
Hari dimana pemakaman Mawar pun di lakukan, Jika di tanya siapa yang menyiapkan pemakaman nya ?
Jawaban nya adalah Alex dan Markus sendiri.
Dimana hari ini juga, Ada 3 orang sekaligus.
Mawar, Arthur, Dan ayah nya Alex sendiri, Tuan Cristian Erick Guero.
Lalu dimana Almeera saat ini ? Almeera masih dirumah sakit dia di rawat, Mental nya terganggu dan mungkin akan segera di pindahkan ke RSJ untuk perawatan nya.
Ibu mana yang tidak terguncang saat melihat putra nya di tembak mati di hadapan nya langsung, Dan itu jelas sangat terlihat apa yang terjadi disana, Alex yang melihat dari jarak sepuluh meter saja kaget, Apalagi Almeera yang hanya berada beberapa langkah saja dari Sky dan Arthur.
Alex tidak bisa membayangkan, Bagaimana jika Risa yang berada di posisi itu, Tidak !!
Alex tidak akan membiarkan itu semua terjadi. Alex akan melakukan hal apapun demi hidup anak anak nya.
Alex akan melakukan semua itu, Menjadi benteng pertahanan pertama bagi keluarga nya, Apapun yang ingin mencelakai keluarga nya, Alex lah yang akan lebih dulu menghalangi nya dan menghancurkan nya.
Alex pastikan itu tidak akan terjadi selama dia masih hidup di dunia ini.
Saat semua orang tengah sibuk mengurus pemakaman Mawar, Sky malah berdiam diri di kamar nya.
Tidak keluar kamar sejak semalam hingga pagi ini.
Risa memutuskan untuk melihat keadaan putra nya yang tengah berduka hati dan jiwa nya itu berdiri dengan tatapan kosong nya menatap ke luar jendela kamar nya.
Ceklek...
Di buka Risa pintu kamar Putra nya dan pemandangan yang di lihat nya adalah, mati nya aura kamar ini, Tidak seindah biasa nya lagi.
" Sky..." Panggil Risa pada putra nya yang dia tau sedang dalam keadaan hancur tak bersisa.
" Sayang..." Risa mendekat ke arah Sky dan mengelus punggung tangan putra nya yang sama sekali tidak menganggap kehadiran nya disana.
Jika di tanya apa rasa nya sakit di abaikan putra nya ? Maka jawaban yang akan di berikan Risa adalah sangat sangat dan sangat sakit.
Sakit sekali, Hingga rasa nya hanya untuk bernafas dan memanggil nama putra nya saja Risa tidak sanggup lagi.
" Sky...Mama disini nak, Mama bersama mu sayang...Langit Nya mama..." Risa mendekat dan memeluk tubuh besar putra nya.
Bahkan jika orang melihat nya dari belakang Risa tidak akan kelihatan sama sekali karena tubuh mungil nya.
" Sky...bicara pada mama nak, Balas pelukan Mama sayang, Mama selalu bersama mu sayang ..Mama disini untuk mu...Hiks...Hiks...Hiks..." Risa sudah menangis saat ini.
__ADS_1
Menangisi putra nya yang sala sekali tidak bereaksi apapun lagi saat dia memeluk nya, Karena biasa nya, Sky akan terlihat manja dengan nya walau hanya untuk sekedar menggoda Papa nya yang luar biasa cemburu nya itu.
Tapi kini, Risa kehilangan segala nya, Segala yang ada pada diri putra nya.
Sky nya, Langit terindah nya, Langit tertinggi nya runtuh sudah.
" Sayang...Hiks...Hiks...Hiks..." Risa semakin menangis tak karuan.
Hati nya juga hancur melihat putra nya seperti ini, Berdiam diri tanpa merespon apapun lagi di sekitar nya.
Apa Risa sanggup bertahan seperti ini melihat keadaan putra nya ? Sampai kapan Risa harus begini ? Satu hari saja rasa nya sakit sekali melihat Sky seperti ini, Lalu sampai kapan akan terus begini ?
Risa hanya bisa berdoa semoga Tuhan cepat mengembalikan diri putra nya lagi.
Putra ceria nya dengan sejuta kekonyolan dan tingkah aneh nya.
" Ma...Papa menelpon, Kata nya persiapan pemakaman sudah selesai, Kita harus segera ke pemakaman saat ini juga. " Risa mengangguk pada Thunder yang baru saja menyampaikan pesan kepada nya.
Thunder tidak sendiri, Dia bersama Alisa, Dan Alisa langsung memeluk lengan Calon suami nya itu.
