Belenggu Cinta Sang Penguasa

Belenggu Cinta Sang Penguasa
Pertandingan


__ADS_3

" 10 detik dari sekarang..." Ucap Alex dengan santai nya meminum Orange Jus yang di sediakan pelayan pria dirumah gelap ini.


Dia begitu menikmati acara pertandingan antara Tom dan Markus.


" 10,9,8,7,6,5,4,3,2,1 "


" End !" Teriak Alex menggema.


Dia bangkit dan melihat hasil dari pertandingan kedua anak buah nya.


" Huh...Huh...Huh..." Baik nafas Tom mau pun Markus, Kedua nya masih terkapar setelah melakukan pertandingan tak lazim ini.


Tapi demi kekasih hati, Mereka melakukan nya dengan baik dan kini tinggal menghitung saja siapa yang akan menjadi pemenang nya.


" Lemah !" Cibir Alex.


Kontan saja, Bola mata kedua anak buah nya itu langsung membola saat sang Tuan Penguasa mencibir mereka ?


Lemah kata nya ?


Boleh kan mereka menjitak kepala Tuan Penguasa itu ?


Jawaban nya adalah tidak mungkin !


" Aku rasa tidak baik untuk kondisi tubuh lemah kalian jika berani mengumpat ku !"


Sial !


Sudah tau jawaban nya bukan ? Dan itu lah jawaban nya.


Sungguh sangat luar biasa sekali kedua anak buah nya itu.


" Aku ingin pulang !" Alex meninggalkan kedua anak buah nya begitu saja tanpa meninggalkan pembicaraan lain nya


Tapi bulan kah mereka menunggu hasil nya ?


" Tapi Tuan..." Cegah Markus memberanikan diri


" Bergantian lah, Jatah kalian 3 hari, Siapa yang akan duluan, Eit...Minggu tidak di hitung ! Karena Minggu aku ingin informasi lengkap nya. " Kedua bahu Markus langsung melemas tak berdaya saat dia sudah merencanakan sesuatu.


" Otak mu terlalu licik Markus !" Cibir Alex lagi sebelum dia benar benar meninggalkan Rumah Gelap itu.


" Aaahhhkkkk...." Jerit Markus saat Alex benar benar sudah pergi.


" Jika tau begini, Bagus aku tidak perlu mengeluarkan seluruh tenaga ku hingga terkuras habis agar bisa menang, jika akhir nya harus bagi dua. !" Sesal Markus penuh rasa kesal nya.


Tom tidak menjawab apa pun, Semua rasa kesal nya sudah terwakil kan oleh Markus.


Jadi, Ya dia bisa apa ?


" Jadi aku Duluan atau Kakak ?" Tanya Tom pada Markus.


" Kau saja duluan.! Aku harus menyelesaikan pekerjaan di kantor. " Jelas Markus.


" Baik Kak. " Jawab Tom biasa dan kembali ke rumah Utama juga.


...🌞🌞🌞...


Hari sudah kembali berganti, Dan hari ini Seluruh isi rumah di hebohkan Oleh Alex karena akan menonton pertandingan Matheo, Dan Dia membawa seluruh penghuni Rumah besar nya untuk menjadi suporter kebanggan untuk Putra nya.

__ADS_1


" Sayang, kenapa kamu seperti ibu ibu arisan yang tidak mendapatkan arisan nya ?" Alex menautkan kedua alis nya saat mendengar ungkapan dari istri nya.


" Eh ? Maksud ku bukan begitu sayang. " Sergah Risa lagi.


" Sudah lah, Kau menyebalkan !" Alex langsung masuk ke dalam mobil nya dengan kacamata hitam yang di pakai suami nya.


Risa pun langsung membawa Sky untuk menyusul suami nya yang semakin kesini semakin sering merajuk.



" Papapapa..." Panggil Sky Saat melihat Papa nya sedang sibuk dengan iPad nya.



" Sebentar Nak, Papa masih sibuk..." Risa mencegah Sky untuk menganggu Papa nya.


" Biarkan dia, Aku sudah selesai. " Alex meletakan iPad nya di pangkuan Risa dan mengambil alih Sky.


Mereka sudah sampai di sekolah Matheo, Dan langsung menuju gedung olahraga nya.


Dimana disana lah pertandingan nya di laksanakan.


" Kenapa kau banyak gaya sekali hah ? " Alex kesal saat melihat Risa memakai kacamata hitam nya dan entah lah...


Alex merasa kesal sendiri saat melihat kecantikan istri nya jika di liar kawasan nya.



" Apa nya ? Aku juga ingin terlihat seperti suami ku ? Terlihat keren saja.


" Terserah kau saja. " Alex langsung menarik pinggang Ramping Risa dan membawa nya ke dalam rengkuhan nya.


Terlihat sangat posesif bukan ? Dan itu kenyataan nya.


