Belenggu Cinta Sang Penguasa

Belenggu Cinta Sang Penguasa
Kekesalan Alex


__ADS_3

" Kenapa kau masih kesal ?" Tanya Alex saat Risa sedang memakaikan dasi untuk suami nya itu.


" Aku tidak kesal. "


" Lalu apa ? Kau selalu diam sejak dua hari yang lalu ! Apa masalah nya ?" Risa menatap wajah tampan suami nya yang sudah memakai Jas abu abu pilihan nya semalam.



" Aku tidak suka kau yang diam seperti ini " Alex semakin merapatkan tubuh nya ke tubuh Risa.


Bahkan kini dia sedang memegang pinggul istri mungil nya itu.



" Kau ingin kemana hari ini. ?" Tanya Alex.


Risa hanya menggeleng kan kepala nya saja. Dia tidak tau mau kemana hari ini.


Alex membawa Risa duduk di sofa dan sedang memangku nya.


Risa memberanikan diri bersandar di dada suami nya dan menghirup dalam dalam aroma tubuh Alex.


" Apa dia sudah tumbuh disini ?" Alex mengusap perut Risa dengan sentuhan lembut nya.


Risa kembali menggeleng karena memang dia belum tau.


" Belum, Apa sebaik nya kita menunda nya dulu ? Hm, Maksud nya --" Alex langsung menatap Risa dengan tatapan tajam milik. ya.


" Apa kau tidak ingin mengandung anak ku ? Iya ???" Risa diam tanpa ingin menjawab.


" Bukan begitu --"


" Sudah lah ! Aku malas berdebat dengan mu ! Kau menghancurkan mood ku !" Alex langsung bangkit dan pergi meninggalkan Risa .


" Sayang..Tunggu dulu..." Risa mengejar suami nya.


" Sayang tunggu . " Alex sudah masuk ke dalam Lift dan meninggalkan Risa.


Risa tidak putus asa, Dia kembali berlari turun ke bawah menggunakan tangga melingkar mewah itu .


" Aaahhkk..."


Byur...


Tubuh Risa basah sudah saat turun dari tangga dan kepleset...


" Sayang..." Lirih Risa saat melihat suami nya disana.


Alex langsung berlari mendekat ke arah istri nya yang seperti menahan rasa sakit disana.


" Kenapa mesti berlari ? Jika kau terguling dari tangga bagaimana ?" Alex mulai marah karena istri nya itu selain manja dan cengeng dia juga ceroboh.


" Maaf, " Lirih Risa kita bangkit dan kembali masuk ke dalam kamar nya lagi untuk membersihkan diri kembali.


Lagi dan lagi, Alex hanya bisa menghela nafas nya berat karena istri nya itu sudah kembali menangis pasti nya.


Saat Alex hendak kembali mengejar Risa, Ibu nya Alex keluar dari kamar nya di dorong Gea Pembantu nya saat ini.


" Alex .." Ya, Putra nya menoleh dan melihat ibu nya.


" Jika ibu ingin bicara pada ku untuk memancing emosi ku, Lebih baik tidak perlu bicara. "


" Hm, Ternyata wanita itu sudah banyak merubah mu. Apa yang di berikan nya pada mu ? Kepuasan ranjang ? Jika memang iya kau bisa membayar nya. Lalu tinggalkan dia. !" Rahang Alex mengeras.


Sebisa mungkin dia menahan emosi nya agar tidak menyakiti ibu nya.


" Bu, Apa yang ibu ingin kan ? Kenapa membenci istri ku ? Dia tidak seburuk yang ibu pikirkan. Bahkan dia tidak buruk sedikit pun di mata ku, Aku yang membawa nya, Aku yang menikahi nya. Bahkan aku yang mencintai nya. Lalu dimana letak kesalahan nya ?" Geram Alex.

__ADS_1


" Dimata ku dia tetap salah, Jika dia tidak hadir aku tidak seperti ini !"


" Bu !!!" Bentak Alex karena kesal.


" Ada atau tidak nya Risa di hidup ku, Aku tidak akan pernah menikahi wanita seperti Almeera. Apa itu tau ? Jauh sebelum Risa hadir di hidup ku, Aku sudah mengetahui segala nya Bawah Pria menjijikan itu pernah menjalin hubungan dengan Wanita itu. Mereka sama sama pasangan menjijikan !!"


" Tapi ibu--"


" Bu, Cukup !! Ibu sudah tua. Seharus nya ibu tau mana yang cinta mana yang bodoh !" Alex meninggalkan ibu nya.


