BELENGGU DOSA PUTRI MAFIA

BELENGGU DOSA PUTRI MAFIA
008. KESEPAKATAN RAHASIA


__ADS_3

Sejenak Savero menatap dengan penuh keterkejutan pada perkataan Ruella. Ia sangat tidak mempercayai pada apa yang baru Ia dengar. Sama sekali dirinya tidak berpikiran kalau anak yang di kandung oleh Ruella adalah anaknya. Hal itu yang membuatnya langsung mendengus dengan tidak percaya menanggapi ucapan wanita itu.


"Jangan bercanda! Jangan mengatakan omong kosong seperti itu!!" Seru Savero mendengus setelah itu kembali menjalankan mobilnya karena mobil yang dikendarainya berhenti di tengah jalan dan membuat keributan dengan suara klakson yang terus berbunyi. "Siapa yang akan percaya dengan ucapan wanita sepertimu?"


"Banyak! Semua orang pasti akan mempercayai apa yang aku katakan." Jawab Ruella dengan tatapan kesal karena Savero tidak mempercayai dirinya. "Sepertinya kau lupa berapa usia kandunganku yang dikatakan temanmu tadi."


Savero menjadi merasa kesal. Segera ia kembali menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Pastinya ia tidak mempercayai hal itu begitu saja. Wanita seperti Ruella yang selalu bersikap sombong dan menyepelekan banyak hal, pasti akan mudahnya berbohong.


"Apa buktinya kalau itu anakku? Bisa saja kau bercinta dengan pria lainnya setelah bercinta denganku. Untuk wanita sepertimu itu pasti tidak sulit." Ujar Savero masih menunjukkan wajah dingin dan tidak percaya. "Ternyata selain sombong kau juga seorang pembohong."


"Diamlah!!" Geram Ruella yang terpancing menjadi marah. "Jangan menyebutku pembohong!!"


Savero menjadi tertawa kecil seperti mengejek Ruella. Untuknya melihat dan mendengar perkataan gadis seperti Ruella saat ini membuatnya muak.


Siapapun tahu bagaimana sifat dan sikap dari putri pemimpin mafia yang sangat berpengaruh di Italia tersebut. Tentu saja semua orang pasti tidak akan mempercayai ucapannya. Ditambah sesuatu pernah wanita itu lakukan di masa lalu yang membuat Savero semakin membencinya.


"Baiklah, kalau begitu katakan saja yang sebenarnya pada Donzello. Aku juga akan mengatakan kalau anak yang aku kandung adalah anakmu." Ujar Ruella, tatapannya sangat serius dan lekat agar Savero mendengarkan perkataannya.

__ADS_1


"Jadi kau mengancamku agar kau tidak berpisah darinya?" Tanya Savero di akhiri tawa tidak percaya. "Kau benar-benar wanita yang keterlaluan."


"Aku tidak mengancammu, aku hanya ingin mengatakan hal yang sebenarnya padanya. Kau tidak percaya padaku kan? Kau tidak mempercayai kalau anak yang aku kandung adalah anakmu kan?" Tatapan Ruella menajam pada Savero.


Savero menarik tatapannya dari Ruella karena pikirannya semakin bingung saat ini. Ia mengusap wajahnya beberapa kali untuk berpikir. Kebingungan melanda dirinya sampai membuat pria itu bingung harus melakukan apa.


"Saat aku berpisah darinya, aku akan melahirkan anak ini. Kita lihat apa anak ini benar anakmu atau bukan." Tatap Ruella dengan tatapan kesalnya. "Jika ini benar anakmu maka aku sangat yakin kalau Don akan semakin bersedih. Mungkin saja dia akan sangat kecewa padamu."


"Lalu apa? Apa yang akan kau lakukan? Kau akan menggugurkannya?" Tanya Savero dengan serius. "Papa akan kembali dalam waktu dekat. Kau tidak bisa menggugurkannya."


"Aku tidak akan menggugurkannya." Jawab Ruella mengalihkan pandangan dari Savero dan menatap ke jalanan. "Aku akan melahirkannya."


