
Hari ini, Risa selalu gelisah. Entah mengapa dia selalu berpikiran buruk dengan keadaan suami nya.
Bahkan rasa nya hati nya tidak senyaman biasa nya karena memikirkan suami nya itu.
Tuhan, Semoga suami ku baik baik saja.
Ucap Risa dalam hati nya .
Dia mencoba untuk tersenyum dan menenangkan hati nya. Agar tidak selalu berpikiran buruk dengan keadaan suami nya.
Sudah berulang kali dia menghubungi suami nya, Perasaan nya semakin tak karuan saat panggilan nya di tolak oleh Alex.
" Bagaimana ini ?" Tanya Risa cemas
Jika dia memilih keluar dari rumah bisa saja Alex murka. Karena Alex melarang keras untuk nya keluar dari rumah.
Turun dari tangga saja Alex marah apalagi sampai keluar dan membahayakan diri nya dan anak nya. Bisa bisa Alex meledak !.
" Nyonya, Ada apa ?" Tanya Merline Asisten yang memang berprofesi sebagai perawat dan asisten dokter kandungan nya Risa yang memang sengaja di kerja kan Alex dirumah nya untuk mengawasi setiap perkembangan Risa dan Janin nya.
" Eh, Marline, Tidak ada. Aku hanya sedikit gelisah saja. "
" Nyonya, Rilex, Harus tenang. " Risa mengiku,i instruksi dari Marline.
Sementara di Luar sana, Alex sedang berada di gudang persenjataan nya, Dia kembali mengecek segala nya setelah kekacauan yang di buat Musuh nya yang sudah meninggoy di lenyapkan di club malam itu.
" Tuan, Ponsel anda. " Markus membawa ponsel nya.
Alex hanya melirik sekilas, Jika di angkat nya Risa pasti akan kembali merengek dan dia tidak akan tega. Maka dari itu dia membiarkan nya dulu setelah selesai baru dia menghubungi istri manja nya itu.
" Biar kan saja..." Ucap Alex.
Sementara kembali kerumah nya, Saat Risa mulai tenang, Datang pihak kepolisian yang mencari Alex membawa surat penangkapan diri nya dan itu membuat Risa kaget.
" Ti-tidak mungkin...Ini tidak mungkin..." Jawab Risa dengan berderai air mata.
" A-aku akan menghubungi suami ku, I-ini tidak benar..." Risa gemetaran, Tangan nya bahkan sudah basah karena ketakutan dan khawatir sekaligus.
Dia terus menghubungi suami nya namun tetap sama. Alex tidak mengangkat nya, Dia kembali teringat akan keberadaan Markus yang pasti bersama suami nya.
" Oh, Ayo angkat Masrkus...Angkat..." Risa sudah menangis disana.
" Nyonya, Katakan dimana Tuan Alex Kami harus menangkap nya saat ini karena tuduhan pembunuhan pada Seorang Pria yang identitas nya di sembunyikan. "
" Suami ku bukan pembunuh !!!" Teriak Risa.
Saat dia teriak sambungan telepon nya sudah tersambung pada Markus...
" Mundur !!! Mundur kata ku, Suami ku bukan pembunuh !!! Jangan berani nya masuk ke rumah ku !!!"
" Nyonya, Anda baik baik saja ?" Alex langsung menoleh saat mendengar Suara Markus bertanya tentang Risa.
Dada nya bergemuruh, Ada apa dengan istri nya.
" Risa, Hey ! Risa jawab aku Dear, Hey, Risa..."
" Aku bilang jangan masuk kerumah ku !!! Suami ku tidak disini..." Rahang Alex mengeras saat melihat jerit ketakutan Risa.
__ADS_1
Apa yang terjadi ?
" Cepat cari tau apa yang terjadi dirumah ku, Dan cari tau dari mana mereka bisa sampai dirumah Risa !!! " Alex langsung masuk ke dalam mobil.
Dia langsung melajukan mobil nya, Markus terlambat, Alex lebih dulu masuk mobil, Dan dia langsung menyusul Alex.
Tapi Markus kalah, Dia tau segila apa Alex jika sudah berkendara dan panik, Dan heran nya Alex bisa mencapai batas gila nya mengendari mobil Super nya itu.
Di dalam mobil dia sudah panik setengah mati sata mendengar teriakan Risa. Suara keributan keributan itu memancing diri nya.
Citt...
Suara decitan ban dan Lantai Halaman Rumah Risa yang di sebut Alex adalah istana mereka.
Blam...
Pintu tak bersalah itu di banting nya dengan keras.
Rahang nya semakin mengeras kala Seseorang berani memegang tangan istri nya saat mereka melakukan penggeledahan.
