Belenggu Cinta Sang Penguasa

Belenggu Cinta Sang Penguasa
Perubahan


__ADS_3

Kondisi beban mental yang di rasakan Alex saat ini benar benar berimbas pada seluruh aspek kehidupan nya.


Keadaan sebelah kaki nya yang lumpuh membuat emosi nya selalu meledak ledak.


Bahkan tak jarang para perawat dan dokter terkena amukan dari nya.


Dan hal itu juga membuat Markus Haris ekstra sabar menghadapi kondisi mental Alex saat ini.


Hingga saat ini juga Markus belum memberitahukan tentang kondisi Risa yang masih koma dirumah sakit.


Entah bagaimana lagi keadaan Alex jika tau Risa nya terbaring tak berdaya dirumah sakit.


Sementara kondisi Nyonya Besar sudah membaik, Dia juga kasihan dengan keadaan menantu nya saat ini.


" Tidak bisakah anda tenang menjalani terapi ini ? Ini demi kebaikan anda sendiri. Bukan untuk kebaikan ku ! Tolong mengerti aku juga saat ini. Istri ku juga membutuhkan ku. " Markus sudah lelah menghadapi sikap Alex yang terus seperti ini.


Hingga Markus memilih bicara empat mata saja dengan Alex.


Hal ini yang paling di benci oleh Alex.


Tidak pernah sekali pun terpikir oleh nya untuk menjadi lumpuh seperti ini.


Walau hanya sebelah saj kaki nya, Tapi hal itu membuat nya terlihat lemah disini.


" Tidak tau kah anda ? Bagaimana perasaan istri anda saat ini ? Pikirkan juga kondisi nya yang sedang berjuang untuk anda, " Perkataan Markus sukses membuat Alex menoleh ke arah nya.


Dia memang lumpuh, Tapi otak jenius nya tidak lumpuh.


Pasti ada makna terselubung di balik kata kata Markus barusan.


Sadar akan tatapan mematikan milik Alex yang tengah menatap ke arah nya saat ini, Markus menghela nafas nya berat.


Apakan ini saat nya dia mengatakan pada Alex yang sebenar nya ?


Menghela nafas kasar, Markus bersiap menjelaskan keadaan yang sebenar nya pada Alex.


" Tolong kontrol emosi anda Tuan, Saat ini Nyonya tengah berjuang dan membutuhkan anda, "


" Apa maksud mu ?" Tanya Alex ketus.


Dada nya sudah berdebar tak karuan saat ini. Perasaan nya sudah campur aduk memikirkan anak dan istri nya saat ini.


" Nyonya Risa sedang Koma ."


Deg !


Dada Alex seperti di hantam batu keras, Sakit, sesak dan berat.


Itu yang di rasakan nya saat ini. Di saat istri nya tengah berjuang dan membutuhkan nya.


Apa yang bisa di lakukan nya ? kaki nya lumpuh, Tangan kiri nya melemah, Tulang belakang dan pergelangan tangan nya juga belum pulih total.

__ADS_1


Masih menyisakan rasa denyut dan nyeri bersamaan.


" Heh, Kau ingin membuat lelucon apa ? Ini tidak lucu. Kau tau itu. !" Ucap Alex dengan di selingi tawa kehancuran nya.


Dia ingin mempercayai nya, Tapi rasa nya sangat sulit untuk di terima nya .


" Apa aku terlihat sedang melucu saat ini ? Tanyakan pada hati anda saat ini. Anda sendiri yang tau itu. " Markus hendak meninggalkan manusia yang sedang terpuruk itu.


Tapi langkah nya kembali terhenti saat mengingat sesuatu hal yang tak kalah penting nya.


" Ibu anda sedang menunggu anda, Karena ayah anda juga saat ini tengah sakit. Beliau terkena stroke dan sebagian tubuh sebelah kanan nya lumpuh total. " Kembali dia di hantam berita buruk saat ini.


Apa ini Karma atas apa yang pernah di perbuat nya ?


Telah membunuh dan menghukum orang dengan kejam dan keji ?


Tapi bukan kah mereka yang telah bersalah pada nya ?


" Saya mohon, Tolong kendalikan diri anda. Saat ini istri saya dan calon anak saya juga membutuhkan perhatian saya. !" Markus benar benar meninggalkan Alex yang kini diam termenung .


Dia berdiam diri, Lalu persekian detik kemudian dia kembali mengamuk...


" Aaaahhhkkk......." Teriak nya Frustasi.


Bahkan dia sampai menjambak rambut nya dengan kasar.