"Aku akan melahirkan anakmu dengan seolah-olah anak ini adalah anak Don." Ucap Ruella, tangan kanannya memegang perut di mana berada sebuah kehidupan di sana. "Aku tidak ingin berpisah dari Don."


Sontak Savero tertawa pecah karena perkataan Ruella. Dirinya tidak habis pikir untuk rencana yang terdengar sangat jahat tersebut untuk ayahnya.


"Kau memang benar-benar seorang pembohong!" Gumam Savero. Sejak awal dugaannya mengenai Ruella memang tidaklah salah. Itu yang membuat dirinya sangat membenci wanita itu sejak pertama kali melihatnya. "Kau ingin menipunya?"

__ADS_1


"Lalu apa yang bisa kita lakukan?" Tanya Ruella dengan semakin geram. Ia tidak memedulikan rasa sakit di kepalanya yang mulai menyerang dirinya karena terus berpikir keras.


"Kita?" Tatap Savero dengan heran.


"Iya! Ini juga anakmu, bodoh!!" Ruella semakin kesal saat wajah Savero terlihat tidak ingin tahu mengenai penderitaan yang juga diciptakan oleh pria itu. Ya, setidaknya itu yang dipikirkan Ruella mengenai hidupnya saat ini. "Sudah aku bilang ini anakmu juga! Apa yang harus aku lakukan? Katakan padaku!! Kau juga tidak ingin Papamu tahu kalau kita pernah bercinta kan?"


"Argh!" Savero menjadi menggeram kesal. Pikirannya menjadi semakin kacau karena merasakan kebingungan.


Saat mengetahui kalau wanita yang akan menikah dengan ayahnya adalah wanita yang pernah bercinta dengannya, Savero ingin menyembunyikan hal tersebut, meskipun pada dasarnya dirinya yang membenci Ruella karena suatu hal, sangat ingin membuat wanita yang selalu berbuat sesuka hatinya itu sedikit menderita dengan kenyataan kalau mereka pernah bercinta. Tapi tidak ia kira kalau Ruella akan hamil anaknya. Dan itu sangat buruk karena Savero tidak ingin ayahnya ikut menderita karena wanita itu.


"Ini juga anakmu, kau juga bertanggungjawab untuk hal yang terjadi. Tidak ada yang bisa kita perbuat selain menyembunyikan sebuah kebenaran." Ucap Ruella berharap agar Savero mengerti. "Aku akan melahirkannya dengan seolah-olah ini adalah anaknya. Kau juga harus ikut menyembunyikan hal tersebut dan bersikap biasa saja di depannya."


Rasa cinta yang dirasakan Ruella pada Donzello sangatlah besar hingga dirinya tidak akan mau kehilangan pria itu di saat mereka berdua baru saja bersatu. Apapun akan ia lakukan agar dirinya bisa terus bersama dengan pria tersebut.


Seberusaha apapun Savero berpikir untuk mencari jalan keluar, tampaknya tidak ada jalan yang lebih baik dari yang dikatakan Ruella. Ia sangat menyayangi ayahnya sehingga ia tidak ingin sang ayah membencinya saat mengetahui kalau anak dari istri yang baru saja menikah dengannya adalah anaknya. Ia juga tidak ingin Donzello tahu pada kebenaran kalau dirinya dengan Ruella pernah bercinta. Itu akan memperburuk hubungan di antara mereka berdua.


"Ya, baiklah. Lakukan seperti yang kau rencanakan. Jangan katakan apapun mengenai kebenaran dan jangan pernah dia mengetahui mengenai hal yang sebenarnya." Jawab Savero yang akhirnya menyetujui perkataan Ruella. "Aku akan menganggap anak itu bukan anakku melainkan anak dari Papaku. Dan jangan katakan juga pada siapapun jika ingin kebenaran itu terus terjaga."

__ADS_1


Ruella tidak menjawab apapun lagi. Bagi wanita itu, Ia merasa lega karena Savero menyetujui rencananya. Anak yang dikandungnya akan ia lahirkan namun bukanlah menjadi anak Savero melainkan anak dari pria yang sangat Ia cintai. Anak dari suaminya—Donzello.


...–NATZSIMO–...


__ADS_2