Berhenti Di Kamu

Berhenti Di Kamu
Ep.82


__ADS_3

Setelah hari itu Nadine mulai membuka hatinya, memaafkan Sam dan berusaha melupakan hal hal buruk di antara mereka. Nadine dan Sam pun sudah tau mengenai kabar pertunangan Jessica yg sangat mendadak, meski terlihat aneh dan terlalu cepat, Sam sudah tidak mau ambil pusing lagi. Biarkan itu menjadi urusan pribadi Jessica dan pasangannya.


"Ma, pa, kami mau pamit sama kalian. Mulai besok kami berdua, dan Zee akan pindah ke rumah pribadi Sam, kami ingin belajar mandiri. Membangun keluarga kecil kita tanpa harus merepotkan kalian lagi." Tutur Sam saat sedang sarapan pagi bersama.


"Kenapa nggak disini aja sih nak? Rumah ini pasti sepi tanpa kalian." Ucap mama Sam keberatan.


"Iya Sam, lebih baik disini aja. Kami berdua pasti akan merindukan gadis kecil ini " Sahut papa Sam sambil membelai sayang kepala gadis kecil di sampingnya.


"Iya paman, Zee suka tinggal disini." Sahut Zee.


"Kalau Nadine ikut kata kak Sam aja ma, pa." Tukas Nadine.


"Sebenarnya nggak buruk juga tinggal disini. Tapi sebagai kepala keluarga Sam ingin sekali belajar mandiri, belajar menjadi seorang suami dan ayah yg baik. Karena itu Sam memutuskan untuk pindah dan tinggal bertiga saja sama Nadine dan Zee." Tutur Sam kemudian.

__ADS_1


"Baiklah, jika keputusanmu begitu maka kami hanya bisa menerima. Semua terserah padamu, kamu sudah dewasa, papa yakin kamu sendiri tau apa yg lebih baik untuk dirimu dan keluargamu."


"Tapi sering sering kemari ya nak, jangan kayak adik adikmu itu, setiap disuruh kesini pasti alasannya sibuk terus."


"Iya pa, ma. Kalian tenang saja, Sam usahain seminggu sekali akan pulang kesini."


*****


Tibalah hari ini, hari dimana Sam dan Nadine akan pindah ke rumah barunya. Sedangkan Zee, ia lebih memilih tinggal bersama orang tua Sam. Gadis kecil itu seakan sudah lengket dengan mereka, merasa sangat di sayang, dan sangat dimanjakan oleh mereka berdua.


"Maaf mommy, tapi Zee kasian sama nenek kakek. Kalau nggak ada Zee, nanti mereka nggak ada teman main. Terus nanti kalau mereka nangis nggak punya temen gimana?".


"Baiklah, tapi jangan nakal ya, jangan ngrepotin nenek sama kakek. Zee harus nurut, harus bisa jagain nenek kakek juga." Pesan Nadine, membelai lembut pipi chubby Zee yg terlihat menggemaskan.

__ADS_1


"Siap mommy. Zee pasti jagain nenek sama kakek. Mommy sering sering kesini ya, jangan lupa bawa adik Zee juga. Zee udah nggak sabar mau main sama adik." Jawab Zee dengan polosnya. Ia benar benar antusias, hampir setiap hari selalu menanyakan soal adik pada Nadine dan Sam.


"Hmm iya baiklah, mommy pergi dulu ya sayang. Kasian pamanmu udah nunggu di mobil dari tadi. Ma, pa, Nadine berangkat ya, nanti Nadine usahain sering sering kesini jenguk kalian."


"Iya nak, hati hati ya."


"Mommy hati hati."


"Hati hati ya Nad."


Nadine melambaikan tangannya sejenak pada mertua juga keponakannya yg masih berdiri di depan pintu, menyunggingkan senyum termanisnya pada ketiga orang yg sangat ia sayangi itu sebelum pergi. Setelah dirasa cukup, Nadine segera menghampiri Sam yg sudah menunggu dalam mobil, dan beberapa menit kemudian, mobil mereka perlahan menghilang dari pandangan.


"Akhirnya anak anak kita sudah dewasa ya pa. Mama nggak nyangka bisa secepat ini, Padahal rasanya baru kemarin mama melahirkan mereka, dan sekarang mereka semua sudah pergi. Hidup mandiri bersama pasangan mereka masing masing."

__ADS_1


"Iya kamu benar. Meski ada rasa tidak rela, kita juga harus bisa melepaskan. Tanggung jawab kita sudah selesai, kita doakan saja semoga mereka akan selalu bahagia."



__ADS_2