Belenggu Cinta Sang Penguasa

Belenggu Cinta Sang Penguasa
Rencana 2


__ADS_3

" Kami harus menginap dimana ?" Pertanyaan bodoh macam apa yang di lontar kan oleh Mario saat ini ?


Plak !.


Steve langsung memukul kepala bagian belakang Mario saat menyadari tatapan tajam dari sang penguasa itu.


" Kau tolol sekali Bung, tinggal di hotel, Atau kau sudah miskin ? Jika kah sudah miskin biar aku yang membayar hotel mu, atau kau mau menginap di rumah sakit jiwa yang ada di bawah naungan ku juga ?" Bukan Steve mencari muka terhadap Alex.


Tapi dia berpikir lebih baik cari aman saja dulu lah, Dari pada harus terlibat masalah karena ulah Mario Ozawa itu.


" Hey ! Bangsat ! Kau memukul kepala ku ?"


Clak !


Mario langsung menodongkan pistol nya di kepala Steve karena kesal kepala nya di pukul oleh Steve tadi.


" Tarik saja pelatuk nya jika kau berani !" Tantang Alex pada Mario saat ini.


Sedikit pun Alex tidak merasa terintimidasi dengan keadaan sekitar nya.


" Sialan kau Alex !" Umpat Mario langsung kesal dan memasukan kembali pistol nya.


" Pergi dan bersiap untuk misi kalian. Segera Terget akan muncul setelah ini. Aku yakin itu. Karena dia tidak bisa membuktikan bahwa aku bersalah disini. " Semua nya membubarkan diri.


Lebih tepat nya Mario dan Steve saja, Sementara Markus dan Alex masih berada di kantor untuk membahas lebih lanjut lagi permasalahan yang tengah mereka hadapi saat ini.


Di belahan Dunia lain nya, saat ini Sang Kelinci putih tengah menikmati hari hari nya dengan begitu tenang dan nyaman.


Lingkungan tempat tinggal nya saat ini dia sangat menyukai nya. Sejuk dan menenangkan menurut nya.


" Ma, Itu buah apa nama nya ?" Tanya Theo pada Risa yang tengah memakan buah Naga merah.


" Dragon Fruit, Enak, kamu mau coba ?" Theo mengangguk dan memakan buah yang di berikan Risa pada nya.


Saat ini Risa tengah menikmati sore hari nya di di Rooftop rumah baru mereka dengan berbagai macam makanan sehat yang di buat oleh para pelayan yang beruntung sengaja di bawa Alex.


Alex tidak mempercayakan lagi rumah dan keamanan keluarga pada orang lain.


Maka dari itu dia membayar lebih pada mereka untuk bekerja lebih ekstra lagi.


Dan mereka menyanggupi nya.


" Hallo sayang..." Sapa Risa saat melihat wajah suami nya sudah memenuhi layar hp milik nya saat ini.


Sementara yang di sapa hanya berdecak kesal saja.


Dia merindukan wanita itu, Tapi kenapa kesan nya wanita itu tidak merindukan nya sama sekali ?


" Sayang..."


" Ck, Sudah lah. kau tidak terlihat seperti merindukan ku. " Oh, Ayolah Alex.

__ADS_1


Risa bukan seperti mu yang bisa tau dan mengerti perasaan orang lain.


" Kata siapa aku tidak merindukan kamu ? Atas dasar apa kamu bisa bilang kalau aku gak rindu sama kamu ?"


Skak !


Alex bungkam saat ini.


" Jangan kamu kira aku gak rindu sama kamu ya ? Tau apa kamu sama rasa rindu aku ?" Alex kaget.


Kenapa wanita itu sekarang menangis ?


" Keanpa menangis ? Aku tidak memu--"


" Ya, Kamu memang tidak pernah memukul ku, Tapi kata kata kamu selalu saja buat sakit hati. Udah, aku gak mau ngomong sama kamu, Aku benci kamu !"


Tut !


Risa kembali menangis.


Dia merindukan suami nya, Tapi kenapa suami nya bilang bahwa dia tidak merindukan nya .?


Sementara Alex, Dia masih memegang ponsel mya dengan pandangan heran nya, Kenapa Risa mematikan sambungan telepon nya ?


" Sial, Pasti dia menangis saat ini. " Alex kembali teringat dengan istri nya yang jika hamil pasti menjadi cengeng.


Walau biasa nya juga begitu, Ya tapi tidak terlalu parah juga.


Dan lihat, Apa itu ?


Alex sudah di sambut dengan wajah cemberut sang istri tercinta.



" Huh..." Terdengar Alex menghembuskan nafas nya kasar saat melihat wajah cantik itu cemberut pada nya.


