Belenggu Cinta Sang Penguasa

Belenggu Cinta Sang Penguasa
S2. Keputusan


__ADS_3

Setelah berdebat singkat, Karena Alex tidak suka basa basi, Akhir nya semua sudah di putuskan, Bahwa Justin lah yang memimpin perusahaan Guero Corp karena hanya Alex dan Justin lah anak dari pria tua Bangka yang sangat di benci oleh Alex itu.


Dan mau tidak mau, Itu harus di setujui oleh Ayah mereka, Dan Justin tidak bisa mendebat kakak nya.


Dia menikah dengan seorang Wanita biasa, Hanya wanita pemilik peternakan sapi, Dan mereka hidup bahagia di sana.


Namun, Seperti nya mulai besok Justin harus membawa anak istri nya untuk tinggal bersama di London.


Tak tanggung, Alex menyiapkan rumah pertama nya dengan Tarisa untuk keluarga Justin dan Justin menuruti nya.


Dan Sky ? Dia tidak bisa langsung tinggal di Indonesia Karena banyak hak lagi yang harus di urus nya disini, Dan itu membuat wajah tampan nya bermuram durja.


" Aku hanya ingin cepat pindah ke indo dan bertemu kamu, Itu saja. " Keluh Sky pada Mawar yang kini mereka tengah terhubung dengan sambungan telepon.


Mawar hanya bisa menghela nafas nya saja, Entah kapan dia bisa kembali bertemu dengan langit terindah nya itu, Dia juga merindukan langit nya, Karena saat ini dia membutuhkan seseorang.


Dan itu Sky,.


" Baik lah, Istirahat disana. Ini sudah larut Sky. Istirahat lah. " Sky hanya mengangguk saja.


Dia juga merindukan Mawar terindah nya, Tapi apa mau di kata lagi ?


Kedua nya mengakhiri sambungan telepon nya, Dan tiba tiba, Saat dini hari waktu London, Ponsel Sky berdering kembali dan itu dari Matheo.


" Kak, Apa tidak tau jika disini masih jam satu malam ? Tidak kah kasihan pada adik mu yang paling tampan ini ?" Mata nya terpejam, Tapi mulut nya seperti biasa.


" Berangkat sekarang ! Ibu nya Mawar meninggal !"


Deg !


Kedua mata Sky membulat sempurna, Ingin menyangkal nya tapi mana mungkin seorang Matheo bercanda ! Itu tidak akan mungkin.


" Baik. Aku berangkat sekarang kak, Tolong urus segala nya kak. Aku berangkat sekarang. " Sky langsung mematikan ponsel nya dan bersiap untuk pergi ke bandara dan menggunakan pesawat pribadi nya.


Tok...Tok...Tok...


" Tolong buka pintu nya Papa !! Ini keadaan genting !" Sky terus menggedor kamar kedua orang tua nya yang baru saja terlelap karena habis berkebun di malam hari.


Dengan wajah garang dan kesal nya Alex turun dari arena pertempuran tadi dan memakai bawahan nya dan celana training nya.


" Tidak punya jam di kamar ?"


" Bukan waktu nya berdebat Pa, Sky harus berangkat ke Indo saat ini juga Ibu nya mawar meninggal. " Sky langsung to the point.


Dan hal itu membuat Alex langsung melebarkan kedua mata nya, Kenapa dia menyetujui hubungan Sky dan Mawar ? Karena dia tidak melihat keburukan apa pun pada gadis itu selain ayah nya yang memang tak beradab seperti ayah nya juga.


" Pergi lah, Sampai kan salam Papa dan Mama untuk nya. Kami akan mengirimkan turut berduka cita. Minta kakak mu untuk mengurus segala nya disana. !" Sky mengangguk dan memeluk tubuh Shirtless Papa nya.


" Sky berangkat pa. " Sky berangkat langsung ke bandara dan langsung terbang menuju rumah Kekasih nya..


Perjalanan udara di tempuh Sky dalam waktu kurang lebih 17 jam, Dan itu membuat Sky langsung kerumah duka.

__ADS_1


Dimana disana Sky melihat Mawar masih di kelilingi oleh para tetangga nya.


" Rose..." Merasa suara itu tidak asing bagi nya, Mawar langsung melihat ke arah sumber suara.


Air mata nya langsung kembali merembes keluar saat melihat langit terindah nya itu hadir di hadapan nya saat ini.


" Sky...." Mawar langsung bangkit dan menghambur ke dalam pelukan Pria tampan berambut biru itu.



" Ssstt...Don't Cry...." Sky memeluk Mawar dan mengusap punggung nya dengan lembut.


Bahkan dia juga mengecup puncak kepala Mawar yang tertutupi selendang panjang.


Rumah ini sudah sepi, Dan hanya ada beberapa para tetangga saja yang menemani nya.


Dimana Sky ikut merasakan kesedihan yang tengah di rasakan Mawar terindah nya itu.


" Ibu, Ibu Sky...."


" Sshhhttt...Ibu sudah tidak lagi merasakan sakit nya. Ibu tau kamu sudah banyak berjuang untuk nya. Sekarang ibu sudah tenang..."


" Tapi bagaimana dengan aku ? Bapak ? Bahkan dia sibuk dengan Wanita wanita tanpa memikirkan aku..." Rahang Sky mengetat.


Dia marah mendengar penuturan dari Mawar nya, Ternyata selama ini uang yang dia kirimkan setiap bulan nya untuk pria buntal itu sia sia saja.


