
Kehadiran Renata—ibu Ruella membuat wanita itu sedikit bingung. Pasalnya, Renata menanyakan hal yang tidak disangka oleh dirinya, yaitu mengenai Ruella yang memeriksakan diri ke rumah sakit di mana rumah sakit tersebut merupakan milik keluarga ibunya tersebut, Cannosa.
Ruella menjadi takut kalau ibunya akan tahu mengenai pemeriksaan yang dilakukan dirinya adalah untuk mengetahui kehamilannya. Jika Renata mengatakannya maka semuanya akan kacau. Tentu saja Donzello akan tahu mengenai rahasia tersebut.
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Renata lagi saat melihat ekspresi wajah Ruella yang terlihat bingung. "Darla—dokter yang memeriksamu bilang kalau kau melakukan USG, apa itu benar?"
Ruella mengalihkan tatapannya dari Renata dan melihat pada Donzello yang menatapnya dengan penasaran juga. Pria itu pun juga tidak tahu kalau istrinya pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan dirinya.
"Don, apa yang terjadi padanya? Dia baik-baik saja?" Kali ini Renata berbicara pada Donzello.
Dengan kebingungan Donzello melihat pada Renata. Ia tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut karena dirinya bahkan baru mengetahui hal itu saat ini.
"Mama, Don baru saja pulang kemarin dari Venesia." Seru Ruella kembali berjalan dan mendekati ibunya. Ia membantu suaminya tersebut untuk menjawab pertanyaan itu. "Aku lupa menceritakannya pada Don mengenai hal itu." Ruella duduk di samping Donzello dengan memeluk tubuh pria yang menjadi diam saja karena tidak mengetahui apapun.
Renata menatap pada Donzello meminta penjelasan mengenai hal yang terasa aneh untuknya itu.
"Maafkan aku, nyonya. Kemarin setelah acara Rue terlalu lelah dan harus istirahat, tapi keesokan harinya aku harus pergi ke Venesia untuk mengurus pekerjaan." Ujar Donzello sedikit merasa tidak enak hati pada istri orang yang sangat berpengaruh di negara tersebut. "Seharusnya aku tidak meninggalkannya sendirian saat dia sakit. Aku juga tidak tahu kalau Rue pergi ke rumah sakit untuk USG."
"Tidak, Mama! Ini bukan salah Don. Aku hanya sakit perut biasa. Pasti dokter itu juga berkata seperti itu, kan? Karena itu juga aku tidak memberitahu Don mengenai hal tersebut. Aku tidak ingin membuatnya mengkhawatirkan aku." Ujar Ruella membela sang suami. "Tapi benarkan apa yang dikatakan dokter Darla seperti yang aku bilang?" Tatap Ruella menjadi takut kalau dugaannya tidaklah tepat.
Wajah Renata masih terlihat tidak menyenangkan menatap pada Donzello mau pun Ruella. Ia adalah seorang ibu yang sangat menyayangi putrinya, apalagi jika suaminya tahu mengenai hal tersebut mengenai Ruella, pasti suaminya itu akan lebih marah lagi karena pimpinan mafia terbesar di negara itu sangatlah mencintai putrinya melebihi apapun di dunia ini.
__ADS_1
"Hal ini tidak aku beritahu pada ayahmu, Rue. Semoga saja Darla tidak akan memberitahu bibimu. Kau tahu kan siapa Darla itu?" Tanya Renata menatap Ruella. "Saat bibi Vivian memberitahu mengenai kondisimu dia pasti akan memberitahu papamu juga. Dan papamu pasti akan sangat marah karena tidak diberitahu lebih awal mengenai kondisimu kemarin."
"Tenang saja, papa tidak akan marah." Seru Ruella. "Memang siapa Darla itu?"
"Kakaknya adalah orang kepercayaan bibimu, Esteban Gonzaga." Jawab Renata.
Ruella langsung menggigit bibir bawahnya. Dirinya menjadi takut kalau Darla akan memberitahu mengenai kehamilannya pada kakaknya. Ia sangat tahu kalau orang yang bernama Esteban Gonzaga adalah tangan kanan dari bibinya yang menguasai Genoa dan Venesia—Vivian Zeta La Nostra, ibu dari Veronica—kakak sepupu Ruella.