Dimana Saat ini Alisa juga menangis saat melihat idola nya hancur seperti itu, Dan Thunder pun sama.
Melihat kakak nya hancur seperti iyu jiwa nya juga ikut merasakan nya, dia juga merasakan hal yang sama seperti yang di rasakan kakak nya itu.
" Sayang...Ayo..kita harus menghadiri pemakaman Mawar, apa kamu tidak ingin melihat nya untuk yang terakhir kali nya ?"
Sky tetap berdiri tegak, Tatapan lurus depan dengan pandangan hampa dan kekosongan nya.
" Galaxy Sky Alexander...Kamu mendengar Mama nak ???" Di tangkup Risa kedua sisi wajah Sky tapi tetap sama.
Mata nya saja tidak bergerak sedikit pun hanya untuk sekedar melirik nya.
Sky bagaikan patung hidup saat ini, Tidak bereaksi apa pun .
" Langit nya Mama...Hiks ..."
" Sayang ..Aku gak kuat liat ini semua.. kenapa sesakit ini ???" Alisa menangis di dalam dekapan Thunder .
Dia tidak bisa lagi menahan air mata nya, Tangis nya juga pecah saat melihat pria idola nya seperti itu.
Ia tidak kuat melihat ini semua...
" Ma...Papa kembali menelpon..." Thunder kembali mengatakan hal yang sejak tadi terus menganggu nya.
__ADS_1
Ya, Alex memang sudah menunggu kedatangan mereka semua untuk menghadiri acara pemakaman Mawar.
Bahkan Alex juga sudah mendatangkan para ulama di kota kekuasaan nya ini untuk mengantarkan kepergian Mawar.
Kekasih tercinta putra nya, Anak China nya, Anak menyebalkan nya dan anak lontong nya.
Bayi gembul nya yang selalu menggemaskan dengan segal tingkah menggemaskan nya dulu.
" Mama pergi sayang...Mama akan sampai kan salam kamu untuk Mawar..."
" Mama sayang kamu Sky..." Walau berat, Risa meninggalkan Sky sendirian dirumah mereka, Tapi dia harus melakukan nya.
Dia ingin memberikan penghormatan terakhir untuk wanita yang menjadi bagian terpenting dalam hidup putra nya.
" Tunggu Mama pulang Sayang..." Itulah yang di dengar Sky untuk yang terakhir kali nya sebelum kesunyian kembali menyapa nya.
Hembusan angin pagi ini bent benar menusuk ke kulit nya, Cuaca mendung dan sedikit gerimis, Menandakan seakan langit di atas sana juga ikut merasakan apa yang di rasakan nya saat ini.
Tidak ada reaksi apapun yang terjadi dalam diri nya, Dia tetap sama seperti tadi.
Saat Risa hendak masuk ke dalam mobil pun dia masih dapat melihat Sky yang tetap sama di posisi nya tadi.
Apa Sky bersedih ? Tapi kenapa tidak ada air mata setetes pun yang keluar dari mata nya ??
Kenapa ???
Terkadang, Saat orang tersebut terlalu sakit dan terlampau kecewa, Jangan kan air mata yang menjadi teman nya, Bahkan hembusan nafas nya saja mungkin tidak seringan biasa nya.
Air mata ? Jangan tanyakan lagi dimana air mata itu ? Sejak semalam, dia tidak tidur dan memejamkan mata sedikit pun hanya untuk mengistirahatkan kan tubuh lelah nya.
Dia terus seperti ini, Berdiri di tempat ini sejak jam 5 pagi tadi hingga saat ini.
Luar biasa sekali Sky, Apa sebegitu terluka nya kau hingga membuat mu hanya untuk sekedar meneteskan air mata saja pun kau sudah tidak sanggup lagi ?
Ingatan nya kembali pada saat saat terakhir mereka di dalam mobil, Saat Mawar mengatakan sakit, Dingin dan sakit lagi.
Kedua tangan nya mengepal erat, Mata nya memerah, urat urat di tangan nya menonjol sempurna.
Entah apa yang akan di lakukan nya, Dia berjalan keluar dari dalam kamar nya dan menuju markas besar nya.
Tempat dimana dia selalu menghabiskan waktu jika dia merasa bosan dan sendirian.
__ADS_1
Langit nya sudah hancur, Apa lagi yang harus di pertahan kan nya saat ini ? Mengendarai mobil dengan kecepatan di atas rata rata ? Itu hal mudah bagi nya, Tapi tetap sama, Tidak ada reaksi apapun yang terjadi dalam tubuh nya.
...❤️❤️❤️...