" Satu lagi, Aku membebaskan ibu dirumah ini bukan untuk menyakiti istri ku ! Jika sampai aku melihat langsung istri ku menangis atau bahkan terluka, Aku tidak akan segan segan melakukan apa pun demi diri nya. karena aku mencintai nya !"


" Baik, Ibu akan menerima nya, Tapi dengan satu syarat !"


" Ibu menantang ku ?" Tanya Alex balik.


" Terserah ! Ibu akan menerima nya sebagai menantu jika kau mau menikahi Clara !"


Tes...


Air mata seorang istri jatuh disana. Di atas tangga sana.


Langkah nya terhenti saat mendengar suara ibu mertua nya meminta suami nya untuk menikah lagi.


Alex hanya tersenyum, Dan Risa melihat senyuman itu dan salah mengartikan nya kembali.


Risa memilih kembali ke kamar nya karena merasa sakit hati nya...


" Dalam mimpi sekali pun aku tidak akan pernah melakukan nya !" Alex meninggalkan ibu nya dan menuju meja makan.


Cukup lama perdebatan nya dsn sang ibu, Risa juga tak kunjung turun.


Alex yang memang sudah terlambat langsung pergi ke kantor tanpa melihat kembali keadaan Risa nya.


Di dalam kamar, Risa kembali menangis, Menangis se jadi jadi nya. Bahkan dia mengunci pintu kamar nya agar tidak ada satu pun yang bisa masuk ke dalam kamar nya.


Risa terus menangis sampai melupakan segala nya. Segala gala nya di lupakan nya.


" Dimana Istri ku Bi ?" Alex menghubungi Bi Juli karena ponsel istri nya tidak bisa di hubungi.


" Nyonya tidak keluar dari kamar sejak siang tadi Tuan..." Jawaban dari Bi Juli menyulut amarah seorang Alexander.


" Cari dia Bi, Lihat keadaan nya. Dia harus makan. Aku akan pulang terlambat malam ini. "


" Baik Tuan..."


Tut...


" Sial !!! Jika saja Markus tidak sakit aku tidak akan sesibuk ini. Dan kenapa kau malah mengunci diri mu di dalam kamar Dear ? Apa yang terjadi pada mu ?" Tanya Alex merasa Frustasi dengan situasi seperti ini.


" Nyonya..." Panggil Bi Juli saat melihat Risa keluar dari dalam kamar dengan wajah yang sedikit memucat dan mata yang sembab.


" Risa baik baik saja Bi, Risa hanya ingin ke taman saja. " Ucap Risa saat tau ada Bi Juli di depan pintu kamar nya yang sejak tadi di kunci nya.


" Tapi tadi Tuan menghubungi Bibi untuk --"


" Aku baik baik saja Bi, Sudah aku mau ke taman dulu. " Risa langsung menuju ke taman padahal hari sudah gelap.


Dia memilih keluar dari kamar dan makan di taman saja. Dia tidak ingin sakit dan menyusahkan semua orang di rumah ini.


Setelah makan pun dia masih berdiam diri di taman. Mendongak kan kepala nya sambil meratapi nasib rumah tangga nya.


Di taman depan, Risa masih setia duduk di kursi taman menatap langit malam yang sedikit mendung, hanya tampak beberapa bintang saja disana.


Tepat pukul 21.12 malam, Risa yang berada di taman langsung terkena sorot lampu mobil Sport hitam dsn dia tau itu mobil suami nya.


Risa segera bangkit dan memilih masuk ke dalam kamar agar bisa menghindari suami nya itu.

__ADS_1


Rasa nya dia belum siap untuk bertemu dan bertatap muka langsung dengan suami nya itu.


Alex yang melihat Risa berjalan terburu buru dan terkesan menghindari nya pun langsung terlihat marah disana.


Secepat kilat dia berjalan agar bisa menyusul istri nya. Lelah nya semakin bertambah saat melihat reaksi Risa pada nya.


Alex kalah cepat, Risa sudah masuk ke dalam Lift, dan meninggalkan nya.


Dia masih menunggu, Tubuh nya terasa sangat lelah, bertambah lelah saat melihat mata itu memendam rasa kecewa yang besar untuk nya.


Apalagi kesalahan nya ? Itu lah yang di pikirkan Alex.


Risa langsung menyetel air hangat di bathup dan menyiapkan segala nya lalu dia memilih kembali menyiapkan pakaian tidur untuk suami nya di ruang ganti.


