
Savero masuk ke dalam Pasticceria Martesana untuk menjemput Flavia. Mereka berdua akan pergi ke rumah sakit untuk memeriksa luka tembak Savero.
Flavia langsung melepas apron yang dikenakannya saat melihat pria yang datang untuknya itu masuk ke dalam toko roti. Dengan membawa beberapa roti yang dimasukkannya ke wadah kertas, segera dirinya berjalan mendekati Savero yang berdiri dengan sebuah senyuman padanya.
"Apa sudah tidak terasa sakit lagi? Seharusnya aku yang menjemputmu karena kau yang sakit, tapi malah aku yang dijemput." Ujar Flavia sambil memberikan roti-roti yang dibawanya.
"Itu sangat tidak masalah, aku senang datang ke tempat ini. Aku juga senang kau memberiku roti-toti ini." Jawab Savero sambil mengeluarkan sebuah Panettone dan langsung menggigitnya.
Flavia menjalankan mobil milik Savero sedangkan pria itu duduk di sampingnya dengan lahap memakan roti-roti yang diberikan Flavia padanya.
"Kau akan gemuk kalau terlalu banyak makan roti. Kau bisa menjadi kucing gemuk yang kerjanya hanya tidur seharian saat lemakmu menumpuk." Seru Flavia sambil sesekali menoleh pada Savero yang menikmati makanannya.
"Tidak masalah, aku akan tidur seharian dan menikmati hidupku dengan memakan roti-roti buatanmu nanti." Jawab Savero dengan deheman ketika mengunyah roti.
Flavia hanya tertawa kecil menanggapi Savero. Seketika terlintas sesuatu pikiran yang ada di kepalanya. Mengenai hal yang sejak mengetahui hal tersebut membuat wanita itu memikirkannya.
"Sav, bagaimana menurutmu mengenai kehamilan Rue?" Tanya Flavia.
Savero menghentikan kegiatan makannya dan menoleh pada Flavia yang sedang terlihat fokus memperhatikan jalanan dengan menatap ke depan.
"Maksudnya apa? Ada apa dengan kehamilannya?" Savero balik bertanya karena tidak mengerti maksud dari pertanyaan Flavia. "Kenapa kau menanyakan kehamilannya padaku?"
"Apa tidak terasa aneh? Wanita itu menikah dengan ayahmu belum lebih dari dua minggu, tapi dengan cepat dia sudah hamil. Apa itu tidak aneh? Apa dia benar-benar hamil setelah menikah?" Flavia menjelaskan apa yang ada dipikirannya sejak kemarin.
Perkataan Flavia membuat jantung Savero seketika berdegup dengan lebih cepat. Kecurigaan Flavia membuatnya menjadi sedikit bingung. Bagaimana ia bisa berpikir seperti itu.
"Apa kau tidak berpikir hal yang aneh, Sav? Apa jangan-jangan wanita itu sudah hamil ketika mereka menikah? Apa itu anak pria lain dan bukan anak tuan Don?"
__ADS_1
"Fla..." Ujar Savero menatap Flavia. "Kehamilan mungkin terjadi karena mereka sudah menikah meski belum lebih dari dua minggu. Jangan berpikir yang buruk mengenai hal itu. Bisa saja papaku dan Ruella juga sudah bercinta sebelum mereka menikah. Tidak ada yang yang tahu mengenai hal itu."
"Ya, kau benar juga. Tidak ada yang tahu mengenai hal itu. Hanya wanita itu dan tuan Don yang tahu." Ucap Flavia. "Kau bilang hari ini dia ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungannya ya? Itu bagus, usia kandungannya akan diketahui kan?"
Savero tidak menjawab, ia menjadi merasa aneh pada sikap Flavia yang entah kenapa perkataannya menjadi tidak enak didengar saat membicarakan mengenai Ruella. Wanita yang disukainya itu bahkan beberapa kali menyebut Ruella dengan wanita itu. Itu terdengar aneh untuk Savero.
"Kalau ternyata itu bukan anak papamu, apa yang akan kau lakukan, Sav? Itu sangat keterlaluan." Ujar Flavia.
Sedangkan Savero hanya memperhatikan cara bicara Flavia yang terdengar semakin ketus membicarakan Ruella.
"Kenapa kau diam saja? Apa itu tidak masalah untukmu? Itu sama saja dengan wanita itu menipu ayahmu kan?"
"Fla..." Panggil Savero tanpa menoleh pada Flavia. "Aku rasa kita tidak perlu memikirkan hal-hal yang bukan urusan kita."
