
Savero yang mengetahui mengenai nama yang di sebutkan Ruella langsung terkejut saat mendengarnya. Carla Retegui adalah wanita yang dibilang Ruella sebagai kekasih Matteo dan pasangan sahabatnya itu dalam menunaikan pekerjaannya sebagai pembunuh bayaran.
Sofia terlihat memutar matanya karena pertanyaan Ruella. Terlihat dari matanya sesuatu kebingungan. Apalagi Ruella menyebut sebuah nama.
"Nyonya, apa maksudnya? Siapa itu Carla Retegui?" Tanya Sofia dengan memasang terlihat bingung. "Aku tidak mengerti maksud anda. Dulu aku memang sering ke Pasticceria Martesana dan melihat nona Flavia di sana. Jadi aku langsung tahu kalau dia adalah pemilik toko roti itu."
"Benarkah seperti itu?" Tanya Ruella. "Kalau begitu sejak kapan kau berhenti ke Pasticceria Martesana? Dan kenapa kau tidak lagi ke toko roti itu? Sedangkan kau bilang itu toko roti terbaik di dunia."
Sofia tampak semakin kebingungan. Ia terus mencari jawaban yang pada sadarnya Ruella hanya mengatakannya tanpa berpikir apapun.
"Rue, apa yang kau katakan?" Tanya Donzello pada istrinya. Kan sama sekali tidak mengetahui maksud dari perkataan Ruella pada Sekertarisnya. "Siapa itu Carla Retegui?"
"Dia adalah kekasih dari pria bernama Matteo Florenzi." Jawab Ruella.
"Matteo Florenzi? Bu—bukannya dia adalah sahabatmu, Sav?" Donzello tampak bingung dengan semua yang di dengarnya. "Apa maksudnya ini? Apa hubungannya dengan Sofia? Kenapa kau memanggilnya Carla Retegui?"
"Katakan semuanya sekarang Carla, aku tidak akan mempermasalahkannya setelah ini. Aku hanya ingin kau mengakui segalanya di depan kami." Seru Ruella pada Sofia.
"Ada apa ini?" Donzello masih tidak mengerti apapun.
"Papa, orang yang sebenarnya menabrak Matteo adalah Rue. Tapi media menyembunyikan segalanya karena tuan La Nostra tidak ingin putrinya masuk penjara. Karena itu dia memabayar orang untuk menjadi pelakunya." Ujar Savero menceritakan duduk permasalahannya pada Donzello.
"Lalu apa hubungannya dengan Sofia?" Donzello mengulangi pertanyaannya tadi.
"Tuan, Ruella menabrak pria bernama Matteo karena satu alasan. Dia ingin melarikan diri dari pasangan pembunuh bayaran yang mengejarnya." Timpal Emiliano. "Pasangan pembunuh tersebut adalah orang bernama Matteo Florenzi dan Carla Retegui."
"Tidak!!" Seru Flavia. "Matteo bukan seorang pembunuh bayaran!! Kalian jangan membual!!" Wajah Flavia terlihat sangat marah karena tidak bisa menerima pria yang dicintainya dikatakan sebagai seorang pembunuh bayaran.
"Tapi sayangnya itu benar." Kali ini pria yang duduk di samping Sofia berbicara.
__ADS_1
Semua orang langsung menatap pada Jorginho, apalagi Sofia yang matanya langsung membulat menolah pada pria yang datang bersamanya.
Jorginho bangkit dari duduknya dengan mengambil sesuatu dari saku celana yang dikenakannya lalu berjalan mendekati Ruella. Diberikannya beberapa lembar foto ke hadapan Ruella.
"Itu adalah buktinya. Mereka memang seorang kekasih dulu. Dia merubah wajahnya dengan operasi plastik setelah gagal membunuhmu, Rue." Ujar Jorginho yang berdiri di antara Ruella dan Emiliano.
"Tunggu! Kenapa kau..."
"Maaf, Sofia... Aku hanya diminta untuk berpura-pura mendekatimu." Senyum Jorginho yang ternyata adalah teman Emiliano, atau lebih tepatnya pasangan penyuka sesama jenisnya.
Untuk membantu Ruella, Emiliano meminta kekasihnya itu untuk mendekati Sofia yang adalah Carla demi mencari bukti lainnya mengenai siapa dirinya yang sebenarnya dan bagaimana hubungannya dengan Matteo Florenzi. Dan setelah mendekati wanita itu, Jorginho menemukan apa yang dicarinya. Yaitu bukti berupa foto-foto lama wanita itu bersama Matteo dengan wajah yang belum melakukan operasi plastik.
"Aku juga sudah mencari tahu di mana kau melakukan operasi plastik, jadi kau tidak bisa menyangkal lagi... Carla Retegui." Senyum Ruella dengan senyum skeptis. " Jadi sebaiknya katakan saja kalau itu adalah sesuatu yang benar. Kau dan pria bernama Matteo dibayar untuk membunuhku tiga tahun lalu. Bukan begitu?"
