
Sesampainya di hotel Nadine langsung berlari secepat mungkin menuju kamar yg ada dalam pesan itu. Ia terus berlari melewati lorong lorong tanpa mempedulikan tatapan aneh orang orang. Karena yg terpenting sekarang adalah ia harus segera menemukan Sam, secepatnya harus di temukan.
Aku mohon kamu baik baik saja. Doa Nadine sambil terus melangkahkan kakinya.
Saat ia tengah berlari mengejar lift yg hampir tertutup, tanpa sengaja Nadine menabrak seseorang, ia menabrak punggung pria itu lumayan keras, hingga membuatnya jatuh terduduk di lantai.
"Ah maafkan saya." Ucap Nadine langsung berdiri, tanpa melihat orang yg ditabraknya.
"Sayang, kamu kok bisa disini?". Jawab orang itu yg ternyata Sam. Ia membantu Nadine berdiri sambil menatapnya heran kenapa sang istri bisa berada di tempat ini.
"Kamu.."
__ADS_1
Nadine langsung memeluk Sam begitu saja, akhirnya ia bisa merasa lega setelah melihat suaminya itu baik baik saja, tidak ada luka ataupun lecet sedikitpun seperti yg ia kira.
"Kenapa kamu bisa disini?". Tanya Sam lagi tanpa melepas pelukan mereka.
"Sebentar."
Nadine melepas pelukannya sejenak, mengambil ponselnya yg ada dalam tas kemudian menunjukkan pada Sam sebuah pesan yg telah ia terima beberapa waktu lalu.
"Sekarang aku yg tanya, kenapa kamu bisa disini?". Ucap Nadine menatap Sam tajam, seakan menuduh suaminya itu telah berbuat yg tidak tidak.
"Maaf kak, tapi dari yg ku lihat dia sepertinya bukan wanita baik baik. Entah mengapa perasaanku selalu mengatakan dia akan berbuat sesuatu pada rumah tangga kita. Dan sekarang terbukti kan, dia sengaja memanggilmu datang, juga memanggilku. Aku yakin dia pasti merencanakan sesuatu." Ujar Nadine mengemukan pendapat yg selama ini ia simpan.
__ADS_1
"Jangan berburuk sangka dulu sayang, kan bisa saja itu ulah orang lain yg ingin menghancurkan reputasi Jessica dan aku." Sanggah Sam tak percaya.
"Tapi selain itu tadi siang dia juga menemuiku. Dia bilang agar aku segera menonton tv, awalnya aku tak peduli. Tapi setelah melihat gosip gosip itu aku semakin yakin jika memang dia yg sengaja melakukannya." Nadine masih bersikeras dengan pendapatnya, karena baginya semua yg terjadi sudah cukup membuktikan jika wanita itu memang ingin merebut Sam darinya.
"Tidak ada bukti sayang, jangan menuduh sembarangan, setauku dia wanita yg baik. Kami berteman sudah 4 tahun, jadi dia tidak mungkin berbuat jahat padaku." Ujar Sam masih tak percaya.
"Oh.. Jadi kakak lebih percaya dia? Atau gosip itu memang benar jika Kalian ada hubungan? Baiklah.. Lanjutkan saja. Aku menyesal sudah datang kemari dan mengkhawatirkanmu." Ucap Nadine kesal lalu bergegas pergi meninggalkan Sam.
"Hah.. Dia marah, sudahlah akan ku bujuk nanti. Aku penasaran sebenarnya ada apa di kamar itu, aku harus memeriksanya." Bukannya mengejar Nadine, Sam justru kembali dengan tujuan awalnya yakni menemui Jessica. Meski yg di bilang Nadine masuk akal, namun rasanya Sam masih harus membuktikan dan melihat dengan matanya sendiri.
Sementara itu Nadine kini kembali pulang dengan perasaan yg bercampur aduk. Ia marah, kesal, juga kecewa dengan Sam. Ia kira dengan ia marah seperti ini Sam akan mengejarnya dan meminta maaf. Tapi tidak, pria itu justru pergi menemui wanita lain.
__ADS_1
Apa dia jauh lebih penting daripada aku kak? Kenapa kau melakukan ini? Kenapa??