisa membujuk nya..." Alex melihat ke arah Risa yang kini tengah menantap nya.


Alex merasa bahagia, Tapi tatapan Risa masih terlihat sakit menatap nya.


" Tidak usah, Aku tidak ingin membuat mu terbebani jika aku disini. "


" Terserah..." Mengambil Sky dari Alex dan membawa nya ke kamar Sky.


Disana dia membawa Sky bermain sampai anak itu lupa dengan Papa nya tadi.


Alex pun sudah sampai di Apartement nya, Jarak terdekat dari rumah mereka.


Kini dia sedang menatap istri nya dari Ipad yang memang sudah di sambung kan nya.


" Maafkan aku sayang..." Ucap Alex dengan lirih saat melihat Istri nya kini berada di Ruang Tv bersama para pelayan dan Di temani Nanny nya Sky.

__ADS_1


Alex sangat berterima kasih pada para pelayan nya yang bisa menerima nya keadaan Risa.


Menerima Risa dengan dan Risa menerima mereka semua.


Saat sedang melihat Keriuhan di ruang Tv dan heboh nya Para Pelayan yang melihat Bagaimana menggemaskan nya Sky.


Sky adalah hiburan tersendiri untuk mereka.


Ketampanan dan kulit putih Sky membuat semua orang menyukai nya .


" Ada apa ?" Tanya Alex saat Markus menghubungi nya.


" Ada yang menyusup masuk ke Markas Tuan. Dan lagi--"


" Katakan ?" Ucap Alex dengan tegas.


" Nona Rara--"


" Aku tidak ingin berurusan dengan nya lagi. Aku juga tidak ingin Anak itu menyandang nama belakang ku. Upayakan itu. Jadwal kan pertemuan ku dengan nya. Ini untuk yang terakhir kali nya. Dan paksa orang tua nya untuk memberi penjelasan pada keluarga nya bahwa aku keberatan dengan nama belakang milik ku. "


" Kedua, Aku akan segera ke Markas dan aku sendiri yang akan mengeksekusi nya. " Alex butuh pelampiasan saat ini.


Tut !


Sambungan telepon langsung di matikan nya. Dia langsung menuju Markas mereka dimana tawanan itu sudah babak belur.


Tap..Tap...Tap...


Suara ketukan sepatu Mahal Alex begitu menyeram kan di telinga musuh nya.


Aura Alex memang sangat menyeramkan jika sudah berada di dalam markas ini.


Trang...


Di lemparkan nya Sebuah Pedang panjang disana ke depan Penyusup itu.


Alex tersenyum Setan disana dan itu membuat para anak buah nya sudah merinding.


" Buka kandang Bruno !" Titah nya tegas.


Grrrhhhh...Grrrrhhh....


Singa Jantan sudah keluar dari sana. Alex masuk ke dalam kandang itu dan mengelus Binatang buas itu.


" Lama tidak bertemu Kawan ? Apa kau lapar ? Kali ini aku memberi mu daging segar lagi, Kau suka ?" Masih menatap dan mengelus rambut lebat singa jantan itu.


Grrrrhhh...Grrrhh...


Bruno tidak menghiraukan Alex, Pandangan mata nya tertuju pada Tawanan nya.


" Bawa dia masuk !" Alex duduk di kursi santai dan menyalakan Rokok mahal milik nya untuk menyaksikan acara pertujukan sore ini.



Dia menikmati sore hari dengan pemandangan indah dengan sebuah pertunjukan yang sudah lama tidak di lakukan nya.

__ADS_1


" Taruhan nya 500 juta !" Ucap Alex tanpa menatap siapa pun.


...❤️❤️❤️...


__ADS_2