
Alex merasa benar benar bahagia sekaligus puas telah berhasil membajak ladang kesayangan nya hingga sang pemilik ladang lemas dan tidur tak berdaya.
Berjalan ke ruang ganti setelah mandi, Senyum nya tak pernah lepas bagaimana melihat wanita yang masih naked di balik selimut itu tertidur dengan damai nya.
" Huh, Kau selalu bisa membuat ku gila Tarisa. " Di rapikan nya rambut Risa dan di kecup nya kening sang pemilik ladang..
" I Love you more !" Di usap nya pipi Risa dan bergegas ke luar kamar nya.
" Astaga !!!" Alex memekik kaget saat melihat ke empat anak nya sudah berada di depan pintu dengan wajah masam mereka.
" Besok besok hidup kan kedap suara nya Pa ! Kami cukup dewasa, Tapi Twins dan Sih planet itu ? Apa yang harus kami jelaskan ?" Alex mencoba biasa saja dengan wajah datar nya menatap ke empat anak anak nya.
" Why ?" Tanya Alex lagi.
" Karena cukup untuk kami melihat kenakalan Rain dan Piter ! Tidak lagi. kami tidak ingin memiliki adik lagi. Dan Thun Rasa kak Theo juga begitu, So, You know Pa !" Thunder membubar kan diri lebih dulu, Lalu susul Twins yang membawa Piter sih bungsu.
" Pa, Plis...Usia Mama akan dalam masa rentan jika mengandung lagi. Dan kami hanya mengkhawatir kan adik adik. Jika mereka bisa menerima ? Jika tidak ? Apa Papa bisa menjamin nya ?" Alex tetap diam masih mencerna ucapan anak nya.
" Besok kami berangkat ke Indo Pa, Thun Juga sudah mengurus surat kepindahan nya, Dia akan mulai kuliah disana. Big Brother sudah mengurus nya. " Alex hanya bisa menghela nafas nya berat.
Keputusan anak anak nya untuk tinggal di Indonesia sudah bulat, Tidak ada yang bisa mencegah mereka lagi.
Sekali pun itu Tarisa sendiri yang menjadi Permaisuri di istana mereka ini.
" Baik, Papa tidak bisa mengantar, Gunakan fasilitas yang ada. " Sky menggeleng.
" No, Sky dan Thun kami sudah memesan tiket penerbangan kelas Bisnis. So, Don't Worry Pa, " Bola mata Alex hampir keluar dari tempat nya .
Sky dan Thunder ingin naik kelas bisnis ? Alex tidak pernah sama sekali menaiki kelas bisnis, First class saja tidak pernah.
" Satu lagi. Kami disana akan berbaur dengan masyarakat lain nya, Tidak akan terkurung seperti disini. Permisi Pa. " Alex mengangguk.
Dia menatap punggung Anak China yang pertama di miliki nya, Betapa bahagia nya dulu Alex saat Bayi gembul itu terus bersama nya saat Risa dalam kondisi terguncang, Lalu tidur dan apapun tentang Sky, Alex lah yang berperan besar.
Sky memang lebih baik jika di ajak bicara dari pada Thunder sih kaku, Tapi keputusan yang di ambil nya, Alex tidak lagi meragukan nya.
Jiwa kepemimpinan Sky sangat luar biasa.
Alex akui itu, Sky adalah pemimpin hebat, Dan Matheo ? Dia Pria Dewasa dengan pesona Barat nya, Namun sayang.
__ADS_1
Kisah nya sangat tragis, Dia mencintai Wanita yang buta, Bahkan Rela menjadi Kaki tangan nya di setiap akhir pekan.
Wanita itu Bernama Adinda Larasati , Anak seorang Pedagang sayur keliling,.
Alex dan Risa tidak melarang nya, Namun wanita itu selalu membenci Matheo, Karena kebutaan nya Matheo lah tersangka nya.
Matheo yang menabrak Wanita itu saat Hujan gerimis di Sore hari, Dan Kecepatan mobil yang di kendarai Matheo menghantam sepeda motor nya hingga terpental jauh, Dan wanita itu terkapar tak sadarkan diri hingga Koma selama seminggu.
Dan dia mengalami kebutaan karena kecelakaan itu.
Betapa bersalah nya Matheo karena hal itu, Karena perjumpaan nya setiap hari dengan Adinda, Rasa duka itu berubah menjadi suka dan bersemi menjadi Cinta.
" Huh, Ini yang paling ku takutkan. Anak anak ku sudah dewasa dan memilih pergi mandiri. " Alex pun menuruni anak tangga satu persatu menuju ruang keluarga, Di sore hari seperti ini.
