Belenggu Cinta Sang Penguasa

Belenggu Cinta Sang Penguasa
Hilang


__ADS_3

Risa sudah sehat secara Fisik, Tapi belum sehat secara mental dan batin nya.


Dia akan terus menangis dalam diam saat melihat Alex dan mendengar suara nya.


Sementara Alex ? Dia terus mengatakan maaf pada istri nya dan meminta wanita yang hidup dalam diam itu untuk kembali hidup.


Karena ada putra mereka yang sedang membutuhkan nya.


Membutuhkan sentuhan seorang ibu. Alex tidak ingin anak nya merasakan seperti yang di rasakan nya.


Pincang kasih sayang dari kedua orang tua nya. Alex tidak ingin Putra nya merasakan apa yang dia rasakan dulu.


Tidak !


Alex tidak akan membiarkan itu terjadi. Bagaimana pun cara nya dia harus membuat istri nya kembali seperti sedia kala.


Jalan terapi dan Sharing kepada Psikiater pun akan di tempuh Alex untuk membuat istri nya kembali hidup.


" Sayang, Selamat pagi..." Sapa Alex saat melihat Istri nya sudah duduk di kursi roda.


Ya, Tadi Pasti itu Perawat yang memang di tugas kan Alex untuk menjaga Risa selama dia bekerja.


Ya, Bahkan untuk sekedar berjalan saja Risa tidak memiliki semangat lagi . Kaki nya seakan ikut lumpuh bersama hati nya yang hancur berantakan.


" Sayang, Ayo mandi. Aku akan membantu mu untuk membersihkan diri. " Alex membawa Risa menuju kamar mandi.


Begitu telaten nya Alex membatu Risa mandi. Membersihkan diri.


Betapa sakit nya hati Alex saat melihat wanita yang sangat di cintai nya mengalami kondisi seperti ini. Bagai lumpuh total dan tidak memiliki semangat hidup lagi.


Bahkan yang membuat Alex sangat merasa sakit dan bersalah adalah Risa yang di pakaikan Diapers Khusus orang dewasa.


Ya, Tuhan...Rasa nya Alex tidak kuat untuk merasakan kesakitan ini.


Istri nya tidak merespon apa pun yang ada di sekitar nya. Bahkan saat anak nya menangis pun dia tidak merespon sedikit pun...


" Maaf kan aku sayang...Maaf kan aku..." Alex bersimpuh di hadapan istri nya itu.


Hancur sekali hati nya saat ini. Alex meremmas handuk kimono yang di kenakan Risa.


Ya, Alex yang memakai kan nya untuk Risa setelah mandi. Alex selalu mengurus Risa dengan sebaik mungkin jika dia tidak terlalu sibuk.


Dia juga ingin selalu menemani istri nya. Tapi, Pekerjaan nya sangat banyak.


" Maaf kan aku Risa...Tolong, Tolong kembali kan semua yang telah hilang. Tolong kembalikan lagi pada ku. Senyum mu. Cinta mu. Tawa bahagia itu. Tolong kembalikan Risa...Kembalikan itu untuk ku. Untuk Sky, Dia membutuh kan Mama nya. Aku mohon Risa..." Entah mengapa air mata Alex juga jatuh di sana.


Dia bahkan menelungkup kan wajah nya di pangkuan Risa. Dia menangis disana.


Alexander menangis.

__ADS_1


Dia hanya mengalami dua kali tangisan selama dewasa. Pertama saat Kakek nya meninggal dan kini melihat keadaan istri nya.


Dan mungkin dia kembali akan sering menangis jika Keadaan Risa seperti ini terus.


Tes...


Alex merasakan kepala nya basah oleh air mata dan itu air mata Risa.


Pandangan mata nya kosong, Jiwa dan Raga nya tidak lagi ada semangat disana.


" Sstttt...Jangan menangis sayang . Ku mohon jangan. Aku mencintai mu Risa. Aku mencintai mu. Aku benar benar mencintai kamu. Kembali lah Risa...Kembali lah pada ku. !" Alex semakin menangis pilu disana.


Hati nya juga ikut hilang bersama bungkam nya Risa saat ini. Entah lah Alex juga merasakan kehancuran yang teramat sangat disini.


Di bawa nya keluar dari kamar mandi Risa. Dan saat ini juga bahkan Alex memakaikan pakaian istri nya.


Gaun berwarna kuning menjadi pilihan Alex untuk istri nya. Lalu di sisir nya rambut hitam itu dengan penuh kelembutan nya.