Ceklek...


Alex masuk ke dalam kamar yang pertama di cari nya adalah istri nya dan dia melihat pintu ruangan ganti terbuka.


Alex langsung menyusul kesana.


Alex menghela nafas nya berat dan lebih memilih memeluk istri nya dari belakang dan meletakan dagu nya yang di penuhi buku buku kasar itu di bahu Risa.


" Aku lelah..." Adu nya pada Risa dengan suara rendah.


Bahkan Risa merasakan hembusan nafas suami nya pun terasa berat kali ini.


" Tuan, Air nya sudah siap. Aku ingin melihat nya dulu. " Risa melepaskan belitan tangan besar milik suami nya yang membelit pinggang nya dengan posesif.


Alex mengangkat kepala nya dari bahu mungil Risa dan menatap kecewa pada Risa. Dia hanya ingin di manja oleh Risa. Tidak kah istri nya itu merasa bahwa dia sangat merindukan nya ?


Seharian dia bekerja keras tanpa Markus, Masalah dengan ibu nya yabg meminta nya menikahi Clara yang sudah pasti itu tidak akan mungkin.


Dan Masalah istri tercinta nya tidak keluar kamar dan terkesan menjauhi nya...


Jiwa dan raga nya semakin lelah, Di tambah lagi luka bekas tembakan beberapa hari yang lalu masih basah dan mendenyut di lengan nya.


" Kenapa kau menjauhi ku ? " Pertanyaan itu lolos begitu saja dari bibir Alex saat melihat istri nya mulai menjauhi nya.


Risa berhenti di dekat pintu ruang ganti itu.


" Aku tidak menjauhi Tuan. Aku hanya sadar diri saja. Bahwa Wanita seperti ku suatu saat pasti akan kembali ke tempat asal nya setelah masa aktiv ku habis. " Jawaban Risa menyulut emosi Alex .


" Apa maksud mu ? Kenapa kau berpikir seperti itu ? Aku tidak pernah menganggap mu seperti itu ! Tidak kah itu keterlaluan untuk ku ?"


" Aku tidak bermaksud apa pun ! Aku hanya wanita Rendahan yang masuk ke dalam kehidupan Tuan. Benar kata orang orang. Bahwa aku hanya wanita murahan yang menjual diri ku pada Tuan. Memuaskan hasrat Tuan di tempat tidur dan memuaskan Tuan. Bahkan aku mendapat kan segala nya . Segala kemewahan ini. Semua yang ku pakai tidak ada yang murah. Bahkan jepit rambut ku saja terbuat dari emas asli, Yang harga nya sangat Fantastis. Aku membayar semua kemewahan yang aku rasakan saat ini dengan tubuh ku, Memuaskan Hasrat dan Naffsu Tuan di atas tempat tidur Tuan !" Alex meradang.


Dia tidak pernah menganggap Risa seperti itu, Tidak sedikitpun, Bahkan tidak pernah terpikir oleh nya untuk menjadikan Risa seperti itu.


Tapi kenapa istri nya mengatakan hal seperti itu ? Hati nya sakit sekali, Saat semua rasa cinta nya di anggap bayaran atas Apa yabg telah di lakukan Risa pada nya. Termasuk melayani nya di tempat tidur mereka.


" Apa maksud mu ? Kenapa kau mengatakan hal omong kosong seperti itu ?"


" Aku hanya mengatakan yabg sebenarnya, Aku hanya wanita mura--"


" Stop !!! Aku bilang stop !!! Kau sudah melewati batasan mu !!!"


" Sudah malam Tuan. Sebaik nya tuan membersihkan diri dan istirahat. Selamat malam " Risa langsung naik ke tempat tidur dan menggulung diri nya dengan selimut dan mematikan lampu tidur mereka .


Alex menatap nanar kepergian Risa. Hati nya sakit saat cinta nya di anggap bayaran untuk membayar semua yang di lakukan Risa pada nya.


Bahkan Alex juga tau bahwa Istri nya itu pasti sudah menangis sejak tadi. Itu terlihat karena sejak tadi Istri nya itu tidak berani menatap ke arah nya .


Brak...


Risa terlihat kaget saat Alex membanting dengan kasar pintu kamar mandi itu dan air mata nya kembali turun dengan sendiri nya.


...😭😭😭...

__ADS_1


Part, Part Menye menye 😭😭


Jangan lupa Follow ige ibuk @amelia_falisha1511 ❤️


__ADS_2