Bercengkrama dengan anak anak nya, Adalah hal yang langka di lakukan Alex.
Dan kali ini, Dia ingin memperbaiki nya.
" Apa yang akan kita lakukan anak anak ?" Tanya Alex saat sudah duduk dan bergabung bersama anak anak nya.
Rain melihat ke arah Papa nya.
" Apa boleh kita makan pizza ? Doble cheese, sosis dan Beef ?" Tanya Rain dengan binar bahagia nya.
Rain juga meminta pada pelayan untuk membuat kan Orange Jus.
" Are you happy Rain ?" Tanya Alex sambil mengelus kepala Putri nya.
" Of course ! Rain Happy, But..."
" Why ?" Tanya Alex lagi.
" Rain kesal Pa, Brandon mengirim nya pesan. Dan meminta Rain menunggu nya. "
" Kau !!!" Tunjuk Rain pada Cloud saudara nya.
Sementara Cloud hanya tersenyum saja, Dia tidak takut sedikit pun dengan Rain yang melototi nya.
" Rain, Your the Queen Alexander. Jadi bersikap layak nya wanita terhormat. " Rain hanya mendengus saja melihat Cloud yang mengejek nya.
__ADS_1
" Teman boleh, Tapi tidak ada pacaran ! Usia kalian masih terlalu muda. "
" Lagi pula siapa yang mau pacaran dengan anak sombong seperti nya ?" Jawab Rain dengan sewot.
" Butuh Mirror sis ? Jika butuh Mirror yang lebih besar lagi, Masuk ke kamar Mama dan Papa, Di ruang ganti Mama banyak cermin yang besar besar di sana ." Rain semakin mendengus kesal saat Kakak nya yang bernama Thunder sih kaku dan sih Dingin itu mengejek nya.
" Untuk apa Mirror ? Kakak saja yang berkaca, agar wajah mu tidak terlalu kaku, "
" Memang benar jika kau harus berkaca Sis, Kau tidak sadar jika kau juga sombong ? Kau dingin dan Arrogant ? Gengsi mu tinggi, Mulut mu pedas, Dan mata mu ? Menatap nyalang jika kau tidak menyukai sesuatu. " Alex merasa tertohok dengan penuturan dari Thunder.
Alex menatap wajah Rain dengan lekat, Mata nya, Bibir nya, Sifat dan cara bicara nya menuruni Gen Alex.
Hanya warna kulit dan bentuk wajah nya saja yang melekat dengan Risa.
Tapi rambut Rain asli pirang seperti milik Piter. Walau tidak sepirang milik Piter.
" Aku tidak begitu. !" Sergah Rain tak terima.
" Dan sayang nya kau memang begitu, Jadi sadar diri sebelum membicarakan orang lain. Karena mencibir dan menyisir itu sama. ! " Alis semua orang terangkat mendengar ucapan dari Thunder .
" Sama sama butuh kaca untuk melakukan nya !"
Skak !
Parah mulut Sky jika dia sudah dala mode On, Lebih parah lagi mulut Rain, Dan yang terparah adalah mulut Thunder.
Sih Guntur yang bersanding lengan Langit Galaksi di angkasa.
Mereka semua adalah susunan tata Surya yang sempurna.
Dimana, Langit Di Galaxy terdapat Jupiter sang Raja, Lalu Guntur yang hebat, Sebelum Hujan Turun yang terbentuk dari awan !.
Itu lah Devinisi Alex mengenai nama anak anak nya.
" Sudah jangan bertengkar, Kalian itu saudara. Jangan saling menyalahkan atas sikap satu sama lain. Belajar memperbaiki diri, Dan belajar untuk mendewasakan diri. Karena Kedewasaan di bentuk oleh diri sendiri. Bukan dari orang lain. Jika pun orang lain membantu nya, Itu adalah pelengkap dan penyempurna saja. !" Nasihat Alex pada anak anak nya.
" Seperti Papa dan Mama ? Right ?" Tanya Piter antusias.
" Yes Boy, So, Mari kita bersenang senang sore ini. Kita akan makan makan." Piter berseru dengan heboh saat Papa nya bilang mereka akan makan makan.
__ADS_1
Betapa bahagia nya hidup Alex saat ini, Walau sang Ibu sudah pergi meninggalkan nya untuk sela lama nya, Bahkan setahun setalah kematian ibu nya, Bibi ikut menyusul nya, Mereka benar benar sahabat sejati.
...❤️❤️❤️ ...