Dan apa itu ? Para pengawal nya semua di borgol ?
Sialan ! Alex semakin marah saat mengetahui Lexus Kakak dari Lionel yang sudah mati di bunuh nya.
" Berani nya kau !!!" Geram Alex saat melihat tangan Risa di pegang dan meninggalkan bekas ruam disana.
Alex bahkan Tidak pernah menyakiti nya, Lalu bagaimana dengan berani nya mereka melakukan itu pada Risa nya.
Krakkk...
" Sayang...Hiks...Hiks..." Risa memeluk Alex.
Dia menangis disana, Rahang nya mengeras dan urat urat nya menonjol kala Melihat dan mendengar suara tangisan istri nya .
" Bawa Nyonya ke kamar nya, Pastikan dia tidak keluar dari kamar , Temani dan Jaga Nyonya kalian !" Titah Alex dengan wajah tegas nya masih memeluk Risa.
Risa menggeleng dia tidak mau melepaskan pelukan nya pada Alex.
" Pergi ke kamar, Aku akan menemui mu nanti !" Bersikap kasar agar tidak di anggap lemah di depan semua orang.
Terlebih disana ada Lexus. Pria yang selalu mengikuti dan menguji diri nya dengan segala kelakuan Bodoh nya untuk menghancurkan Alex.
" Tapi --"
" Masuk ke kamar mu !!! Jangan pernah membantah ku !!!" Ucap Alex keras.
" Kau jahat !!!" Teriak Risa pergi meninggalkan Alex disana.
Alex hanya bisa menyembunyikan rasa sedih nya kala Risa menangis karena nya .
Setelah kepergian Risa, Alex duduk dengan angkuh nya di sofa berhadapan langsung dengan Lexus.
" Berani nya kalian masuk ke dalam wilayah pribadi ku ! " Tersenyum setan !
Jika Alex sudah tersenyum manis begitu habis lah mereka .
" Kami membawa surat penangkapan diri anda atas tuduhan pembunuhan terhadap Lionel !" Alex masih tersenyum disana.
__ADS_1
" Tuduhan ? " Ucap Alex mengambil ponsel nya dan menghubungi seseorang.
Mata nya tak lepas dari Lexus didepan nya yang terlihat sangat santai.
" Polisi menggeledah rumah pribadi ku, Bahkan salah satu di antara mereka menyakiti istri ku, Aku mematahkan tangan nya dan berikan kompensasi untuk itu ,! " Berucap tanpa mengalihkan pandangan nya.
" Lakukan yang harus kau lakukan ! Mereka ingin membawa ku ! " Alex langsung mematikan sambungan telepon nya .
Dia sudah menduga semua ini. Maka dari itu dia menyiapkan segala nya.
Sejak masuk ke club itu, Alex sudah menyiapkan nya, Sebuah Rekaman cctv yang ada disana.
Markus dengan sigap mencari cara agar bisa mengelabui nya.
Entah bagaimana cara nya, Yang pasti semua sudah di setting sedemikian rupa.
" Berani sekali kau menyentuh istri ku ! " Ucap nya sinis menatap nyalang ke arah Lexus.
" Hallo kawan ." Sapa nya Ramah.
Alex hanya tersenyum-senyum aja disana. Dia menantikan apa yang akan di katakan Lexus selanjut nya.
Karena dia tau ini bukan main main lagi.
" You Know That !" Jawab Lexus santai kayak di pantai.
" Kau tau ? Kau terget ku selanjut nya karena telah berani masuk ke dalam rumah ku !"
" Tuan... Mr, Hard sudah sampai ! " Ucap Markus membawa Mr Hard pengacara nya.
Alex hanya melirik nya sekilas dan menyalakan Rokok mahal milik nya.
Bahkan Kaca mata nya bertengger manis disana.
" Jangan berani masuk dan menyentuh daerah ku jika kau tidak ingin cepat menyusul adik mu !."
Ucapan Alex membuat Lexus geram. Ternyata memang dia lah tersangka nya.
" Kau salah memilih lawan mu !" Cibir Alex pada Lexus.
" Kau akan menyesali nya Alex. " Geram Lexus.
Mereka berbicara dengan Sorot mata tajam nya.
Tanpa bersuara sedikit pun. Jika saja Alex berkata langsung, Rekaman nya pasti sudah di dapat kan nya.
Alex bukan orang bodoh yang mudah di tipu dan di jebak seperti itu.
" Lawan mu berat kawan ! Kau terlalu bermimpi untuk menyaingi ku dan berada di dekat ku ! "
" Cih, Miris ! Tambah nya lagi.
...❤️❤️❤️...
Nah, Lo ada apose manise ?
__ADS_1