Berhenti Di Kamu

Berhenti Di Kamu
Ep.38


__ADS_3


"Nad, aku menginginkanmu, sungguh hanya kamu."


Beginilah yg terjadi setiap kali penyakit halusinasi Zayn kambuh. Ia akan dengan manisnya memperlakukan Selly, menyentuhnya lembut dan penuh kasih sayang layaknya sepasang kekasih yg saling mencintai.


Selly pun masih sama. Ia memilih pasrah dan melayani Zayn sepenuh hati. Dia seorang istri, sudah seharusnya ia memberikan haknya, meskipun Zayn sendiri tidak pernah menunaikan kewajibannya sebagai suami.


"Kapan kamu akan menganggapku ada Zayn? Selalu saja seperti ini, aku senang menerima perlakuan lembutmu, tapi disisi lain aku juga sedih. Karena saat itu dimatamu hanya ada dia, bahkan kamu terus memanggil namanya tanpa peduli perasaanku. Aku sakit Zayn. Sungguh."


Tidak tau lagi kapan penderitaan ini akan berakhir. Dari awal Selly juga sudah tau resiko dan konsekuensi jika ia menikah dengan pria yg tidak mencintainya. Namun apa daya, egonya lebih mendominasi, berusaha menahan Zayn untuk tetap tinggal dan terus disisinya, meski pada akhirnya dirinya sendiri yg akan merasakan sakit dan terluka.


*****


Sementara itu, setelah pulang dari supermarket Nadine pergi ke rumah Qila. Tak ada angin tak ada hujan teman lamanya itu tiba tiba menghubungi dirinya dan memintanya untuk datang berkunjung. Bahkan sengaja mengirimkan supir untuk menjemput.


"Akhirnya kamu datang juga." Sambut Qila. Lalu mereka berpelukan.


"To the point aja, ngapain nyuruh aku datang kesini?." Ujar Nadine sambil berjalan masuk dan duduk di sofa ruang tamu.


"Nggak papa, kangen aja." Jawab Qila cengengesan. Kemudian pergi ke dapur untuk mengambilkannya minum.


Nadine hanya menggeleng gelengkan kepalanya, tak mengerti dengan jalan pikiran Qila yg terkadang aneh, banyak akal dan sedikit licik.


"Silahkan diminum sayangku." Ucap Qila yg sudah membawa satu nampan berisi minuman, dan menyajikannya didepan Nadine.


"Eh rumah kamu kok sepi, Cila sama suamimu mana?". Tanya Nadine sambil celingukan.


"Mereka keluar sebentar, Cila nangis dari tadi minta jalan jalan di taman."

__ADS_1


"Kamu nggak ikut?".


"Nggak lah, lagi mager aku. Hehe"


"Hmm dasar!".


Di tengah perbincangan mereka tiba tiba ada sebuah tangan yg menutup mata Nadine dari belakang. Membuatnya terkejut sekaligus kesal dan mencoba melepaskannya.


"Siapa sih?". Ucap Nadine kesal masih berusaha menarik tangan itu.


"Coba deh Nad tebak." Sahut Qila dengan santainya.


"Jangan kekanakan deh, buruan lepas!!".


Cup,


Sapa orang itu setelah mendaratkan kecupannya dipipi Nadine.


"Kamu!!!"


Nadine buru buru berdiri, hendak memaki pria mesum dibelakangnya.


"Aduhh baru tau aku ternyata kakak bisa begitu agresif." Ledek Qila menahan tawa.


"Jadi ini rencana kalian?".


Nadine menatap tajam ke arah Qila dan Sam bergantian. Ia sangat kesal karena telah ditipu oleh kakak beradik ini. Jika dari awal ia tau semua ini hanya akal bulus mereka, Nadine pasti akan menolak, dan memilih untuk dirumah saja beristirahat.


"Emm.. Sepertinya Cila mencariku, kalian ngobrol baik baik ya, aku tinggal sebentar. Dah.."

__ADS_1


Bagus, sudah menipuku dan sekarang kabur begitu saja. Awas saja kau!!. Batin Nadine menatap kepergian Qila.


"Sepertinya tidak ada hal penting lagi, kalau gitu aku pulang dulu. Sampaikan salamku pada Qila dan suaminya. Permisi."


Grep..


Pluk..


"Buru buru banget sih, disini aja." Gumam Sam yg sudah menarik dan mendekap Nadine di pelukannya.


Nadine yg sudah sangat kesal dari tadi akhirnya murka, menaikkan nada bicaranya dan mulai memaki Sam.


"STOP tuan Abrisham!! Tidak bisakah anda bersikap lebih sopan kepada saya, anda sudah kelewat batas, memeluk dan mencium saya seenaknya. Meskipun saya sudah berhutang budi dan mendapatkan banyak bantuan dari anda, tapi maaf saya tidak akan pernah memberikan tubuh saya sebagai bayaran. Jadi tolong bersikaplah lebih baik dikemudian hari!!".


"Tidak tau apa yg sudah terjadi padamu selama lima tahun ini, yg jelas kamu sudah berubah. Bukan kakakku Sam yg dulu lagi." Maki Nadine panjang lebar.


"Hmm...Ya ku rasa juga begitu. Dulu aku pernah merasakan sakitnya patah hati dan kehilangan. Dan sekarang aku tidak ingin merasakannya lagi, aku akan terus berusaha. Dan aku yakin, suatu saat nanti kamu pasti akan melihat ketulusanku dan mau menerimaku."



TBC.


Hai man teman, author mau minta saran. Kalian lebih suka ada gambar ilustrasinya seperti ini, atau tanpa gambar??


Kasih saran kalian di kolom komentar ya, mau kasih saran langsung lewat chat grup juga boleh.


Jangan lupa like, n votenya juga.


Terimakasih 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2