"Jadi benar kau sudah baik-baik saja, Rue?" Tatap Renata menyelidiki. "Apa tidak ada masalah yang serius?"
"Ya, mama bisa menanyakannya pada Darla kan?" Jawab Ruella mencoba terlihat yakin. "Savero juga tahu kalau aku baik-baik saja." Ruella menoleh pada Donzello yang memberhatikannya saat berbicara.
"Benar nyonya, Savero pasti akan mengatakannya padaku kalau ada sesuatu yang buruk pada Ruella." Donzello menambahkan agar Renata tidak menjadi terlalu khawatir lagi pada putrinya.
"Baiklah kalau begitu." Seru Renata bangkit berdiri. "Sebaiknya beritahu aku jika sesuatu terjadi pada kalian berdua. Jangan menyembunyikan apapun padaku. Jika Arthur tahu ada hal yang di sembunyikan darinya, ia akan sangat marah. Kau tahu kan bagaimana papamu, Rue? Dia tidak akan membiarkan hal buruk terjadi padamu."
"Tenang saja. Mama dan papa tidak perlu khawatir padaku. Aku sangat bahagia saat ini bersama dengan Donzello." Ucap Ruella.
"Itu bagus." Sahut Renata.
"Nyonya, makan sianglah dulu bersama dengan kami." Ujar Donzello yang juga berdiri dengan Ruella.
__ADS_1
"Tidak perlu, aku akan makan siang dengan Art." Jawab Renata menolak sambil berjalan hendak pergi.
...***...
Kota Milan saat ini diterangi oleh sinar matahari siang yang sangat terik sehingga membuat hari ini terasa begitu hangat. Banyak orang menikmati cuaca yang sangat bagus itu dengan duduk menikmati orange juice dan potongan cake di restoran yang ada di bagian luar.
Begitu pun dengan Savero yang duduk seorang diri di suatu restoran di distrik Navigli. Dari tempatnya berada terdapat sungai yang menjadi pemandangan pria itu menikmati harinya. Lebih tepatnya adalah sebuah kanal yang terbentang, membuat distrik itu tampak lebih nyaman.
Meski begitu, perasaan kesedihan dirasakan oleh pria itu saat ini, setelah mendapatkan penolakan sekali lagi dari wanita yang cintainya. Ini sudah kesekian kalinya namun tetap saja untuk Savero yang memiliki cinta yang besar pada Flavia masih terasa sangat menyakitkan.
Ponsel Savero bergetar, masuk sebuah panggilan telepon yang membuat pria itu menjadi kesal saat melihat nama yang muncul adalah Ruella.
"Sav, bagaimana ini? Apa rahasia kita akan ketahuan? Apa Darla tidak akan membocorkannya pada siapapun?" Suara Ruella langsung terdengar sangat panik ketika Savero menjawab teleponnya. "Baru saja mama datang. Ia tahu kalau aku ke rumah sakit dan melakukan pemeriksaan USG. Sav, kenapa kau diam saja? Bagaimana kalau—"
"Diamlah!!" Sela Savero yang tidak tahan mendengar ocehan Ruella ditelepon.
"Aku tidak akan bisa diam sebelum aku tahu kalau Darla tetap menutup mulutnya mengenai kehamilanku. Seharusnya kau tidak membawaku untuk diperiksa ke rumah sakit milik keluarga ibuku, Sav. Dan kau tahu? Ternyata Darla adalah adik dari tangan kanan bibiku. Bagaimana kalau dia akan memberi tahu kakaknya? Bibiku sangat mempercayai Esteban. Dia pasti akan langsung mengatakannya pada papaku kalau bibi tahu aku hamil. Bagaimana ini, Sav? Katakan sesuatu, jangan diam saja!!"
Bukannya menjawab, Savero malah mematikan teleponnya. Pria itu merasa sangat malas mendengar kepanikan Ruella yang baginya sangat bodoh itu. Perkataan wanita itu membuat pikiran Savero makin kalut. Ia jadi teringat kalau saat ini Ruella sedang mengandung anaknya. Semua itu menjadi campur aduk dalam benaknya.
"Argh!!" Savero menggeram sambil bangkit berdiri dan meninggalkan tempatnya semula.
__ADS_1
...–NATZSIMO–...