Belenggu Cinta Sang Penguasa

Belenggu Cinta Sang Penguasa
Hari Melelahkan


__ADS_3

Tubuh nya terasa lemas, Rasa berdenyut itu semakin menyerang tubuh nya yang terkena tembakan tadi.


Alhasil, Berimbas pada kepala nya yang pusing dan pandangan nya yang sedikit mengabur.


Namun dia tetap lah seorang Alexander sang penguasa. Dia maish kuat untuk hal seperti ini.


Tadi dia benar benar melakukan nya, Menghabisi seluruh tenaga nya untuk melampiaskan amarah nya yang menggebu akibat terbawa emosi dan kemarahan saat Pria yang jasad nya tadi di anggap bangkai oleh nya dengan berani menatap Risa nya.


Bahkan lebih sialan nya menginginkan tubuh istri nya? Berharap Risa naik ke ranjang nya dan bermain dengan nya ?


Sehebat apa dia hingga berani menginginkan istri tercinta nya ? Untuk bisa memuaskan birahi bejat manusia terkutuk itu.


Kini, Alex sudah sampai dirumah besar nya, Semua orang telah terlelap mungkin, Dan dia meyakini hal itu.


Kemana ibunya ? Ibu nya kini lebih memilih tinggal di sebuah daerah yang konon kata nya lebih sejuk.


Ibu nya memilih Negara Swiss untuk tempat tinggal hari tua nya.


Ibu nya memilih tinggal di desa Guarda.


Menghela nafas nya berat, Alex mencoba menahan emosi nya kala masuk ke kamar mereka dimana istri nya belum tidur.


Terbukti dengan lampu yang masih menyala di sini.


" Sayang..." Risa bangkit dari duduk nya hingga kini menyambut kedatangan suami tercinta nya itu.


Dia sangat khawatir dan memikirkan bagaimana keadaan suami nya.


Saat Alex masuk ke dalam, Bau anyir terasa sangat menyengat di kamar mereka.


Semakin mendekat bau itu semakin terasa di indera penciuman Tarisa.


Alex tidak mengindahkan kehadiran istri nya.


Dia memilih masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya.


Melihat wajah dan tubuh suami nya yang terluka, Risa langsung menyambar ponsel yang di campakan Alex begitu saja di tempat tidur mereka saat masuk tadi sebelum melewati nya.


" Siapa nama dokter itu ya ? Dokter yang pernah memeriksa nya juga ?" Risa bingung siapa nama dokter itu.


Dia tidak tau sama sekali nama dokter itu.


" Ah, Markus. " Gumam nya dia langsung menghubungi Markus dan terangkat hanya dengan dua kali deringan saja.


Begitu lah Markus ! Selalu mengangkat telpon Alex dimana pun berada.


" Iya Tuan ?" Sapa Markus yang masih di jalan pulang kerumah nya.


" Markus, Tolong panggilkan Dokter untuk kerumah ya. Aku khawatir dengan keadaan suami ku. Tolong ya, Jika dia tau pasti tidak akan mau. Luka nya masih basah dan bau darah sangat menyengat disini. "


" Iya Nyonya. Baik ! Saya akan menghubungi dokter Stev. "


" Baik lah, Terima kasih Markus. "

__ADS_1


" Sama sama Nyonya. " Jawab Markus dan Risa mengakhiri sambungan telepon nya.


Markus hanya bisa menghela nafas nya berat, Sejak tadi dia sudah membujuk Alex untuk membawa nya kerumah. Namun kekerasan seorang Alexander tidak akan runtuh begitu saja jika bukan dengan Seorang Tarisa.


Tak lama, Suami nya keluar dari kamar mandi dengan menekan luka bekas tembakan nya hanya dengan handuk kecil yang di pegang nya.


Melihat itu, Risa bergidik ngeri sendiri. Air mata nya menetes, Dia menangis dengan tubuh bergetar menyaksikan bagaimana suami nya bertahan tadi.


" Sayang..." Panggil Risa dengan suara bergetar hebat.


Alex masih kesal dengan kejadian hari ini, Bagaimana bisa istri nya lepas dari pengawasan ? Kenapa bisa ?


Dia terus berpikir disini.


" Aku tidak memukul mu. Jadi jangan menangis. " Kata kata yang selalu di ucapkan suami nya ketika dia menangis.


" Berhenti merasa bahwa kamu baik baik saja. Kamu sedang dalam keadaan tidak baik baik saja Alexander !!!" Teriak Risa Frustasi.


Alex menatap tajam ke arah istri nya, Risa marah dan kesal pada nya. Tapi dia juga merasa kesal saat ini kan ?


" Lalu aku harus apa ? Apa kau bisa mengobati nya ? Tidak kan ? Kau tau ? aku sangat mengkhawatirkan keadaan mu saat itu ! " Jawab Alex dengan ketus.


