
Byur !!!
Raina menggeram tertahan saat kepala nya dan seluruh tubuh nya basah oleh air.
Air apa ? Air yang jatuh dari atas pintu toilet, Betapa kaget nya Amel dan Aira saat melihat teman nya tertimpa musibah seperti itu.
" Rain, Kenapa begini ?" Tanya Aira yang menatap prihatin ke arah teman nya.
Dan Rain sangat benci tatapan seperti itu saat orang lain menatap nya begitu.
Tanpa memperdulikan Amel dan Aira, Rain berjalan keluar dari toilet dengan membawa air bekas pel di dalam tong yang ada disana.
Entah apa maksud nya ini ?
" Rain tunggu...Kamu mau kemana ??" Dengan emosi yang mengelilingi nya, Rain mencari siapa yang di cari nya.
Dan ternyata yang di cari nya tengah berkumpul di lapangan melihat pertandingan antar kelas anak SMA sekolah asrama bergengsi tempat dimana mereka tengah menempuh pendidikan saat ini.
Namun kemeriahan dan keriuhan itu berubah menjadi malapetaka saat Anak SD datang dengan ember di tangan nya dan mengguyur tubuh sang Kapten Cheers sekolah mereka.
Byur !
" What the fvck ? Apa apaan ini ?"
" Kau ???" Tunjuk nya dengan sinis pada Rain.
Bianca benar benar merasa di permalukan saat ini, Bagaimana tidak ? Dia di permalukan oleh anak SD ? Yang benar saja !.
" Rain ?" Gumam Darius yang melihat wajah emosi baby girl nya.
" Apa apaan kau hah ? apa maksud mu melakukan ini kepada ku ? " Rain masih berdiri di tempat nya tanpa rasa gentar sedikit pun.
" Aku ? Aku membalas apa yang telah kau lakukan pada ku !"
" Memang nya apa yang telah ku lakukan pada mu ? Bukan aku yang membuat mu basah tersiram air !" Rain menyunggingkan senyuman nya.
" See ? Aku tidak mengatakan nya, Tapi kau sendiri yang telah mengatakan nya bukan ?" What the hell ?
Bianca merutuki kebodohan nya karena secara tidak langsung dia mengaku bahwa dia lah yang membuat Rain bada seperti itu.
Karena tadi, Sebelum Rain masuk, Bianca lah orang terakhir yang keluar dari kamar mandi.
" Apa ? Aku--Aku..."
" Lose ! Kau telah salah karena membuat ini pada ku !" Rain pergi meninggalkan Bianca disana.
Namun seperti nya Bianca tidak menerima perbuatan Rain pada nya.
Bugh !
Rain jatuh terjerembab ke lapangan basket saat bola besar itu menghantam nya.
Bianca menghantam nya sekuat tenaga karena rasa kesal nya terhadap Rain yang telah membuat nya malu.
__ADS_1
" Raina..." Darius berlari hendak menolong baby girl nya.
Namun saat dia sampai di dekat Rain, Sang Baby Girl sudah berdiri tegak dengan wajah penuh amarah nya.
Kembali Darius terkejut dengan perubahan raut wajah Rain, Ini adalah pertama kali nya Darius melihat nya.
" Rain...No..." Darius berusaha mencegah Rain berbuat lebih.
Karena dia tau, Pa hukuman bagi siswa siswi yang berkelahi, Hukuman nya adalah Membersihkan seluruh peralatan Kangin sekolah, Termasuk piring piring dan gelas minuman para murid.
Dan yang lebih parah nya lagi, Mereka harus membersihkan ruangan kelas selama masa hukuman berlaku.
Dan Darius tidak ingin Baby Girl nya mendapatkan hukuman itu semua.
" Rain, No please !" Pinta Darius dengan lembut.
Menyentuh lengan Rain, Tapi siapa Darius ? bisa menghentikan aksi Rain.
" Kau telah salah menjadikan ku lawan mu !"
Bugh !
Kembali Rain menendang Kaki Bianca untuk yang kedua kali nya, Dan apa yang di lakukan Rain selanjut nya semakin membuat semua tercengang.
Bugh !!
" Aaahh...Hidung ku !!!"
Ya, Tadi Amel dan Aira berlari mencari Cloud untuk memberitahu tentang masalah Rain saat ini.
Dan dengan cepat merek bertiga berlari menuju lapangan,Dan apa yang di dapatkan Cloud saat sampai di lapangan ?
Jerit kesakitan dari Kaka kelas nya saat melihat Rain menghantam hidung wanita itu dengan ganas nya.
Detik berikut nya darah segar keluar dari hidung wanita yang telah membuat Masalah dengan Rain.