Bahkan tangan nya masih memegang tissu yang mungkin saja habis di gunakan untuk mengelap ingus nya.


" Kenapa mematikan telepon nya ? Aku salah apa ?" Tanya Alex merendahkan intonasi suara nya agar tidak membuat kelinci putih kesayangan nya itu kembali menangis.


Srooott....


Terdengar Risa kembali membuang ingus nya dan itu membuat Alex kembali hanya bisa menghela nafas nya berat.


" Jangan terlalu keras, Nanti hidung kamu terluka, Hati hati. " Alex kembali memperingati istri nya agar tidak terlalu kuat untuk membersihkan ingus nya.


Alex memang benar benar posesif dan over protektif terhadap Risa nya, Tidak hamil saja Alex begitu apalagi saat Risa hamil.


Sudah lah, Maka Risa hanya bisa patuh saja bukan ?


" Kenapa menangis dan memutuskan begitu saja sambungan telepon nya ? Aku hanya bertanya apa kau tidak merindukan ku saja ? Lalu kenapa kau menangis ?"

__ADS_1


" Karena aku merindukan kamu Hiks...hiks...hiks...."


" Sudah jangan menangis lagi, Aku juga merindukan mu, Lalu aku harus bagaimana ? Jika bisa aku juga ingin selalu bersama mu, Tapi disini keadaan nya tidak baik baik saja. Kau harus mengerti itu. " Risa terlihat mengangguk sambil menghapus air mata nya.


Dia menatap wajah suami nya yang sangat di rindukan nya itu.


Baru satu hari, Tapi rasa nya rindu sekali.



" Kamu dimana ?" Tanya Risa yang melihat sekitar suami nya yang terlihat asing bagi nya.


" Aku baru keluar dari hotel, Ada kerjaan sedikit dengan para investor, Mereka meminta penjelasan dengan berita tidak benar itu. " Alex menjelaskan pada istri nya yang memang saat ini dia masih berada di hotel dan menuruni escalator di hotel nya.


" Kenapa bisa ? Bukan kah semua nya sudah jelas, Kamu tidak pernah menunggak pajak ? Bahkan harta dan barang barang mewah ku juga termasuk pajak kamu kan ?" Alex mengangguk.


" Tenang saja, Hanya seekor tikus yang mencoba bermain dengan Singa Jantan. " Risa hanya bisa mencebik saja.


Benar juga sih yang di katakan suami nya, Alex memang seperti singa jantan sang penguasa Rimba hutan belantara.


Dan cocok bukan ?


" Terus kamu sudah makan ?" Tanya Risa lagi.


Alex mengangguk lalu berjalan menuju mobil yang sudah menunggu nya di loby hotel nya.


" Ingat, Jangan tidur terlalu malam kau, Awas jika kau berani tidur malam. Aku akan datang menghukum mu. "


" Mana bisa ? Kamu jauh ..." Risa hanya bisa menundukan Pandangan nya saat ini.


Dia benar benar merindukan suami nya, Suami penguasa nya, Suami tampan nya yang selalu mencintai nya dengan segala kekurangan dan kelebihan yang di miliki nya.


" Tuan, Seperti nya mobil--- " Sang supir tidak melanjutkan perkataannya saat Alex memberi nya kode agar tidak melanjutkan kata kata nya.


Alex yang tengah berbincang dengan istri nya kini menatap spion di luar sana, dan benar saja, Mobil itu mengikuti nya saat ini.


" Mobil apa yang kau gunakan ini ?" Tanya Alex lagi.


Tapi sebelum itu, Dia memberi kode pada supir nya untuk tidak menjawab nya lagi karena saat ini dia tengah bicara pada istri nya dan Alex tidak ingin istri nya khawatir.


" Mobil, -----" Jawab Supir nya, Alex mengerti saat ini.


" Sudah dulu, Aku sedang di jalan. Ada kerjaan lagi yang masih harus ku kerjakan. nanti malam sebelum tidur hubungi saja aku. " Risa mengangguk.


" Aku mencintai mu dan jaga diri mu..."


" Aku juga mencintai mu, Dan jaga diri mu juga. " Risa memberikan Kecupan jarak jauh untuk Alex dan Alex menerima nya.


Setelah itu dia mengeluarkan pistol dari saku Jas nya dan melihat peluru nya dan ternyata terisi penuh.


" Kau fokus pada jalan mu sana, Alih kan ke tempat sepi, Saat aku memberi mu kode buka jendela nya dan Mundur ke belakang. " Supir nya mengangguk dan mengikuti perintah sang tuan.

__ADS_1


...❤️❤️❤️...


__ADS_2