Berhenti Di Kamu

Berhenti Di Kamu
Ep.57


__ADS_3

Michele Lee, duda tampan berusia 32 tahun. Ceo sekaligus pendiri Mc Entertaiment salah satu agensi besar di Korea. Meskipun ia memiliki perusahaan besar di negeri itu, namun beberapa waktu terakhir ini ia dan putrinya telah menghabiskan waktu bersama di Indonesia, yg juga merupakan tanah kelahiran Irene mendiang istrinya yg meninggal 4 tahun lalu pasca melahirkan.


Dan untuk saat ini, pria itu tengah berada di Singapura. Membawa seorang wanita yg di tolongnya untuk berobat, sekaligus menyenangkan hati sang putri yg menganggap wanita itu sebagai ibunya yg telah tiada.


"Daddy, setelah mommy sembuh, mommy akan ikut kita pulang kan?". Ucap putri Michele yg tengah bermain sambil sesekali menengok wanita yg telah di anggap sebagai ibunya itu.


"Nanti ya sayang, kita tanyakan pada kakak apa dia mau ikut kita." Jawab Michele.


"Kalau mommy nggak mau ikut kita pulang, Zee juga nggak mau pulang. Zee mau disini aja sama mommy." Celotehnya lagi.


"Permisi tuan, operasinya sudah bisa di lakukan. Anda dan nona bisa menunggunya di ruangan saya." Sahut salah seorang dokter yg sudah siap dengan baju operasinya.


"Baiklah."


*****

__ADS_1


Sementara itu, setelah mendapatkan informasi tentang pria yg membawa tunangannya. Malam itu juga Sam pergi ke Singapura di temani Levin adik iparnya.


Sam hanya mendapatkan info tentang nama pria itu, juga nomor telpon yg ternyata sudah tidak aktif saat ia mencoba menghubungi beberapa waktu lalu.


Namun Sam tidak akan menyerah, setidaknya ia tau nama pria itu, dan berencana meminta bantuan seseorang untuk melacak identitasnya.


"Gimana Vin temanmu sudah bisa melacak identitasnya?". Tanya Sam yg tengah duduk gelisah sambil memainkan ponselnya.


"Belum kak, ku rasa identitas yg dipakai pria di rumah sakit itu palsu. Bukan identitas yg sebenarnya." Jelas Levin sembari terus memantau perkembangan kabar dari teman temannya.


"Tenanglah kak, aku juga sudah menyuruh beberapa orangku untuk memeriksa rumah sakit besar disini satu persatu."


"Ya, semoga dia baik baik saja."


Mereka berdua terus melakukan pencarian, juga meminta bantuan pihak berwajib disana. Sudah seharian ini Sam terus menyibukkan diri untuk mencari Nadine, pantang baginya untuk beristirahat selama Nadine belum di temukan, bahkan makan pun sampai ia lupakan.

__ADS_1


*****


Setelah menjalani operasi lebih dari tiga jam, kondisi wanita itu sudah berangsur angsur membaik, dan telah di pindahkan ke ruang rawat VVIP. Michele dan putrinya pun masih setia menemani disana, bahkan gadis kecil itu merengek pada Michele untuk ikut tidur di brankar rumah sakit tempat wanita itu di rawat.


"Ya halo, ada apa Zax?". Sapa Michele pada salah satu anak buahnya.


"Maaf tuan, ada seorang pria yg meminta bantuan polisi juga pihak rumah sakit untuk mencari seorang wanita bernama Nadine. Dan kebetulan wanita itu sangat mirip dengan nona yg anda tolong kemarin." Jelas pria bernama Zax itu.


"Hmm begitu rupanya, tapi untuk sementara tutup dulu semua informasi tentang aku yg sudah menolong wanita kemarin, dan jangan ada yg tau kalau wanita itu sedang di rawat disini. Ada sesuatu yg ingin ku pastikan dulu setelah ia sadar nanti."


"Baik tuan."


Entah mengapa Michele merasa tidak rela jika wanita ini di bawa pergi. Wajahnya yg cantik dan damai itu selalu mengingatkan dirinya tentang Irene. Apalagi putri satu satunya Zee begitu menyukainya, bahkan memanggilnya mommy.


Dan untuk sementara, Michele masih ingin menyembunyikan wanita ini, setelah memastikan beberapa hal nanti, barulah ia akan mengambil keputusan, akan tetap menahan wanita ini untuk putrinya, atau membiarkannya pergi dan kembali pulang ke negaranya.

__ADS_1


__ADS_2