
Setelah Haru ulang Tahun Sky, Dimana semua tamu undangan tau siapa Keluarga Sky, Yaitu Keluarga terpandang dan terkaya di Kota London, Semua anak anak sibuk berteman dengan nya.
Tapi bukan Sky nama nya, Jika wajah bak malaikat nya itu dengan mudah menerima mereka.
Sky sangat tidak suka berteman karena harta dan tahta.
Tidak nyata menurut nya. Dan Teman nyata nya disini adalah Satria, Dino dan Tono di tambah Mawar yang Selalu menjadi kegelisahan hati nya.
" Woy ! Basket yuk ah...Anjay, Diem diem aja. " Dino datang menghampiri Sky yang terlihat termenung di meja belajar nya.
" Why ?" Tanya Sky melihat ketiga teman nya sudah berada di dekat nya.
Hari ini mereka Akan keluar, Maka nya Sky sudah berganti pakaian nya, Mereka akan Jalan jalan nanti nya.
Tapi masih di sekolah, Karena menunggu hasil ujian mereka.
" Bahasa Lo Tinggi bener kayak nama Lo ah. " Sky hanya mengendikan kedua bahu nya malas menanggapi ocehan gak bermanfaat dari Dino.
" Hasil ujian sudah keluar. Ayo ke Mading. " Ajak Satria.
Dan mereka langsung menuju Mading, Disana semua hasil ujian semester anak anak siswa siswi sudah keluar semua.
Sky menghampiri Papan Mading yang tertera, Dimana nama nama siswa kelas 2 SMA .
Disana Sky melihat kelas dan ruangan nya, Dimana disana juga sudah ada Mawar yang menunggu.
Senyum Sky terbit, Dimana nama nya menjadi yang teratas, Mawar di bawah nya, Ini hebat bukan ? Nilai mereka hanya selisih 4 poin saja.
Sky mengakui nya, Untuk Wanita sederhana seperti Mawar, Yang memiliki keterbatasan biaya, Dan media pembelajaran, Mawar sanggup bersaing dengan nya.
Betapa kagum nya Sky terhadap Mawar sederhana itu.
" Congratulation !" Sky mengulurkan tangan kanan nya terhadap Mawar.
Mawar bukan wanita munafik, Karena itu dia menerima uluran tangan dari Sky.
" Terima kasih, Kamu lebih hebat. " Sky hanya tersenyum saja.
" Kamu kemana hari ini ?" Tanya Sky saat mereka sudah berjalan beriringan.
Mawar tidak lagi secanggung dulu, Tapi ya masih membatasi jarak antara mereka.
Karena Mawar sadar, Dia dan Sky berbeda, Benar benar sangat berbeda !.
" Aku Free , Kata Kanjeng Mami, Boleh libur. Besok aja Nyetrika nya. " Sky mengangguk.
__ADS_1
" Jalan ke mall mau ? Aku gak pernah ke Mall, Dan ya, You Know lah, Seminggu lagi aku haru Kembali ke London. " Mawar melihat ke arah Sky, Wajah Pria berwajah malaikat itu terlihat sendu.
Entah apa yang di rasakan nya, Tapi mungkin sedang tidak baik baik saja.
" Boleh. " Mawar menjawab nya, Sky senang ?
Tentu saja dia senang, Mawar mau ikut bersama nya, Dan karena hal itu juga Sky langsung membatalkan acara jalan jalan mereka dengan Genk nya.
" Yuk, Kita berangkat. Aku bawa mobil hari ini...Hehehe..." Mawar hanya tersenyum saja.
Sky memang ahli, Ahli dalam segala bidang, Tolong ingat kan Mawar saat melihat Sky ikut Lomba Olahraga beberapa waktu lalu, Dari mulai memanah, Berkuda hingga Hanggar Sky menguasai nya,.
Mawar tidak tau saja, Bahkan olah raga ekstrem dan taktik membunuh seorang Sky tidak di ketahui siapa pun kecuali Markus.
Papa nya saja tidak tau jika Sky adalah mesin pembunuh berwajah malaikat.
Maka jangan pernah mencari Maslaah dengan seorang Sky Alexander Jika tidak ingi berakhir tragis.,
Tidak mati dan merenggang nyawa, Tapi cacat cacat seumur hidup saja.
Entah tangan patah, Kaki patah atau mata buta karena di colok nya sendiri. Markus memang Bisa gila jika melihat itu lagi.
