BELENGGU DOSA PUTRI MAFIA

BELENGGU DOSA PUTRI MAFIA
031. TAWARAN MEMBUNUH


__ADS_3

Ruella duduk di atas tempat tidur sambil menikmati buah-buahan yang disediakan oleh Paola setelah sarapan tadi. Donzello berada di kamar bersama dengannya sedang bersiap-siap untuk berangkat bekerja.


"Hari ini aku akan keluar untuk pergi berbelanja bersama Emiliano. Apa tidak masalah?" Tanya Ruella menatap pada Donzello yang sedang memakai kemejanya.


"Sebenarnya aku masih tidak ingin kau kemanapun, Rue. Tapi sepertinya kau akan bosan jika hanya berada terus di kamar." Jawab Donzello menoleh pada Ruella dari tempatnya berdiri di depan cermin panjang yang memperlihatkan seluruh tubuhnya. "Pergilah, tapi jangan sampai kau kelelahan."


"Kau tenang saja. Sebelum lelah aku akan kembali. Aku ingin membeli beberapa pakaian untuk pesta besok." Ujar Ruella.


Donzello langsung berjalan mendekati Ruella dan duduk di sisi tempat tidur, menghadap pada istrinya. Sebuah dasi yang belum terpasang melingkar di leher.


"Kau harus pulang cepat, aku selalu merindukanmu saat kau tidak ada." Ucap Ruella sambil mengikat dasi di leher Donzello.


"Aku pun demikian." Jawab Donzello setelahnya mencium bibir Ruella.


Suara pintu terdengar diketuk dari luar mengakhiri ciuman mereka berdua.


"Tuan, nona Sofia sudah sampai dan menunggu anda di dalam mobil." Seru Paola dari luar pintu.


Mendengar nama Sofia membuat Ruella menatap Donzello dengan penuh selidik. Ia sangat tidak senang ketika mengetahui kalau wanita itu menjemput suaminya.


"Hari ini aku akan menghadiri meeting bersama klien, karena itu Sofia datang menjemputku." Jawab Donzello. "Kau tenang saja, jangan berpikiran yang tidak-tidak tentangku dengannya."


"Ya, baiklah." Jawab Ruella dengan tersenyum.


Sepeninggalan suaminya yang sudah berangkat bekerja, membuat Ruella kembali mengingat mengenai Sofia. Di ambilnya ponselnya untuk menghubungi anak buahnya untuk menemui dirinya sekarang juga.


"Ini semua hal tentang wanita bernama Sofia Golini, nyonya." Ujar Fazio memberikan amplop cokelat pada Ruella yang masih duduk di atas tempat tidur. "Sepertinya benar, wanita itu yang juga berada di tempat kejadian tiga tahun yang lalu. Apa nyonya mau kami melakukan sesuatu padanya?"


"Tidak usah. Jangan melakukan apapun padanya." Jawab Ruella sambil membuka amplop yang diberikannya padanya.


Ia melihat sebuah porto polio mengenai biodata dari Sofia Golini. Terdapat biodata yang lengkap mengenai wanita yang berasa dari suatu panti asuhan tersebut.


"Faz, suruh Paul menyiapkan mobil. Hari ini aku akan menemui pria itu. Kau bilang sejak kemarin Vincenzo sudah menangkap Ciro kan?" Tanya Ruella memastikan.


"Ya, saat ini dia berada di gudang bersama dengan orang-orang tuan Vincenzo, nyonya." Jawab Fazio. "Apa tidak masalah anda menemuinya di saat seperti ini?"

__ADS_1


Ruella menunjukkan senyumnya dan langsung bangkit berdiri.


"Lakukan saja seperti yang aku katakan, hari ini pria itu bebas dari penjara. Aku harus melakukan sesuatu padanya." Seru Ruella dengan tegasnya.


Ruella berjalan menuju pintu keluar untuk menemui pria bernama Ciro Tonali. Fazio berjalan di belakangnya untuk mendampingi wanita itu. Sayangnya langkahnya terhenti saat Savero baru saja masuk ke dalam rumah.


Pria itu melihat pada Ruella yang hendak pergi dengan tampilan seperti biasanya, memakai sepatu berhak tinggi.


"Kau mau ke mana?" Tanya Savero memandang pada penampilan Ruella.


"Aku akan pergi berbelanja bersama Emiliano. Aku harus segera pergi sekarang." Jawab Ruella hendak melangkah.


"Sebaiknya kau tidak memakai sepatu seperti itu." Seru Savero menghentikan langkah Ruella sehingga wanita itu kembali menatap padanya. "Itu tidak bagus untukmu, dan bayi yang ada di kandunganmu. Gantilah dulu biar kau pun merasa lebih nyaman."


"Aku sudah tidak punya banyak waktu. Lagi pula aku tidak memiliki sepatu yang tidak berhak tinggi." Jawab Ruella sedikit kesal karena Savero mempermasalahkan hal yang untuknya tidak penting itu. "Saat berbelanja nanti aku akan membelinya."


"Paola." Panggil Savero pada Paola yang sedang melintas.


"Ada apa, tuan?" Tanya Paola berjalan mendekati Savero yang bersama dengan Ruella beserta Fazio.