"Apa kau bilang? Jelas itu urusanmu juga kan. Apa tidak masalah kalau papamu ditipu oleh wanita itu?" Sahut Flavia masih belum merubah cara bicaranya.
"Katakan padaku, Fla. Ada apa denganmu? Apa sebenarnya kau masih membenci Ruella, hingga berpikiran hal-hal seperti itu padanya?" Tatap Savero pada Flavia yang baru saja menginjak rem karena lampu merah. "Ternyata sepertinya kau masih membenci wanita yang menabrak Matteo. Itu benar, kan?"
...***...
Ruella bersama sang suami dan Renata—ibunya, datang ke rumah sakit untuk menemui Darla. Mereka ingin memeriksakan kandungan Ruella saat ini.
"Ya, bayi ini sangat sehat. Kalian tidak perlu khawatir." Ujar Darla sedang memeriksakan perut Ruella dengan alat USG dan memperhatikan gambar yang muncul di monitor.
Donzello tampak sangat senang melihat pada layar tersebut, sebuah senyum lebar dengan ekspresi bahagia terpancar diwajahnya.
Namun tidak dengan Renata. Wanita yang merupakan ibunda dari Ruella itu adalah seseorang yang memiliki latar belakang seorang dokter melihat sesuatu yang aneh di matanya. Meski begitu, ia hanya diam saja dan tidak bereaksi apapun karena ingin menanyakannya langsung pada sang putri.
__ADS_1
"Bayinya sehat, kan?" Tanya Donzello saat Darla selesai memeriksa kandungan Ruella dan kembali duduk di belakang meja kerjanya.
"Ya, jantungnya berdetak dengan seharusnya. Anda tidak perlu khawatir tuan d'Este." Jawab Darla. "Minumlah vitamin dan makan makanan yang sehat. Alangkah lebih baik kalau nyonya d'Este tidak terlalu lelah."
"Itu sangat bagus. Aku akan memastikan segalanya akan baik-baik saja hingga anak kami lahir. Bukan begitu nyonya Renata?" Donzello menoleh pada Renata yang masih berdiri memperhatikan dengan pertanyaan-pertanyaan yang menghinggapinya.
"Ya, cucuku akan lahir dengan baik dan sehat." Jawab Renata setelah mencoba menghilangkan kecurigaannya pada apa yang dirasakannya.
"Jika seperti itu, sebaiknya kami undur diri dulu dokter." Ucap Donzello seraya bangkit berdiri dan membantu Ruella yang duduk di sampingnya untuk berdiri juga. "Ah iya, datanglah ke pesta yang akan kami adakan untuk kabar bahagia ini saat akhir pekan. Kami akan mengadakan acara yang sangat meriah."
"Baiklah, aku pasti akan datang, tuan." Jawab Darla dengan sebuah senyum.
"Kalian pulanglah, aku akan tetap di sini untuk sesuatu hal." Seru Renata menatap pada anak dan menantunya.
"Mau apa mama? Pulanglah bersama kami." Ujar Ruella, nada suaranya terdengar sangat lemas hari ini.
"Aku akan kembali ke Sisilia setelah ini dan akan datang ke pesta bersama ayahmu, Rue. Pulanglah dan istirahat. Jaga kandunganmu dengan sangat baik. Kau mengerti?" Renata merangkul Ruella dengan mengusap perut putri tersayangnya itu.
Setelah kepergian Donzello bersama Ruella, Renata duduk di kursi yang berhadapan dengan Darla. Ada yang ingin dirinya tanyakan pada dokter tersebut.
"Ada apa nyonya? Aku tahu kau pasti ingin menanyakan sesuatu padaku. Tapi aku sudah berjanji untuk tidak mengatakan apapun pada siapapun mengenai hal yang sebenarnya. Aku juga tidak masalah jika kau mengusirku dari rumah sakit ini." Ucap Darla yang sejak awal tahu apa yang hendak ditanyakan pemilik dari rumah sakit tempatnya bekerja.
"Jadi benar seperti dugaanku." Ujar Renata.
"Sebaiknya anda tanyakan saja pada putri anda agar semuanya lebih jelas."
"Jawab saja, apakah pemeriksaan USG tempo hari juga karena kehamilan Rue?" Tanya Renata dengan tatapan serius pada Darla.
__ADS_1
"Seorang dokter tidak mungkin bisa menipu dokter lainnya. Bukan begitu, nyonya?" Jawab Darla dengan sebuah pertanyaan.
...–NATZSIMO–...