Pria itu sama sekali tidak menepati janji nya pada Sky, Dan Sky akan menagih janji itu.


" Aku akan menyeret nya kesini. Kamu tenang saja. " Mawar menggeleng.


" Kamu masih kasihan sama pria buntal itu ? Dimana otak pria itu saat kamu seperti ini ? Dia tidak ada bukan ?" Mawar diam.


Memang benar yang di katakan Sky.


" Dan kenapa tidak menghubungi ku ?"


" Maaf, Aku bingung, Yang bisa aku hubungi hanya Pak Matheo, " Sky menghela nafas nya berat.


Dia tidak ingin emosi saat ini karena Mawar tengah berdua.


Dan dia juga berterima kasih pada kakak nya yang telah membantu pemakaman ibu nya.


Saat mereka tengah mengobrol ibu ibu tetangga mawar datang, karena Mawar sudah pindah di perumahan menengah ke atas kerena Sky dan gaji yang di terima mawar di perusahaan milik kakak nya.


" Mawar, Untuk tahlil nanti malam gimana ?" Tanya Ibu ibu itu.


Mawar hanya menggeleng, Dia juga bingung harus apa ?


" Tolong di urus ya ibu ibu, Saya yang akan menanggung seluruh biaya nya, Tolong juga panggilkan anak anak panti asuhan untuk mengirim doa untuk ibu, Saya juga mau memberi santunan untuk warga sekitar yang sekira nya membutuhkan. " Ibu RT yang di ketahui itu mengangguk.


Dia dan suami nya bergegas melakukan perintah Sky, Tapi bagaimana ini ? Dia harus menukar uang lebih dulu bukan ?

__ADS_1


Saat dia bingung, Utusan Papa nya datang membawa sebuah mobil box beserta isi nya.


" Tuan Muda, Ini bingkisan dari Tuan besar. kata nya sebagai ucapan bela sungkawa dari keluarga untuk Nona Mawar. " Sky hanya mengangguk.


Dia membiarkan segala sesuatu di urus Anak buah papa nya, sementara Mawar masih berada di pelukan Sky, yang terus mencoba menenangkan nya.


" Kenapa Tuan Alex baik sekali Sky ? Aku malu...bagaimana cara berterima kasih pada nya ?"


" Cukup jadi diri mu sendiri. Jangan pernah meragukan cinta ku untuk kamu. Wanita hebat ku. Sekarang jangan pernah menangis lagi. Aku tidak akan membiarkan air mata ini kembali jatuh. " Mawar mengangguk.


Sky membawa nya ke dalam rumah, Dan Sky, Dia membersihkan diri dirumah Mawar, Lebih tepat nya di kamar Mawar karena hanya ada kamar Mawar dan kamar ibu nya saja dirumah ini.


Jika Sky mandi dan membersihkan diri di kamar mandi luar akan terlihat orang orang disana bukan ?


Dan Mawar tau, Bahwa Sky tidak menyukai banyak orang yang menatap nya.


Apalagi wajah Sky yang sangat luar biasa itu, Jika pria disini mengecat rambut nya berwana biru seperti Sky akan mendapatkan banyak gunjingan, Tapi melihat Sky, yang rambut nya berwarna biru membuat mata para anak gadis tetangga komplek sini menatap kagum ke arah pria tampan itu.


" Di minum dulu teh nya. " Sky tersenyum saat menerima secangkir teh harum bunga melati buatan Mawar.


" Harum..." Mawar hanya mengangguk saja.


Sky mulai meminum teh buatan Mawar, Dan tak lama juga Mawar membawa nya ke meja makan untuk makan masakan yang di masak ibu ibu komplek tadi untuk para tetangga yang membantu pemakaman ibu nya.


" Maaf, Hanya ada ini, Apa mau aku pesan kan sesuatu ?" Sky menggeleng.


" Aku mau coba yang itu, Kuah susu itu. " Kali ini Mawar yang menggeleng.


Kuah susu ? Itu santan Sky !


" Ini nama nya sayur lodeh, Isi nya jagung manis, Jagung muda, Kacang panjang, Dan melinjo jga sawi putih. Kuah nya yang kamu bilang susu itu santan. Dari kelapa yang sudah tua. " Sky mengendikan bahu nya


Dia tidak perduli itu, Dia mulai memakan makanan yang di siapkan oleh Mawar untuk nya dan karena memang dia lapar.


Walau wajah nya sudah merah padam, Karena kepedasan sambal dan rumah ini pun AC nya tidak seperti rumah Sky mungkin.


Apalagi suhu di sini sangat luar biasa terik nya.


" His...aku akan benar benar mengganti seluruh AC rumah ini. Bisa bisa aku mati kepanasan disini. Huh !" Keluh Aku saat kembali menerima segelas air dingin dari Mawar.


" Mulut mu terlalu lemez dan pedas. Ini rumah ku bukan rumah mu ! Jadi nikmati saja apa yang ada. !"


" Setel yang paling dingin. Aku hampir mengering disini. "


" Masuk ke kamar ku dan istirahat lah. Nanti saat pengajian akan aku bangunkan. "


" Setel AC nya, Ini tidak dingin sama sekali. "


" Ini sudah dingin Sky, Aku bisa mati kedinginan disini. "


" Dan aku tidak akan membiarkan mu mati meninggalkan ku !"

__ADS_1


Mawar bungkam !.


...❤️❤️❤️ ...


__ADS_2