Belenggu Cinta Sang Penguasa

Belenggu Cinta Sang Penguasa
Berubah


__ADS_3

Sudah 2 hari Alex terus menemani Risa nya, Bahkan dia juga tidur dan di rawat di ranjang serta ruangan yang sama dengan istri nya.


Joe benar benar melakukan nya agar Alex tidak terlalu tertekan.


Selama di Negara I, Joe lah yang menjadi kaki tangan Alex menggantikan Markus yang masih sibuk mengurus perusahaan raksasa itu.


Sky A Corporation.


" Sayang...." Suara indah itu terdengar sangat lirih di telinga nya.


Merdu,lembut dan mengalun sangat indah.


" Sayang..." Alex kembali mendengar suara itu.


Ingin rasa nya dia terus tidur dalam mimpi nya, Bagaimana suara itu kembali di dengar nya, Tangan mungil itu membelai wajah garang nya.


Alex benar benar tidak ingin bangun dari tidur nya.


" Sayang, Alexander...Papa nya Sky..."


Deg !


Bola mata Alex langsung terbuka sempurna saat merasakan usapan lembut di wajah nya.


" Ya Tuhan, Jangan bangun kan aku..."


" Sayang, Alexander .." Alex kembali membuka mata nya saat mendengar suara indah itu lagi.


" Ka-kau sadar ? Kau sudah bangun ???" Tanya Alex terbata.


Ya Tuhan, Alex benar benar bahagia saat ini, Dia bahagia karena istri nya sudah sadar dari Koma nya, Tidak sampai berbulan bulan lama nya.


Tapi cukup membuat diri nya hancur.


Risa mengangguk saat mendengar penuturan dari suami yang sangat di rindukan nya itu.


" Aku rindu..." Lirih nya dengan manja.


Alex kembali memejamkan mata nya, Betapa sakit nya hati Alex saat mendengar betapa Risa sangat merindukan nya.


Setidak berguna itu kah Alex hingga Risa sangat merindukan nya ???


" Sayang...Hey..." Alex kembali terkesiap saat suara itu kembali menyadarkan nya.


" Dokter...Suster...Joe..." Panggil nya berteriak.


Hal itu membuat Risa sampai menutup telinga nya.


Kenapa suami nya berteriak ? Padahal bisa memencet tombol darurat kan ?


" Sayang, Haus..." Lirih Risa lagi.


Alex berusaha keras untuk bangun, Walau keadaan nya masih belum baik baik saja.


Alex benar benar berusaha keras untuk bisa menggapai teko serta gelas yang berada di sisi nya.


Prang...


Pyar...


" Sayang.." Risa kaget saat Alex menjatuh kan gelas serta teko nya.


Alex hanya bisa menahan emosi nya, Kedua tangan nya terkepal kuat, hanya untuk mengambilkan minum nya saja Dia tidak mampu ?


Kehidupan macam apa yang sedang di hadapi nya saat ini ?


Tak lama Joe masuk bersama Tom.


Kedua nya lari tergopph gopoh saat salah satu penjaga menghubungi Tom bahwa Bos mereka berteriak memanggil Joe dan tim medis.

__ADS_1


" Bos..."


" Tuan..." Ucap Joe dan Tom bersamaan.


Hal itu membuat Alex menatap tajam ke arah mereka, Dia marah dengan diri nya sendiri, hanya segelas air ? Dia tidak bisa melakukan nya untuk Risa ?


Huh, Lelucon apa ini ?


" Kemana saja kalian huh ? Kalian ingin mati ya ??? Lihat, Gelas dan teko nya pecah ! Istri ku haus dan aku tidak bisa mengambil nya !!!" Teriak Alex marah.


Hal itu membuat Risa kaget, Kenapa hanya karena gelas dan teko nya pecah Alex sampai emosi begitu ??


Apa salah nya Tom dan Joe ?


" Sayang...Kenapa ??" Tanya Risa lagi.


Namun Alex tidak menghiraukan nya.


Dia berusaha keras untuk turun dari ranjang nya namun kedua tangan nya kembali kebas dan tidak bisa merasakan apa apa lagi.


Brugh...


" Sayang..."


" Bos..."


" Tuan..." Ucap Merek bertiga saat melihat Alex jatuh dari tempat tidur, beruntung kaki kiri nya kuat dan penopang tubuh nya agar tidak benar benar jatuh...


Tapi Kaki kiri nya menginjak pecahan kaca tadi dan itu membuat Joe dan Tom panik.


Risa tidak bisa melihat nya karena saat ini dia masih berbaring.


" Tuan, Kaki anda berdarah. " Ujar Tom yang berusaha mendekat ke Bos nya itu.


Namun apa yang di dapet nya ? Tom malah di dorong dengan kaki kiri nya yang berdarah.


" Pergi kalian ! Aku tidak butuh bantuan kalian. " Ucap Alex lagi.


" Sayang, Kamu mau kemana ? Kamu kenapa ?" Tanya Risa lagi.


Belum Alex menjawab nya, Tom medis sudah datang untuk memeriksa keadaan nya setelah sadar dari Koma nya.