Ruangan nya sudah hancur berantakan saat ini. Dan jika sudah begini, Tidak akan ada perawat dan dokter yang berani masuk.


Untuk itu mereka membiarkan Alex begitu, Mereka hanya mengontrol dari jarak jauh saja.


Jika sampai kondisi sang penguasa ini bocor keluar, Markus sendiri yang akan memberi hadiah untuk mereka secara langsung.


" Risa...." Lirih Alex dengan sendu.


Dia memukuli kaki kanan nya yang lumpuh, Dia tidak menginginkan ini semua.


Dia ingin menjadi yang terkuat untuk bisa melindungi anak dan istri nya.


Bukan ini yang di inginkan nya. Bukan ini.


Demi Tuhan, Alex tidak menginginkan keadaan ini terjadi pada nya.


Bagaimana keadaan istri nya saat ini ? Koma ?


Ya Tuhan, Apa yang harus di lakukan nya saat ini ? Sky, Bagaimana keadaan Sky saat ini.


Sementara di Sebuah Rumah sakit ternama di Negara I, Tom benar benar melakukan penjagaan ketat di luar dan di dalam rumah sakit untuk menjaga keadaan Risa.


Dia sudah mendapatkan berita tentang kondisi Alex saat ini dari Markus.


Dan hal itu membuat nya harus benar benar siaga menjaga Keluarga sang penguasa , Walau nyawa nya lah taruhan nya.

__ADS_1


Di sebuah ruangan khusus, Seorang wanita cantik tengah terbaring tak berdaya di ranjang pesakitan nya.


Wanita itu adalah Tarisa Sania Alexander, Istri dari sang Penguasa Alexander.


Tes...


Air mata wanita terbaring tak sadarkan diri itu mengalir dari sudut mata nya.


Seakan dia juga merasakan kesedihan yang di rasakan suami nya.


" Sayang, Alexander...Sakit..." Ucap nya dalam hati.


Dia ingin bangun, Tapi tubuh nya sakit semua. Bahkan hanya untuk menggerakkan kelopak mata nya saja dia tidak sanggup.


" Sayang Sakit..." Ucap nya lagi merasakan sakit di seluruh tubuh nya.


Dia benar benar merindukan suami kasar nya itu.


Dia merindukan suara tegas dan selalu berkata pedas pada nya. Walau dengan perhatian nya.


.Risa selalu saja jatuh cinta dengan setiap hal yang di lakukan suami nya untuk kebahagiaan nya.


" Sayang, Sakit..." Kembali Risa menggumam kan kata sakit berharap suami nya bisa merasakan nya saat ini.


Ya, Alex merasakan nya saat ini, Dada nya sesak, Telinga tajam nya seakan mendengar rintihan yang keluar dari bibir mungil istri nya.


" Sayang sakit..." Alex kembali mendengar suara itu.


Dia meremas Dada nya yang terasa sesak, Seakan ada batu besar yang menghimpit dada nya hingga membuat nya sulit bernafas.


" Sayang...Alexander...Sakit..."


Tes...


Air mata Alex dan Risa jatuh di waktu yang sama dengan jarak dan tempat berbeda.


Begitu kuat ikatan batin di antara kedua nya, Cinta mereka memang sangat luar biasa.


" Siapkan pesawat. Aku akan pergi menemui istri ku. " Alex memutuskan sambungan telepon nya.


Dia mengecek ponsel nya, Dan saat dia mengecek GPS tentang dimana posisi Risa saat ini, Alex kembali memejamkan mata nya saat setelah melihat titik lokasi sang istri berada dimana .


Hati nya sakit, Dada nya sesak, Nafas nya tercekat, Kala kembali mengingat kata kata Markus yang mengatakan bahwa istri nya sedang Koma.


" Tunggu aku Dear, Tunggu aku..." Alex menutup wajah nya dengan kedua tangan lemah nya.


Dia menangisi keadaan mereka saat ini, Kenapa Tuhan memberikan cobaan yang begitu berat untuk mereka lalui ?


" Aku mencintai mu Dear, Tunggu aku sayang..." Ucap Alex sambil menghapus air mata nya.


Tak lama ruangan nya terbuka, Joe datang setelah mensteril kan area rumah sakit, Semua pasien dan para perawat serta kerabat di larang keras keluar dari ruangan selama mereka ingin lewat.

__ADS_1


" Mari Bos. " Joe mendorong kursi roda Alex dan membawa nya ke rooftop rumah sakit besar ini untuk menaiki Helikopter untuk langsung menuju bandara, Dimana disana pesawat nya sudah siap.


...❤️❤️❤️ ...


__ADS_2