
Bersama dengan Savero, Ruella mendatangi sebuah rumah sakit di kota Milan. Rumah sakit yang merupakan milik dari keluarga ibu dari Ruella, Canossa. Savero meminta salah satu senior yang akrab dengannya untuk memeriksa wanita itu dengan USG.
"Benar sekali, dia sedang mengandung. Usia kandungannya lima minggu." Ujar Darla Gonzaga, wanita berusia 34 tahun tersebut.
"Apa? Itu tidak mungkin." Sontak Ruella sangat terkejut mengenai kabar yang begitu sangat mengejutkan bagi dirinya.
Tentu saja dirinya sangat bingung, karena ia baru saja menikah dengan pria idamannya tapi sebelum sempat dirinya bercinta, kabar buruk itu muncul.
Savero juga sama terkejutnya. Pria itu langsung menatap pada Ruella. Istri baru dari ayahnya sedang mengandung. Itu adalah kabar yang sangat buruk.
"Kandungannya sehat, dan tidak ada yang perlu dicemaskan. Kau hanya perlu menjaga makanan dan minuman yang dikonsumsi. Untuk tiga bulan awal, mungkin saja kondisi tubuhmu akan terasa tidak enak karena mual dan penciuman menjadi sensitif. Tapi itu hal yang normal." Ujar Darla.
"Sebaiknya ini diperiksa sekali lagi. Tidak mungkin aku hamil. Pasti ada kesalahan. Aku baik-baik saja, aku tidak hamil. Jangan mengada-ada dan membuat diagnosa yang salah. Jika orang lain mendengarnya maka kabar itu akan menjadi kamar buruk. Sebaiknya periksa sekali lagi. Aku yakin kau salah." Seru Ruella tidak ingin mempercayai kenyataan mengenai dirinya yang sedang mengandung.
"Diamlah!" Seru Savero tampak kesal melihat pada Ruella yang duduk di sampingnya. "Darla, apa bisa kau menggugurkannya?" Tatap Savero pada dokter yang mengenalnya itu.
__ADS_1
"Apa? Menggugurkannya?" Tanya Ruella dengan terkejut.
Savero menoleh pada Ruella dengan tatapan dingin. Tampak rasa kesalnya pada wanita itu. Perasaannya menjadi kesal karena merasa ayahnya sangatlah bodoh menikah dengan wanita seperti Ruella.
Sejak pertama melihat Ruella dengan segala sikap arogan yang sombong saat di klub malam waktu itu. Pria itu merasa kalau wanita sepertinya hanyalah seorang wanita yang akan selalu bersikap sesukanya. Semua itu karena latar belakangnya yang tidak tersentuh.
Wajahnya yang cantik dan bentuk tubuh yang sempurna membuat Savero membencinya. Ada alasan lain kenapa dirinya membenci Ruella. Namun tidak ia kira kalau wanita itu akan menikah dengan ayahnya. Dan sekarang mengetahui wanita itu hamil setelah baru saja menikah dengan ayahnya, rasa bencinya semakin besar.
"Iya, gugurkan kandungan itu! Aku tidak akan membiarkan dia menderita karena wanita murahan sepertimu!!" Jawab Savero.
"Apa kau bisa membantuku untuk menggugurkan kandungannya itu?" Savero menatap pada seniornya dengan sangat serius.
"Apa kau serius? Dia baru saja menikah, setelah menggugurkan kandungannya itu sama saja dia tidak bisa melakukan hubungan seksual." Jawab Darla menjelaskan. "Kau pun tahu masalah itu, kan?"
Savero terlihat kesal dengan yang terjadi. Ia menoleh pada Ruella yang juga menatapnya. Tatapannya menunjukkan kemarahannya.
__ADS_1
Pada akhirnya mereka berdua kembali ke rumah dengan kekalutan. Terutaman dengan Ruella yang menjadi bingung harus melakukan apa. Tadinya Ia kira setelah menikah dengan pria yang dipuja-pujanya selama ini akan membuat hidupnya selalu bahagia. Namun yang terjadi sekarang adalah dirinya sedang hamil seorang anak.
"Aku akan memberitahu semuanya pada Papa. Aku akan memintanya menceraikanmu. Tidak akan aku biarkan kau hidup bersama dengannya dengan seorang anak dari pria lain." Seru Savero ketika mereka berdua berada di dalam mobil saat di perjalanan pulang.
"Tidak! Jangan seperti itu! Aku tidak ingin bercerai dengannya." Ujar Ruella tampak terkejut pada ucapan Savero.
"Diamlah!! Kau tidak pantas dengan pria seperti Papaku!! Dasar j*ala*ng!!" Cerca Savero yang pikirannya terbagi antara jalanan dan masalah yang terjadi. "Aku akan langsung menghubunginya!! Kalian harus bercerai secepatnya!! Saat tahu kau sedang mengandung pun aku rasa dia kan langsung membencimu!! Tidak akan ada yang menerima istrinya mengandung anak dari pria lain!!"
"Tidak! Saat dia tahu aku mengandung, dia juga akan marah padamu!! Karena bayi yang aku kandung adalah anakmu!!" Suara Ruella terdengar sangat penuh dengan emosi kesedihan dan kemarahan. "Aku mengandung anakmu, Sav."
Mendengarnya membuat Savero langsung mengerem mendadak hingga terdengar suara ban mendecit. Bahkan suara klakson-klakson dari mobil lain langsung berkumandang.
"Apa yang kau katakan?" Tatap Savero dengan wajahnya yang terkejut menatap pada Ruella.
...–NATZSIMO–...
__ADS_1