Sky pernah melakukan hal itu, Dan karena apa ? Karena dia akan di lecehkan oleh Pria penyuka sesama jenis, Dan tau apa yang di lakukan Sky ?
Dia membuat Pria itu buta, Kaki patah dan kelima jari nya putus !.
" Kamu gak keberatan kan aku ajak jalan jalan ?" Mawar menggeleng.
" Tapi jangan lama lama, Ibu aku gak ada yang jaga. Bapak aku ---"
" I Know ! " Jawab Sky yang memang tidak ingin Mawar melanjutkan kata kata nya karena takut sedih.
Ibu nya Mawar memang lumpuh kaki, Tapi dia bisa melakukan nya, Jika hanya sekedar Buang air kecil atau air besar ibu nya masih bisa walau duduk di kursi roda.
Sebelah Bagian tubuh nya Lumpuh total, Beruntung tangan Kiri nya masih bisa berfungsi dengan baik, Maka dari itu Mawar tidak terlalu khawatir dengan keadaan ibu nya, Walau tidka bisa di pungkiri bahwa dia juga takut. Tapi ibu nya selalu bilang jika ibu nya baik baik saja.
Walau ucapan nya tidak jelas, Bergumam dan bibir nya merot, Tapi Mawar paham bahasa ibu nya.
" Yaudah. Nanti kita cari makanan buat ibu kamu. Kamu mau beli apa aku temani. " Mawar menggeleng, Dia enggan menanggapi Sky.
Lebih tepat nya tidak ingin Sky melakukan itu untuk nya.
Saat melewati Jalan xx Mata Sky menatap sendu ke arah kedua bangunan yang saling berhadapan yang menjadi tempat ibadah.
Hati dan perasaan Sky tiba tiba saja nenyendu, Tidak bisa di pungkiri oleh nya, Bahwa Sky memiliki ketertarikan lebih pada sosok wanita rapuh yang di paksa untuk kuat dan tegar yang berada di samping nya.
__ADS_1
Sky ingin Selalu ada di dekat wanita itu, Membantu nya dan melihat nya setiap hari, Bersama berjalan bergandengan tangan, menata masa depan dan kehidupan.
Namun sekali lagi, Sky di sadar kan dengan sebuah tembok pemisah yang sangat tinggi, Koko dan sulit di roboh kan .
" Dimana saat aku beribadah di Katerdral, Dan kau di Istiqlal " Gumam Sky menatap sendu ke arah dua bangunan yang saling berhadapan, Memamerkan keagungan dari kedua nya, .
Mereka berdiri kokoh sebagai simbol toleransi antar umat beragama di Pusat Kota ini, Dan menjadi yang terbaik disini.
" Sky....!!!"
Ciiiittt....
Sky langsung mengerem mobil nya saat mendengar pekikan dari Mawar.
Sky tersadar dari lamunan nya mengusap wajah nya secara kasar dan melihat ke arah Mawar yang terlihat masih shock sama seperti nya.
" Are You Oke ?" Tanya Sky masih panik menatap Mawar.
Mawar yang di tanya dan di tatap Sky hanya bisa mengangguk saja, Dia menarik nafas dengan perlahan dan menghembuskan nya.
Sky hanya bisa menghela nafas nya berat dan kembali menatap kedua bangunan besar itu secara bergantian..
" Sky .." Panggil Mawar lagi.
Mendengar panggilan Mawar Sky kembali tersadar dari lamunan nya, Dan melanjutkan lagi perjalanan mereka ke tujuan awal.
Mall !
" Hati hati. Bagaimana jika kita menabrak pengendara motor tadi ?" Sky mengangguk.
" Sorry..."
" Tuhan memang tidak pernah membedakan umat nya, Tapi Perbedaan itu pasti Ada. Bahkan akan terlihat sangat jelas jika kita ingin melihat nya. membuka mata dan hati untuk memahami apa yang kita lihat. Karen apa yang kita ingin kan ,hanya kita sendiri yang mengetahui nya. " Sky menoleh ke arah Mawar dan menatap nya sekilas tapi dalam .
" Dan Jika Tuhan nengijinkan mau, Aku yakin perbedaan itu akan menjadi persamaan, Jika salah satu di antara nya mau mengalah. That True !" Entah apa yang sedang mereka bicarakan.
Yang pasti nya, Saat ini, Kedua remaja itu saling merenungi diri dan hati mereka sendiri. Apa yang di inginkan mereka hanya mereka sendiri yang mengetahui nya.
So Simple !
Love Your Self ! itu menurut Sky.
__ADS_1
...❤️❤️❤️...