Mencoba meredam amarah nya, Alex hanya bisa menghela nafas nya berat saat ini.


Ceklek...


" Wuahh...Apakah ada perang dadakan disini ? " Dokter Steven datang dan masuk begitu saja ke dalam kamar sepasang suami istri yang sedang tidak baik baik saja.


" Mau apa kau kesini ? Aku tidak butuh pria berjubah putih !" Ketus Alex marah saat melihat salah satu petinggi dalam jajaran Aset milik nya.


Berani sekali Steven mengatakan istri nya cantik walau dia memang cantik dan Alex mengakui itu.


" Kau tau ? Aku baru saja menghancurkan seonggok daging yang telah menjadi bangkai karena berani mengincar istri ku ! Lalu saat ini ada pria berjubah putih mengatakan istri ku cantik ? Kau ingin terluka dengan apa ? Kurasa tangan ku masih cukup kuat !"


Glug...


Steven menyadari kesalahan nya. Dia melupakan Pria sejenis Markus ini lebih berbahaya dari pada Markus sendiri.


Kenapa dia bisa sampai lupa akan hal itu ?


" Hm, Maksud ku bukan begitu--" Steven menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


Rasa panas bercampur hawa dingin menyerang nya secara tiba tiba.


Keberanian nya langsung menciut.


" Hm, Dokter bisa obati luka suami ku ? Dia terluka,. " Risa menjadi penengah disini.


Jika di biarkan suami nya akan semakin parah nanti nya.


" Aku baik baik saja. " Jawab Alex dengan ketus.


" Yasudah jika baik baik saja. Maaf membuat kamu terluka !. " Dengan penuh rasa kecewa Risa mengatakan hak itu.

__ADS_1


Dia sakit hati sendiri melihat keadaan suami nya saat ini.


Tapi kenapa masih terus berkeras hati ?


" Wanita itu jika sudah berkata demikian pasti merasa kecewa. Itu yang kau tau. " Alex hanya menatap tajam pada Pria berjubah putih yang telah banyak melanglang buana dengan berkelana menjajah para wanita perpaha mulus.


Otak mesum nya sangat luar biasa !


Markus saja menyebut nya dokter cabul !


" Kau tau aku bung ! Wanita mu saat ini merasa kecewa dengan diri nya sendiri. Mungkin dia merasa bahwa karena nya kau menjadi seperti ini sekarang. " Alex mencerna ucapan dokter cabul itu.


Saat Risa hendak keluar, Dia kembali memanggil nya.


" Temani aku ! Aku tidak ingin berdua dengan dokter cabul ini. " Risa masih diam saja.


" Temani aku Tarisa...Tangan ku sakit..."...


Akhir nya Risa mengalah dan dia kembali ke dekat suami nya dan kini sedang duduk di samping suami nya yang duduk di tempat tidur karena sedang di obati oleh Dokter Steven.


" Apa sakit ?" Tanya Risa ingin memastikan keadaan suami nya.


Melihat luka nya saja Risa sudah merasakan sakit di seluruh tubuh nya.


" Tidak sesakit saat melihat mu menangis ketakutan. " Risa semakin terharu dengan cinta suami nya.


" Maafkan aku,..." Risa memeluk suami nya dan Alex membalas pelukan Risa dengan tangan kiri nya.


Dia membelai lembut rambut indah istri cantik nya itu.


" Setidak nya biarkan aku mengobati luka ini tanpa melihat drama korea disini." Ucap Stev membuat Alex menatap nya tajam.


" Lakukan tugas mu dan segera pergi dari sini. aku muak melihat tampang menyebalkan mu !" Sergah Alex dengan cepat.


Mau tidak mau Stev melakukan nya dengan cepat. Tuan penguasa ini sedang dalam mood buruk !


Bisa bisa reputasi nya dan kerier cemerlang nya bisa kandas di bantai habis oleh nya nangi.


" Selesai !" Ucap Stev setelah menyelesaikan pekerjaan nya.


" Pergi !"


" Terima kasih dokter. "


" Nyonya, Tolong jaga kondisi suami anda. Luka nya tidak boleh kena air dulu setidak nya sampai permukaan nya mengering. Selalu oleskan salep ini dan ganti perban nya sehari 2 atau 3 kali juga boleh. Obat nya juga harus di minum agar penyembuhan dari dalam nya juga membantu proses kesehatan nya. " Jelas Stev lagi .


" Ini sudah malam ! Pergi dari sini !"


" Setidak nya ucapkan terima kasih pada ku Sesekali. "


" Aku bilang Pergi Steven Mangaron !" Jika Alex sudah memanggil nama nya tanda bahaya sudah muncul.


" Iya. " Jawab Stev dengan lesu dan dia meninggalkan kamar itu.

__ADS_1


...❤️❤️❤️...


__ADS_2