
Tak terasa beberapa bulan sudah berlalu, kisah sedih penuh drama perlahan mulai berganti dengan kebahagiaan. Setiap orang memiliki masalahnya masing masing, hanya saja siapa yg mampu bertahan dan bersabar, dialah yg kelak akan mendapatkan kebahagiaan yg sesungguhnya.
"Ahrg.. Tolong, Zayn perutku sakit." Keluh Selly sambil memegangi perutnya yg sudah nampak sangat besar. Usia kandungannya sudah menginjak bulan ke sembilan, dan mungkin memang inilah waktunya bayi itu untuk lahir ke dunia.
"Sabar ya, aku siapkan mobil dulu." Tak ingin berlama lama Zayn langsung berlari ke garasi.
"Zayn, ku mohon cepatlah." Rintih Selly tak tahan lagi.
"Hosh.. Hosh.. Hossh.. Bertahanlah, aku mohon bertahanlah." Pinta Zayn, lalu segera membawa Selly ke mobilnya.
*****
Sementara itu, kini Sam tengah dilanda rasa cemas. Pasalnya saat ia tengah berada dalam rapat penting perusahaan, ia tiba tiba mendapat kabar jika Nadine pingsan, karena itulah tanpa berpikir panjang Sam langsung meninggalkan kantor, dan bergegas pulang menemui Nadine.
"Bagaimana keadaan istri saya dok? Apa dia baik baik saja? Atau perlu di bawa kerumah sakit?. Tanya Sam cemas, sambil menggenggam tangan Nadine yg masih belum sadarkan diri.
"Tidak apa apa tuan, tidak perlu cemas. Selamat ya istri anda sedang hamil" Ucap dokter itu setelah melakukan tugasnya. Tersenyum simpul melihat Sam yg terlihat sangat mengkhawatirkan kondisi istrinya.
"Benarkah? istri saya hamil?". Tanya Sam memastikan.
__ADS_1
"Benar, usia kandungan istri anda sudah memasuki bulan ketiga. Sekali lagi selamat ya."
"Tapi kenapa dia bisa pingsan dok? Beberapa hari ini istri saya juga sering mual, susah makan, dan kadang pagi pagi dia sudah makan mangga muda. Apa itu tidak apa apa?"
"Itu hal yg wajar tuan, ini saya beri vitamin untuk mengurangi rasa mualnya. Dan untuk masalah mangga, usahakan untuk makan nasi atau makan makanan berat terlebih dulu, baru boleh makan mangganya."
"Oh baiklah dok, terimakasih."
"Kalau begitu saya tinggal dulu ya."
"Baik dok mari saya antar ke depan."
"Terimakasih, terimakasih sayang." Ucap Sam sembari menciumi puncak kepala Nadine berkali kali.
"Terimakasih sudah memberiku kebahagiaan ini. Aku sangat mencintaimu." Lanjut Sam kembali memeluk dan menciumi istrinya.
*****
Di rumah sakit ternama kota A, Zayn berjalan mondar mandir sambil memanjatkan doa. Ia berdiri tak tenang sesekali melirik ruang persalinan yg masih tertutup rapat di depannya. Hatinya gelisah, pikirannya tak karuan, dan ini pertama kalinya Zayn merasakan perasaan yg sangat menyesakkan ini.
__ADS_1
Selamatkan mereka Tuhan, tolong selamatkan mereka. Gumam Zayn menyandarkan tubuhnya sejenak ke pintu ruang persalinan.
Zayn hanya berdiri sendiri disana, ia sama sekali tak mengabari ibu, juga keluarganya yg lain. Setelah ingatannya kembali beberapa waktu lalu, Zayn kembali mengingat ibu yg telah menghancurkan kehidupannya. Ia marah, sangat marah akan hal itu.
Sedangkan Selly, Zayn belum mengatakan apapun, ia masih belum jujur jika amnesianya sudah sembuh. Setelah beberapa waktu hidup berdua dan berpura pura menyayangi Selly. Zayn akhirnya sadar, selama ini ia telah sangat berdosa, ia sudah sangat jahat pada gadis yg baik itu, bahkan sudah sangat sangat jahat.
Dan Zayn berencana, setelah ini ia akan meminta maaf pada Selly, pada Nadine, juga beberapa orang yg telah ia sakiti dulu. Dan mulai hari ini Zayn pun akan mulai belajar, belajar mencintai Selly, belajar menerimanya sebagai seorang istri, juga berusaha untuk selalu bisa membahagiakan dia dan putra putrinya suatu hari nanti.
**TBC.
Akhirnya novel ini akan segera tamat. Terus dukung author ya, author butuh dukungan kalian biar makin semangat berkarya.
Terimakasih buat yg sudah nyempetin baca karya author yg masih amatir ini. Makasih juga buat yg udah like, komen, juga votenya. Tanpa dukungan kalian author pasti nggak bakal bisa lanjutin karya ini. Karena semakin banyak yg suka, author juga pasti makin semangat nulisnya.
Sekali lagi terimakasih.
See you.
🤗🤗🤗😘😘😘**
__ADS_1