" Kau terlihat sangat cantik sayang..."


Cup...


" Aku mencintai mu. " Ucap Alex tersenyum setelah mencium kening Risa.


Di usap nya dengan lembut pipi Cubby yang kini mulai menirus itu. Ada kesakitan kembali yang di rasakan Alex saat dia lah penyebab utama nya.


Risa di bantu suster untuk menyusui Baby Sky disana. Dan tetap sama . Tidak ada respon sedikit pun disana. Tetap diam seperti mayat hidup .


" Sudah selesai sayang ? Sini dengan Papa ya..." Alex mengambil putra nya itu dan kini mereka duduk bersisian di depan balkon kamar mereka.


" Bawakan sarapan Nya kemari. " Suster pamit dan segera memberi tahu Pelayan untuk menyiapkan sarapan untuk nyonya mereka.


Terlebih Maura, Dia sangat terpukul mendapati Risa seperti itu keadaan nya.


" Sebentar ya nak, Papa angkat telpon dulu " Alex meletakan Baby Sky di Box bayi mereka yang ada di dalam kamar ini.



" Kau manis sekali nak. Tidur yang nyenyak ya. Papa angkat telpon dulu. " Dan ternyata itu telpon dari Markus yang mengabarkan bahwa Rara kembali mengamuk dirumah nya karena ingin bertemu dengan nya.


Alex hanya bisa menghela nafas nya berat disana. Dia tidak ingin menemui Rara lagi. Terlebih itu ada atau tidak ada Risa.


" Aku tidak akan menemui nya. Dan Pindahkan saja kantor ku kerumah. Jika ada meeting penting lakukan secara Virtual saja. Anak dan istri ku lebih utama saat ini. !"


" Baik Tuan. "


" Dan kau sudah membuat janji temu nya ? Bisa dia datang kerumah ?"


" Sudah Tuan. Pertemuan nya akan di lakukan dua hari sekali. " Jawab Markus lagi.

__ADS_1


" Baik. segera pindahkan kan ruang kerja ku kesini. Berkas berkas dan Laptop kantor ku. Dan sampai kan pada seluruh karyawan terima kasih atas ucapan mereka tentang kelahiran Sky. Jika waktu nya sudah tepat, Aku akan mengumumkan nya. " Jelas Alex lagi.


Sekali lagi, Markus hanya mengangguk menanggapi nya.


" Bekerja lah dengan baik Markus. Aku percaya pada mu. !"


" Baik Tuan. Saya mengerti. !"


Tut !


Alex mematikan sambungan telepon nya.


Kini dia kembali pada Risa disana. Alex juga mengikuti arah pandangan istri nya itu.


" Kau ingin ketaman ? " Tanya Alex lagi.


" Oh oke. Ayo, Aku akan membawamu kesana. !" Walau dia tau tetap tidak akan ada sahutan nya.


Alex terus berusaha untuk mengajak Risa berkomunikasi agar istri nya cepat kembali.


" Tuan, Ada dokter yang ingin bertemu anda. !" Salah satu pelayan di sana mendatangi Alex dan Risa di taman.


Alex hanya mengangguk saja dan pelayan itu langsung pergi memanggil dokter tadi untuk di bawa ke taman ini .


Dan disini lah mereka sata ini. Taman yang di penuhi aneka ragam bunga bunga cantik dan indah itu.


" Selamat pagi Tuan...Nyonya..." Sapa dokter tersebut ramah.


Kini dia duduk di dekat mereka.


" Aku yakin kau sudah membawa hasil rekam medis istri ku. Jadi lakukan tugas mu saat ini. !"


Dokter tersebut hanya bisa menghela nafas nya berat


Sebelum dia menjelaskan semua nya , Dia mulai mengajak Risa mengobrol dan sekedar sharing saja agar wanita muda itu kembali pada kehidupan nya yang seperti sedia kala.


" Maaf, Tolong tinggalkan kami berdua Tuan. Kami akan memulai sharing. !" Alex mengalah dan pergi menjauh dari sana.


" Hy, Nyonya...Perkenalkan saya Desintha, Bisa kita berteman ?" Ucap nya ramah.


Risa lagi lagi tidak menjawab dan terus diam dan diam.


" Apa dia menyakiti mu ? Jika Fisik tidak akan seperti ini kulit indah mu. Apa dia menyakiti hati mu ? Cinta mu ?"


Tes...


Air mata Risa turun kembali membasahi kedua mata dan pipi nya.


...❤️❤️❤️...

__ADS_1


__ADS_2