BELENGGU DOSA PUTRI MAFIA

BELENGGU DOSA PUTRI MAFIA
056. RAHASIA YANG TERBONGKAR


__ADS_3

Savero berjalan menaiki tangga setelah pulang dari rumah sakit. Di waktu yang bersamaan ketika dirinya sampai di lantai dua, Donzello keluar dari kamarnya dan langsung terdiam menatap putranya yang juga melihat padanya.


"Bagaimana keadaannya sekarang?" Tanya Savero berjalan mendekati ayahnya untuk menanyakan mengenai kondisi Ruella yang tadi sempat pingsan.


Donzello tidak langsung menjawab karena saat melhat putranya, kerisauannya kembali mencuat. Kenyataan yang sudah dirinya ketahui mengenai ayah kandung dari anak yang ada di kandungan Ruella membuatnya harus melakukan sesuatu.


Meskipun gambar dari tangkapan CCTV yang diberikan padanya oleh detektif yang dirinya sewa tidak terlalu jelas, namun ia bisa langsung mengenai kalau pria yang masuk dan keluar dari toilet wanita di mana Ruella berada, itu adalah Savero—Satu-satunya keluarga yang ia miliki saat ini.


"Ada apa, Papa? Kau baik-baik saja?" Tanya Savero yang bingung melihat ayahnya yang tampak melamun melihat padanya. "Apa Ruella baik-baik saja?"


"Ya, dia baik-baik saja. Sekarang dia sedang tidur." Jawab Donzello. "Sav, ikutlah denganku ke ruang kerja. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu."


Setelah mengatakan hal demikian, Donzello berjalan menuju ruang kerjanya dan Savero mengikutinya dari belakang.


Sesampainya di ruangan yang selalu menjadi tempat kedua favorit Donzello itu, ayah dan anak itu berdiri saling berhadapan.


Melihat sikap ayahnya, Savero sedikit merasa heran karena dari raut wajah Donzello ia bisa melihat sebuah kebingungan terpancar dari tatapan matanya.


"Sebenarnya ada apa, Papa? Apa kau baik-baik saja?" Sekali lagi Savero menanyakan kondisi ayahnya yang tampak berbeda dari biasanya.


"Bagaimana hubunganmu dengan Flavia?" Donzello langsung menyadarkan dirinya dan langsung bertanya untuk menghilangkan kecurigaan Savero. "Kenapa aku melihat kau tidak pernah pergi lagi menemuinya?"


Savero mengalihkan pandangannya dari Donzello, ia merasa tidak enak saat ayahnya itu menanyakan hubungannya dengan Flavia.


Sejak waktu itu, Flavia belum menghubunginya, karena itu Savero pun juga tidak menghubungi wanita itu. Ada kebingungan pada dirinya saat ini. Bingung harus melakukan apa pada hubungannya dengan wanita itu.


"Dia memintaku untuk tidak menghubunginya sementara waktu karena kebenaran mengenai Matteo membuatnya jadi syok." Jawab Savero.


"Dan kau menurutinya?" Tanya Donzello lagi.

__ADS_1


Pertanyaan Donzello semakin membuat Savero bingung. Ia tidak mengerti kenapa ayahnya bertanya seperti itu padanya.


"Apa kau masih mencintai wanita itu?" Sekali lagi ayahnya bertanya dengan tatapan lekat.


"Ya, tentu saja aku masih mencintainya. Memang ada apa? Aku harus menuruti perkataannya agar dia tidak marah padaku. Aku akan menunggunya hingga dia kembali menghubungiku, Papa." Jawab Savero.


"Seharusnya kau tidak menuruti keinginannya itu. Biarkan dia tidak menghubungimu beberapa hari, tapi sebaiknya kau lebih dulu menghubunginya dalam beberapa hari jika kau memang benar-benar mencintainya, Sav." Seru Donzello. "Apa kau sudah tidak mencintainya karena ada wanita lain?"


Savero terdiam melihat raut wajah Donzello yang berubah menjadi terlihat sedikit kesal, bahkan perkataannya terdengar seperti menuduh dirinya. Nada suara yang baru saja melontarkan kalimat tersebut terdengar seperti nada kecemburuan.


Seketika Savero mengerti pada sikap ayahnya tersebut. Ia langsung berpikir kalau Donzello memang sedang cemburu padanya yang tadi menggendong Ruella saat di elevator rumah sakit.


"Papa, apa kau cemburu saat melihat aku menggendong Ruella tadi?" Tatap Savero.


