Berhenti Di Kamu

Berhenti Di Kamu
Ep.12


__ADS_3

Nadine sudah terpojok, bingung harus melakukan apa. Sementara pria itu, dia mulai melepaskan kain di tubuhnya satu persatu sambil mendekati Nadine.


Karena takut, Nadine semakin berjalan mundur, terus mundur hingga tubuhnya terhenti oleh meja kecil disisi tempat tidur.


Ya Tuhan, apa aku akan berakhir di tempat ini. Gumam Nadine sembari menyeimbangkan tubuhnya yg hampir terjengkang.


"Ayolah manis, jangan takut, aku akan memperlakukanmu dengan lembut." Ujar si pria yg sudah sangat dekat.


Nadine meraba raba meja dibelakang punggungnya, berusaha mencari apapun yg bisa ia gunakan sebagi senjata. Tinggal diam hanya akan membuatnya disakiti, ia harus melawan, memilih untuk menyakiti atau dirinya yg akan tamat disini.


Grep..


Tangan Nadine berhasil menggenggam lampu tidur kecil di belakang punggungnya, dan dalam hitungan ketiga.


Prank..


Lampu kecil itu mendarat tepat di kepala pria itu, membuatnya jatuh tersungkur dan tak sadarkan diri. Melihat kesempatan ini Nadine tentu tak menyia nyiakannya, ia langsung berlari dan keluar dari kamar itu dengan sangat tergesa gesa.


"Stop!! Mau kemana kau?". Tanya salah satu bodyguard milik pria mesum tadi.

__ADS_1


"I itu, tuan memintaku membawakannya minuman khusus untuknya, jadi aku disuruh keluar." Jawab Nadine asal, berusaha meyakinkan pria bertubuh kekar itu.


"Baiklah, awas kau berani kabur. Sudah cepat pergi dan ambilkan minum untuknya! tuanku tidak suka menunggu." Ancam pria itu lalu membiarkan Nadine pergi.


Sejauh ini tidak ada yg curiga dengan kepergian Nadine, karena kondisi rumah itu yg tengah banyak pengunjung, membuat Nadine terlupakan dan berhasil menyelinap keluar.


Nadine menghela nafasnya sebentar, jantungnya sudah berdetak tak karuan karena takut sewaktu waktu akan tertangkap.


Dan ya, tepat setelah ia berhasil melewati gerbang utama, seorang penjaga memergokinya, pria itu bahkan berteriak meminta bantuan pada teman temannya untuk menagkap Nadine, berpencar ke masing masing penjuru berusaha menemukan gadis itu.



Dengan suara bergetar dan tubuh lemahnya, Nadine terus berlari tanpa tujuan, jangan sampai ia tertangkap lagi, ia harus lari terus berlari.


"Hey, berhenti kau jalaang!!" Teriak salah satu penjaga yg melihat Nadine.


Oh tidak, dia tidak boleh menemukanku.


Nadine mempercepat langkahnya, berlarian di tengah jalan tanpa mempedulikan kondisi sekitarnya, bahkan tak menyadari kakinya yg putih nan halus itu terluka, mengeluarkan darah yg semakin lama semakin banyak.

__ADS_1


Ku mohon selamatkan aku Tuhan..


Namun tiba tiba..


Brak...


Ciitt...


Sebuah mobil yg melintasi jalanan itu tanpa sengaja menabrak tubuh mungil Nadine. Ia terpental beberapa meter dari sana, dan si penjaga yg melihat kejadian itu pun hanya diam, namun beberapa menit kemudian mereka memutuskan pergi, dan mengira bahwa Nadine telah mati.


Tapi tak disangka, ternyata takdir berkata lain, tabrakan yg cukup keras itu tidak membunuh Nadine, gadis itu masih sadar dengan luka yg ia dapat disekujur tubuhnya.


Samar samar ia melihat si pengemudi yg turun dari mobilnya, ia nampak khawatir juga terkejut melihat kondisi gadis Nadine yg tergeletak bersimbah darah.


"To..Tolong.. Tolong saya tuan, tolong.. mereka mau memperkosa saya." Ucap Nadine terbata bata sambil memeluk kaki si pengemudi dengan erat. Nadine sangat berharap pria itu mau menolongnya dan membawanya pergi jauh sejauh jauhnya dari tempat hina ini.


"Ya Tuhan, ya tenanglah. Tahan sebentar, aku akan membawamu ke rumah sakit."


Tanpa berlama lama lagi si pengemudi itu langsung menggendong Nadine ke mobilnya, memposisikannya dengan benar, lalu bergegas menancap gas menuju rumah sakit terdekat.

__ADS_1


__ADS_2