
Nadine kembali pulang dengan perasaan yg bercampur aduk. Kepingan masa lalu yg sudah ia kubur dalam dalam kembali berputar di kepalanya. Zayn, pria pertama yg berhasil membuatnya jatuh cinta, sekaligus membuatnya menderita beberapa tahun karena pergi tanpa ada kepastian.
Nadine sangat menyayangkan sikap Zayn. Jika saja dari awal pria itu bersedia berjuang bersamanya mungkin hasil akhirnya tidak akan seperti ini. Mungkin saja saat ini mereka masih bersama, melewati hari dan menunaikan janji yg pernah mereka ucapkan.
Aku harap kita bisa bahagia dengan jalan kita masing masing Zayn, meski akhirnya kita tidak akan pernah bersama, aku tetap merasa bahagia. Setidaknya aku pernah dicintai olehmu, menjadi bagian dari hidupmu. Semoga kamu juga bisa segera menghilangkan perasaan itu, dan memulai kembali kehidupanmu yg baru bersamanya.
*****
Satu malam telah berlalu, rutinitas pagi pun sudah kembali seperti biasa. Karena hari ini adalah akhir pekan Nadine berencana pergi ke supermarkat untuk membeli beberapa bahan makanan yg sudah hampir habis.
Semalam karena terlalu lelah Nadine langsung ke kamarnya dan tidur, hingga melupakan satu hal yg kemarin sempat membuatnya kesal. Ya, apalagi kalau bukan setumpuk mawar merah itu.
Kemarin ia meminta jasa pengantar untuk mengirim bunga bunga itu ke rumahnya tanpa berpikir panjang, dan sekarang ruang tamunya menjadi penuh. Penuh dengan tumpukan mawar yg tentu saja sudah hampir layu karena dibiarkan begitu saja semalaman.
Dengan perasaan kesal dan sedikit tidak rela, akhirnya Nadine memutuskan untuk membuang semuanya. Entah berapa juta yg Zayn habiskan untuk ini, yg jelas Nadine tidak bisa menyimpan semua, dan terpaksa menjadikan tempat sampah sebagai pilihan terakhirnya.
"Huufft.. Akhirnya selesai juga. Dasar orang kaya, selalu saja menghambur hamburkan uang seenaknya." Gerutu Nadine setelah berhasil mengosongkan ruang tamunya.
Karena semua sudah ia bersihkan, Nadine pun kembali ke rencana awal. Segera memesan ojek online dan bergegas pergi ke supermarket langganannya.
__ADS_1
*****
"Sam kamu bantu cari barang barang ini ya, mama mau ke sebelah sana dulu, nanti kalau udah selesai langsung ke kasir aja."
"Siap bosku."
Seperti biasa, setiap satu minggu sekali Sam pasti menemani mamanya pergi berbelanja. Bukan karena tidak ada yg lain, hanya saja Sam merasa senang bisa ikut dan membantu mamanya, hitung hitung belajar sebelum nanti ia membantu istrinya untuk berbelanja juga.
Pria itu menelusuri lorong supermarket, lorong yg dikanan kirinya terdapat banyak sekali macam sayuran dan buah buahan segar. Ia memilih dan memilah satu persatu sesuai titah sang mama. Dan dengan cekatan mengambil beberapa yg menurutnya bagus lalu diletakannya di trolly yg ia bawa.
"Maaf bisakah anda minggir sebentar, saya mau mengambil buah yg disebelah sana." Ucap seseorang yg tengah berbelanja dan diganggu oleh beberapa pria muda.
"Ambil aja yg banyak, nanti aku yg bayarin. Tapi kamu ikut kami dulu main main sebentar." Sahut temannya yg lain.
Dan tiba tiba saja,
"Ehem.. Istriku ternyata disini, dari tadi aku nyariin kamu loh."
Bak seorang pahlawan yg menolong gadis cantik. Sam datang tiba tiba dengan trolly belanjanya, menghampiri Nadine lalu merengkuh pinggang ramping gadis itu.
__ADS_1
"Kalian siapa? Mencoba mengganggu istri saya hah??". Bentak Sam, yg berhasil membuat nyali para pemuda itu menciut.
"Ma maafkan kami tuan, kami tidak tau kalau dia sudah bersuami. Kalau begitu kami permisi dulu." Jawab salah satu pemuda lalu segera menarik lengan temannya dan pergi dari sana.
"Makasih, dan jauhkan tangan anda." Ucap Nadine ketus kemudian menghempas tangan Sam.
"Apa istriku sedang marah hmm?".
Bukannya lepas, Sam justru ketagihan menggoda Nadine dengan mempererat rengkuhan tangannya.
"Pak lepas!! Atau saya akan teriak." Ancam Nadine, berusaha menggertak Sam dan membuatnya jera.
"Jangan terlalu formal Nad ini bukan dikantor! Bukankah kamu tunanganku?". Goda Sam lagi.
Baru saja menemukan kesenangan baru, Sam yg sedang menggoda Nadine terpaksa harus pergi karena panggilan sang mama.
"Hmm..Baiklah kita lanjutkan lagi besok. Aku pergi dulu ya, bye sayang."
__ADS_1