Donzello tidak menjawab. Baginya bukan karena itu saja dirinya cemburu, melainkan sesuatu yang jauh lebih dari itu.


"Kau tenang saja, aku tidak memiliki perasaan apapun pada istrimu. Aku masih mencintai Flavia." Ujar Savero dengan wajah serius.


"Maafkan aku, sepertinya karena pekerjaanku yang padat, aku jadi merasa sedikit sensitif sekarang ini." Seru Donzello setelah itu melangkah keluar dari ruangan itu.


Savero hanya diam saja memperhatikan punggung ayahnya yang berjalan menjauh darinya. Dirinya pun merasakan rasa bersalah yang semakin besar padanya karena menyembunyikan hal yang paling penting untuk ayahnya itu.


"Semakin lama, ini semakin membuat aku tersiksa. Apa aku harus mengatakan semuanya padanya?" Oceh Savero bertanya pada dirinya sendiri.


...***...


Donzello masuk ke dalam toko roti Pasticceria Martesana. Tentu saja ada sesuatu hal yang ingin pria itu lakukan, yaitu menemui Flavia.


Flavia yang baru saja meletakkan pesanan pelanggan ke salah satu meja, melihat kehadiran ayah dari pria yang terus menerus ingin menikahinya. Segera wanita itu berjalan mendekati Donzello yang juga melihat ke arahnya.

__ADS_1


"Ada apa, tuan? Apa ada sesuatu sampai anda ke sini?" Tanya Flavia merasa heran karena untuk pertama kalinya Donzello datang ke toko roti miliknya.


Mereka berdua duduk di salah satu meja dengan saling berhadapan setelah Donzello mengatakan ingin berbicara dengan Flavia.


"Apa ada hal penting sampai anda menemuiku ke tempat ini?" Tanya Flavia langsung mengawali perbincangan mereka ketika duduk bersama.


"Bagaimana hubunganmu dengan Savero? Kenapa sepertinya kalian berdua tidak lagi saling berhubungan? Padahal aku pikir saat kau mengetahui mengenai Matteo yang sebenarnya, maka kau akan memilih bersama dengan Sav. Tapi kenapa yang terjadi malah sebaliknya?" Ujar Donzello dengan nada suara serius.


"Tuan, apa Savero tahu kau datang mendatangiku?" Tanya Flavia lagi.


"Tidak. Aku datang ke sini karena kemauanku. Dia sama sekali tidak tahu kalau aku datang menemuimu." Jawab Donzello. "Jadi kenapa kau memintanya untuk tidak menghubungimu?"


Flavia terlihat menyunggingkan sebuah senyuman namun dengan makna senyuman yang tersirat sebuah kesedihan. Melihatnya membuat Donzello tahu kalau ada hal yang disembunyikan wanita itu saat ini.


"Katakan, apa ada sesuatu yang kau ketahui?" Donzello semakin penasaran mengenai hal yang disembunyikan Flavia.


"Tuan, aku merasa kasihan padamu. Jauh lebih kasihan dari pada aku mengasihani diriku." Jawab Flavia.


Mendengarnya membuat Donzello langsung tahu mengenai rahasia yang disimpan Flavia saat ini. Sesuatu yang membuat wanita itu tidak ingin bersama dengan Savero.


"Jadi kau tahu mengenai rahasia yang mereka berdua simpan?" Ucap Donzello, wajahnya juga menunjukan raut wajah kesedihan. "Karena itu kau menghindar darinya."


"Ya, aku mendengar semuanya waktu itu. Ketika mereka berdua berbicara di sudut ruangan. Aku mendengar semua hal itu... Anak yang dikandung istrimu adalah anak dari anakmu sendiri, tuan. Sav adalah ayah dari anak yang dikandung Rue." Jawab Flavia. "Mereka berdua menyembunyikan kebenarannya dari siapapun, termasuk aku dan anda."


"Ya, kau benar. Mereka menyembunyikan hal sepenting itu dari kita berdua." Jawab Donzello dengan datar. "Jadi karena itu kau tidak ingin bersama dengan Savero?"


Flavia menatap Donzello dengan sebuah pertanyaan. Terlihat dari wajah Donzello, kalau pria itu ingin mengatakan sesuatu padanya.


"Bagaimana kalau aku memintamu untuk menikah dengan Savero, dan merahasiakan kalau kita berdua mengetahui kebenarannya. Apa kau mau, Flavia?" Tanya Donzello.

__ADS_1


...–NATZSIMO–...


__ADS_2