" Aahh ..sakit..."
" Rain ! Apa apaan kau hah ? jika kau bermasalah Papa tidak akan bisa menolong mu !"
" Aku tidak perduli ! Dia yang lebih dulu memulai nya ! Dia membuat seluruh tubuh ku basah dan aku membalas nya ! Tapi bukan nya minta maaf dia malah menghantam ku dnegan bola basket ! Dan aku kembali membalas nya ! Adil bukan ?"
" Tapi bukan begini cara nya Rain ?" Cloud sudah bingung.
Bagaimana cara nya mengatasi Rain jika sudah emosi seperti ini, Tidak akan ada yang bisa selain Papa dan kakak langit mereka.
Rain akan kalah dengan mereka berdua.
" Aku tidak perduli ! Dia telah berani mencari Maslaah dengan ku ! Bukan hanya sekali, Tapi berkali kali ! Dia membuat ku muak dengan kelakuan nya, Bukan hanya ini yang bisa ku lakukan pada nya, Bahkan jika sekali lagi dia membuat ulah pada ku, Aku akan mematahkan tangan nya !"
" Raina Alexander ! Bianca Joanda ! Apa apaan ini ?" Guru kepala asrama datang mendekati tempat keributan antara siswi SD dan siswi SMA.
" Katakan saja hukuman nya Miss, Jangan berlarut larut dan membuang waktu ! Aku siap di hukum jika dia juga di hukum ! Impas bukan ?" Guru kepala hanya bisa geleng geleng kepala saja melihat sikap Arrogan dari seorang Raina Alexander Guero.
__ADS_1
Berbanding terbalik sekali dengan kembaran nya.
Dimana Cloud sangat tenang, dan stabil, Rain malah terlihat sangat brutal.
" Rain, Jaga sikap mu. " Ucap Cloud kembali mencoba menenangkan kembaran nya.
" Sekarang ikut keringan konseling ! Bianca dan Rain. "
" Saya ikut Miss. ".
" Cloud No ! Ini Masalah ku, Bukan masalah mu. "
" Tapi aku adik mu,. Aku tidak akan meninggalkan mu sendirian. Jika kau di hukum maka aku juga akan ikut bersama mu !" Ini lah yang sering menjadi pengelasan Rain.
Dimana saat dia berulah Cloud selalu membela nya dan ikut terkana imbas nya. Cloud bahkan juga rela ikut di hukum bersama nya walau bukan dia yang bersalah.
" Cloud please ! Jangan ikut dalam Masalah ku. "
" Maka jangan lagi membuat masalah Rain, Please !" Rain diam.
Bianca sudah di bawa teman teman nya ke ruang kesehatan dan Rain ? Dia masih di tempat bersama Cloud yang di tunggu guru kepala di Ruangan konseling.
Darius ? Dia menatap tak terbaca pada Rain, Anak SD bisa seberani dan sehebat itu ? Darius benar benar terpukau dengan baby girl nya.
" Ayo . bersihkan dulu tubuh mu. Kau membaca seragam ganti ?" Rain mengangguk.
Dia di gandeng Cloud menuju ruangan ganti milik nya.
" Rain Please, Jangan lagi. Sudah cukup..." Rain langsung memeluk Tubuh Cloud.
Dia benar benar menumpahkan kesalahan nya saat ini di pundak saudara nya.
" Sudah jangan menangis, Aku bersama mu. " Rain benar benar menangis.
Dia merasa sangat bersalah dengan terus terusan melibatkan Cloud dalam Masalah nya.
" C'mon Rain, don't cry, Jangan menangis lagi, Aku bersama mu. Aku bersama mu Rain. "
" Im so sorry Cloud, Im sorry. Aku bersalah. Maafkan aku yang terus membuat mu terlibat dalam Masalah ku,. Maafkan aku..." Tangis Rain pecah di ruangan itu.
Sepasang anak kembar saling berpelukan dan mencurahkan kasih sayang nya mereka sebagai saudara.
Amel dan Aira tidak tahan melihat itu pun memilih pergi dari sana.
Tapi Darius ? Dia tetap bertahan disana menyaksikan kedua nya.
Dia baru tau, Ternyata baby girl nya itu juga bisa menangis. Dan hebat nya Cloud begitu dewasa menyikapi perasaan kembaran nya
Benar benar luar biasa, Sementara Darius ? Dia tidak memiliki siapa pun selain Mommy dan Daddy nya yang selalu sibuk tanpa memikirkan perasaan nya.
Maka dari itu, Darius lebih memilih sekolah di asrama dari pada sekolah dan tinggal di Belanda bersama kedua orang tua nya.
...❤️❤️❤️...
__ADS_1