" Periksa dia ! Jika dia masih sakit, Dan sampai terjadi sesuatu pada nya, Akan ku ratakan rumah sakit ini dengan tanah. !" Alex langsung keluar dari ruangan Risa.


Dia berusaha sendiri dengan kursi roda mesin milik nya.


Risa yang melihat kepergian Alex hanya bisa menatap bingung...


Apa yang terjadi pada suami nya ? Apa yang tidak di ketahui nya ?


Setelah di periksa dan di nyatakan benar benar sembuh setelah pemeriksaan, Risa hanya di anjurkan untuk menjalani beberapa terapi untuk merenggangkan otot otot nya saja.


Agar bisa kembali beraktivitas seperti biasa nya.


Kini Risa sudah mandi dan wajah nya sedikit berhias karena Maura membantu nya .


" Maura dimana Suami ku ? Aku tidak melihat nya lagi sejak tadi..." Belum Maura menjawab, Sky dan Matheo masuk ke ruangan nya bersama Ibu mertua nya serta bibi Juli juga.


" Sky...Mama rindu nak, " Pekik Risa girang.


Sky yang di gendong Theo langsung membawa nya mendekat ke arah sang Mama.


" Mam-maaaa...." Ucap Sky berbinar saat melihat Mama nya.


Risa langsung menyambut kedatangan Sky dan Matheo di ruangan nya.


Risa bahkan menciumi seluruh permukaan wajah bayi gembul yang sebentar lagi akan menginjak usia setahun.


" Theo tidak nakal kan nak ? Nurut sama Bibi kan ?" Matheo mengagguk.

__ADS_1


Lalu dia masuk ke dalam pelukan Risa saat melihat wanita cantik itu merentangkan kedua tangan nya.


Saat mereka tengah berpelukan penuh kerinduan, Alex saat ini sedang berada di taman rumah sakit yang di awasi oleh Joe dan Tom.


" Tuan..." Panggil Tom memberanikan diri.


" Hukum dan cambuk dia sepuluh kali setiap hari nya Joe. " Ucap Alex dingin.


Entah apa yang membuat nya berubah seperti ini ?


Apa ini karena efek serangan mental nya yang terguncang dengan keadaan nya saat ini ?


" Tapi Bos..."


" Aku menerima hukuman itu Tuan, Karena telah lalai dalam menjalankan tugas. "Jawab Tom dengan yakin.


Dia memang bersalah disini, Dia tidak bisa menjaga Risa dengan baik.


Apalagi sampai menyebab kan Nyonya Muda itu koma dan tak sadar kan diri untuk beberapa saat.


" Bawa dia pergi Joe. " Titah Alex lagi.


Joe mengangguk mengerti dan membawa Tom bersama nya untuk di sekap di ruang bawah tanah dengan sepuluh cambuk setiap hari nya.


" Maura, Panggil kan suami ku,. Dimana dia ?" Tanya Risa lagi.


Maura mengangguk dan dia mencari Alex yang di katakan para pengawal sedang berada di taman rumah sakit.


Saat sampai disana, Maura melihat Alex yang sendirian di kursi roda nya.


" Tuan , Nyonya Risa mencari anda. " Alex tidak bereaksi apa pun saat mendengar suara Maura .


Dia hanya diam di kursi roda nya, Menatap lurus ke depan tanpa memperdulikan apa pun lagi.


" Tuan, Nyonya Risa mencari anda, Disini juga ada Baby Sky, Dan Matheo, Nyonya Besar dan juga bibi Juli. "


" Pergi !" Bukan jawaban yang di dapat Maura, Malah dia mendapatkan usiran dari Bos nya.


" Tapi Tuan, Nyonya Risa---"


" Pergi kata ku !!! Tinggal kan aku sendiri !!!"


Pekik Alex lagi.


Diri nya sedang tidak baik baik saja saat ini.


Maura pun pergi meninggalkan nya, Sendirian di taman Rumah sakit itu.


Setelah kepergian Maura, Alex hanya bisa menatap kedua tangan nya yang seperti tidak ada guna nya lagi.


Dia begitu menyesal dan merasa tidak berguna, Hanya segelas air saja Alex tidak bisa memberi nya pada Risa ?


" Aku membenci keadaan ini, Aku membenci nya !!! Aku membenci takdir ini, Aku membenci diri ini !!!"


" Aaaahhhkkkk " Teriak Alex frustasi sambil menjambak rambut nya sendiri.


Bahkan dia juga memukuli Kaki kanan nya, Kedua tangan nya terkepal kuat saat tidak merasakan apapun lagi.


" Tuan Alex..."


" Pergi Bi, ! Aku ingin sendiri ! " Ucap Alex dingin tanpa Ingin melihat siapa yang berada di belakang nya.


Karena dia tau suara siapa itu !


" Bibi rindu..." Bibi Juli memeluk tubuh kekar yang berada di kursi roda saat ini.


" Bibi sayang Tuan Alex .."


" Pergi Bi ! Aku tidak butuh rasa kasihan dari Bibi maupun orang lain !"

__ADS_1


...❤️❤️❤️ ...


__ADS_2