"Sepertinya ukuran sepatumu cocok dengannya. Berikan sepatumu pada Rue. Tidak mungkin dia pergi dengan sepatu seperti itu di kondisinya yang sedang hamil seperti sekarang ini." Ujar Savero.


"Nyonya, itu benar. Sebaiknya pakai sepatu ini. Anda tidak boleh memakai sepatu seperti itu saat sedang hamil." Ucap Paola merasa khawatir juga pada Ruella dan sepatunya.


Merasa tidak ingin buang-buang waktu lagi, Ruella melepas sepatu yang dipakainya dan memasukkan kedua kakinya ke dalam sepatu milik Paola. Ia pun merasa itu lebih baik agar kakinya tidak menjadi sakit seperti tempo hari.


"Sebaiknya jangan pergi terlalu lama dan jangan berjalan terlalu banyak." Seru Savero.


Namun Ruella tidak menanggapi perkataan pria itu. Bersama dengan Fazio, Ruella melangkah pergi dan keluar dari rumah itu. Segera wanita itu masuk ke dalam mobil di mana penjaganya yang satu sudah siap siaga mengantarnya ke tempat tujuan.


"Sialan, kenapa dia mengulur waktuku hanya karena sepatu yang aku pakai?" Gumam Ruella dengan kesal.


Selang hampir tiga puluh menit, Ruella sampai dj sebuah bangunan yang tampak tua. Ia melangkahkan kakinya dengan sepatu karet yang dikenakannya.


Beberapa orang berada di sana, menjaga seorang pria yang tampak babak belur terikat di sebuah kursi kayu yang usang. Darah keluar dari hidung dan pelipis kanannya juga mengucurkan darah segar.

__ADS_1


Tampilannya sangat berantakan dengan pakaian yang tampak basah karena pastinya orang-orang yang berjaga menyiksanya. Bahu kirinya yang tertembak oleh Donzello tempo hari terlihat masih mengeluarkan darah hingga menembus ke kaos yang dipakainya.


"Nyonya, maafkan aku. Ampuni aku." Ujar pria bernama Ciro Tonali saat melihat kehadiran Ruella masuk ke dalam bangun itu. "Aku akan melakukan apapun asalkan nyonya mengampuni aku."


Ruella menyunggingkan senyumnya mendengar perkataan Ciro. Itulah yang diinginkannya pada pria tersebut.


"Baiklah, aku akan mengampunimu, sebagai gantinya, aku ingin kau melakukan sesuatu untukku." Seru Ruella dengan tangan terlipat di depan dada dan berdiri dengan bertumpu kaki kirinya. "Aku ingin kau membunuh seseorang. Bunuh pria bernama Hugo De Sica."


Ciro tampak terkejut ketika Ruella memintanya melakukan hal yang menurutnya sangatlah sulit. Pasalnya pria yang disebutkan oleh wanita yang ada dihadapannya merupakan anak dari pemimpin jaringan mafia di wilayah Foggia, Foggianna. Jaringan mafia tersebut merupakan anak kelompok Sacra Unita, musuh bebuyutan dari La Nostra.


"Kau bisa memutuskannya sekarang, apakah kau bersedia membunuh orang itu atau tidak. Aku akan melepasmu saat kau berhasil membunuhnya, bahkan aku akan menjamin hidup anak dan istrimu." Ujar Ruella.


"Ba—baiklah, nyonya. Aku akan melakukannya." Jawab Ciro menerima penawaran Ruella.


"Ingat! Aku akan langsung menghabisi keluargamu kalau kau berkhianat." Ancam Ruella dengan tatapan sangat tajam.


Setelah melakukan negosiasi dengan pria itu, Ruella berjalan keluar dari gudang tersebut dan masuk ke dalam mobil hitam dengan wajah yang tampak tegang. Wanita itu merasa hari ini adalah hari yang sangat membuat dirinya marah sekaligus merasa ketakutan.


"Anda baik-baik saja, nyonya?" Tanya Paul yang berada di kursi setir saat Ruella masuk ke dalam mobil.


"Ya, aku baik-baik saja." Jawab Ruella menghela napas untuk menghilangkan kekhawatirannya.


"Nyonya, aku mendapat kabar kalau baru saja Hugo De Sica bebas dari penjara." Ujar Fazio menoleh pada Ruella.


Ekspresi wajah Ruella kembali menegang, namun sebisa mungkin dirinya tetap merasa tenang.


"Jalankan mobilnya." Pinta Ruella.


Mobil tersebut langsung melaju meninggalkan lokasi di mana Ruella menemui seorang pria yang dimintanya untuk membunuh seseorang.


Tanpa Ruella duga di jarak yang aman, sebuah mobil memperhatikan kepergiannya. Bahkan mobil tersebut sudah ada ketika Ruella masuk menemui Ciro Tonali.


"Apa yang dilakukannya di gudang itu?" Tanya Savero seraya berpikir.


Pria itu memutuskan untuk mengikuti ke mana Ruella pergi tadi dan terus berada di dalam mobilnya ketika Ruella masuk ke dalam gudang hingga keluar dan pergi.

__ADS_1


"Apa yang disembunyikannya?" Savero menjadi sangat penasaran saat ini.


...–NATZSIMO–...


__ADS_2