" Hentikan itu sayang, Tidak boleh begitu. "


" Kenapa kau memiliki wajah yang sangat can--"


" Cantik bukan ???" Goda Risa lagi.


Dia begitu tau apa yang ingin di katakan suami nya, Tapi rasa gengsi nya mengalahkan segala nya.


" Kalau sudah tau kenapa bertanya lagi?" Kesal Alex..


Ternyata saat mereka sampai, Theo sudah berada di area pertandingan nya.


Dimana disana lawan nya sabuk merah, Dan Theo hanya sabuk kuning, .


" Lawan Theo sudah tingkatan tinggi, Theo masih pemula. " Ucap Risa saat melihat putra nya disana.


Alex terlihat tidak menyukai apa yang di katakan istri nya, Rasa nya dia kesal mendengar ucapan Risa barusan.


" Belum tentu Dia bisa menang dari Theo, Ini berdasarkan berat badan. Bukan tingkatan !"


" Oh ya ?" Tanya Risa antusias.


" Diam dan lihat saja putra mu !" Titah Alex lagi sambil membawa Risa semakin merapat ke dekat nya.


Sebenar nya dia sedikit risih, Karena harus bergabung dengan banyak orang.

__ADS_1


Matheo mulai kehilangan Fokus nya saat mendengar sorak sorai dari para pendukung nya dan itu membuat nya lengah hingga terkena pukulan di dada nya hingga terjatuh.


" Matheo..." Teriak Risa kaget saat melihat Putra nya terjatuh disana.


" Fokus Theo ! Angin datang dari Utara dan berhembus ke Selatan !" Teriak Alex.


Semua mata memandang ke arah nya.


Mereka semua terpana melihat sang penguasa menyemangati anak yang bernama Matheo yang mereka ketahui adalah anak angkat dari Alexander sang Penguasa.


Tapi jika ucapan anak angkat sampai di telinga nya, Maka habis lah mereka semua.


Terlihat Matheo mengangguk disana dan tersenyum ke arah Mama dan Papa nya juga aduk tersayang nya.


Bahkan Theo juga melihat barisan para pelayan rumah mereka turut hadir meramaikan pertandingan nya.


Tak ketinggalan juga beberapa pengawal disana juga terlihat.


Sang Guru, Tom Alinski.


" Semangat Theo .." Teriak Tom berserta seluruh keluarga nya di barisan para penonton dan itu menjadi penyemangat untuk nya.


" Angin datang dari Utara dan berhembus ke Selatan. " Gumam Theo memejam kan mata nya dan memulai lagi pertandingan nya.


Cukup sengit hingga pertandingan selesai dan di menangkan oleh Matheo dengan Skor 5 - 4.


Cukup Krisis bukan ? Tapi syukur waktu nya sudah habis dan Matheo lah pemenang nya.


Mereka larut dalam kemenangan Matheo sampai saat Matheo keluar dari lapangan dan menghampiri Mama dan Papa nya, Disana Matheo terlihat ingin membuka baju nya namun langsung di cegah oleh Alex.


" Kenapa Sayang ?" Tanya Risa tidak setuju dengan Alex.


Bukan kah baju Theo sudah basah oleh keringat dan itu merupakan sarang bakteri bukan ?


" Bawa Theo ke ruangan ganti nya. " Titah Alex pada Tom dan Tom mengerti.


Theo pun mengikuti apa yang di perintah kan Papa nya.


Dia berganti pakaian nya dan kembali ke tempat dimana Mama dan Papa nya menunggu, Namun terhalang karena acara pemberian mendali.


" Di Barat Bos. " Ucap Tom pada Alex dan Alex mengerti itu.


" Aku tau ! Itu sebab nya aku mencegah Matheo membuka baju nya disini. " Lalu dia tersenyum saat melihat dimana Putra nya sedang di pakaian mendali oleh Pelatih dan wasit nya.


Mereka tidak tau, Bahwa Matheo tidak hanya mengikuti satu pertandingan saja.


Terbukti dengan banyak nya mendali yang di terima nya dan itu membuat Seorang Alexander merasa bangga pada sosok Matheo King Alexander .


" Ma, Pa..." Panggil Matheo mendekat ke arah Risa dan Alex.


Risa langsung memeluk putra tertua nya dengan bangga karena apa yang di dapatkan nya.



" Coungrate Son !" Ucap Alex dengan bangga.


" Thanks Pa,." Theo memeluk Papa nya juga karena merasa bisa membanggakan Papa nya.


Tanpa mereka tau, Di ujung sana ada seseorang yang tengah mengawasi nya.

__ADS_1


" Perketat pencarian nya. Aku ingin lebih jelas lagi informasi anak itu. Aku merasa tidak Asing dengan nya. "


...❤️❤️❤️...


__ADS_2