Sofia tampak ketakutan karena kedoknya terbongkar. Setelah gagal membunuh Ruella dan kehilangan kekasihnya, wanita itu melakukan prosedur operasi plastik untuk mengubah wajahnya. Semua itu ia lakukan karena dirinya yang gagal melakukan misinya menjadi dicari oleh orang yang membayarnya. Selain itu juga untuk menghindar dari Ruella yang sudah melihat wajah lama dulu.
"Ada apa? Kenapa kau diam saja? Katakan semuanya sekarang!" Seru Ruella mencoba agar wanita itu membuka mulutnya.
"Sudah aku katakan, aku tidak akan mempermasalahkannya lagi asalkan kau mengakui semuanya sekarang. Katakan apa kau dan Matteo Florenzi dibayar untuk membunuhku tiga tahun lalu? Dan beritahu aku siapa yang membayarmu?" Tanya Ruella dengan penuh selidik dan menjadi tidak sabar wanita itu membongkar semuanya.
"Katakan semuanya!!" Kali ini Savero berkata dengan penuh rasa tidak sabar.
Namun Sofia masih saja bungkam dan tidak mengatakan apapun karena rasa takutnya saat ini.
"Baiklah, kalau begitu aku akan memberikanmu pada Hugo De Sica, orang yang membayarmu untuk membunuhku." Ucap Ruella.
"Tidak! Jangan lakukan itu nyonya! Dia pasti akan langsung membunuhku!!" Seru Sofia dengan rasa takut.
"Apa itu berarti semua yang diduga padamu itu adalah benar, Sofia?" Tanya Donzello.
__ADS_1
"Aku minta ampun. Aku dan Matteo hanya ingin memiliki uang karena itu kami menerima tawaran itu. Tapi sayangnya kami gagal dan bahkan Matteo harus mati setelah lama koma. Itu sangat membuatku tersiksa karena itu aku merubah wajahku untuk memulai kehidupan baruku." Ujar Sofia dengan rasa takut yang terpancar dari raut wajahnya.
"Tidak! Kau pasti berbohong kan?" Flavia bangkit berdiri dengan ketidakpercayaan tersirat dari wajahnya. "Jangan berbohong dengan mengatakan semua karangan itu!! Aku tahu kalau kau dibayar olehnya untuk mengatakan semua itu!!" Flavia menuduh Ruella membayar Sofia untuk mengatakan semua hal itu.
"Fla, duduklah!" Ujar Savero memegang lengan Flavia.
Dengan kasar Flavia menepis tangan Savero dengan menarik lengannya. Wanita itu menatap pada Savero dengan pancaran mata yang terlihat tidak percaya.
"Sav, jangan bilang kalau kau percaya semua yang dikatakan wanita itu tentang Matteo!!" Seru Flavia dengan mata yang memerah. "Aku tidak bisa menerima semua kebohongan itu, tapi sepertinya kau mempercayainya! Kau keterlaluan Sav!!"
"Aku tidak berbohong. Matteo berhubungan denganmu hanya untuk menutupi siapa dirinya. Dia tidak benar-benar mencintaimu. Sejak lama dan bahkan saat masih tinggal di panti asuhan aku dan dia sudah berhubungan." Jawab Sofia.
"Tidak! Kau berbohong! Matteo mencintaiku dengan tulus. Tidak mungkin dia berbohong selama ini!!" Tandas Flavia sedikit berteriak.
"Terserah kau mau percaya atau tidak. Tapi yang aku katakan adalah kebenaran." Jawab Sofia lagi.
"Rue pasti membayarmu untuk mengatakan hal itu, kan?" Tuduh Flavia.
"Tidak, aku mengatakan apa yang sesungguhnya. Tidak ada yang membayarku. Sebaiknya kau menerima kenyataan yang terjadi."
"Diam!! Itu tidak benar... Matteo adalah pria yang baik. Kau pasti berbohong. Rue pasti kau membayarnya. Itu benar kan?" Tatap Flavia oada Ruella.
Namun Ruella hanya diam saja. Tidak ada yang ingin dirinya katakan untuk menjawab tuduhan Flavia. Ia tidak perlu melakukannya karena tampaknya Flavia pun juga mempercayai apa yang terjadi sebenarnya hanya saja wanita itu berusaha untuk menyangkalnya.
"Sav, Matteo adalah sahabatmu, kau pasti lebih percaya padanya kan? Matteo itu pria yang baik. Kau pasti tetap menganggapnya seperti itu, bukan?" Flavia menatap pada Savero yang berdiri di sampingnya.
Savero tidak menjawab apapun. Pria itu hanya mempercayai bukti dan saksi yang ada saat ini. Karena itu anggapannya mengenai sahabatnya—Matteo luntur. Bahkan ada kemarahan di dalam hatinya karena orang yang dianggap sebagai sahabatnya itu nyatanya menipu dirinya dan bahkan mempermainkan wanita yang dicintainya.
Flavia yang terlihat syok pada kebenaran mengenai pria yang dicintainya kehilangan kesadarannya yang langsung jatuh pingsan. Beruntung Savero yang berada di sampingnya langsung memegangi tubuh wanita itu.
__ADS_1
"Fla, kau baik-baik saja?" Wajah khawatir tersirat dari Savero.
...–NATZSIMO–...